Beberapa webcomic untuk menemani hari

7 11 2009

Menjalani aktivitas rutin harian, baik itu bekerja, belajar, atau bermain Facebook (^^) memang terkadang dapat membuat kita merasa bosan. Bolehlah di antara aktivitas tersebut kita mengambil waktu sebentar untuk refreshing, dengan harapan untuk meningkatkan produktivitas kita kembali. Salah satu cara yang biasanya kulakukan adalah dengan membaca webcomic yang banyak tersedia di Internet.

Webcomic adalah komik yang diterbitkan melalui website. Webcomic ini biasanya ditulis sendiri oleh seseorang sesuai dengan minat orang tersebut. Komik ini biasanya berisikan humor, sarkasme, atau sindiran yang bisa membuat kita tertawa atau menggaruk-garuk kepala karena tidak mengerti. Beberapa webcomic yang sukses, dalam artian banyak disukai oleh pembaca, biasanya kemudian akan diterbitkan dalam bentuk buku (meskipun tetap ada versi daring (online)-nya) atau menyediakan merchandise yang bisa dimiliki oleh penggemar. Baca entri selengkapnya »





Ada apa di pikiranmu?

28 09 2009

Legion of honor thinker

Pada suatu hari, ada seorang karakter penasaran yang mencoba untuk melakukan eksperimen unik. Ia ingin membandingkan hitungan detik di dalam pikirannya dengan waktu yang sebenarnya. Ia mencoba menghitung waktu yang ia perlukan untuk menghitung sebanyak 60 (jumlah detik dalam satu menit) di dalam pikirannya. Dari beberapa kali percobaannya, ia menemukan bahwa rataan waktu yang diperlukannya untuk menghitung sebanyak 60 adalah 48 detik.

Rasa penasaran membuatnya melakukan percobaan lanjutan. Ia kemudian mencoba mencari tahu apakah ada faktor yang mempengaruhi laju hitungannya terhadap waktu. Ia kemudian mengulang percobaannya, kali ini sembari naik-turun tangga (diiringi dengan tatapan aneh orang yang melihatnya), membaca, berlari, dan sebagainya. Rataan waktu yang ia dapatkan ternyata tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Anehnya, ia tidak bisa menghitung sambil berbicara, seolah-olah keduanya adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara serial. Baca entri selengkapnya »





Rubah atau Landak?

16 09 2009

Saya yakin para pembaca tahu binatang yang bernama rubah atau landak. Kedua binatang ini ternyata memiliki arti yang khusus. Apakah arti khusus tersebut? Apakah perbedaan di antara keduanya?

Freeman J. Dyson, seorang fisikawan terkemuka, di dalam kata pengantar sebuah buku menulis perbedaannya sebagai berikut:

Ilmuwan besar ada dua macam–demikian menurut penyair abad ke-7 SM, Archilochus–tipe rubah dan tipe landak. Rubah tahu banyak trik, landak hanya tahu satu trik. Rubah suka mencoba semua hal, mudah bergonta-ganti perhatian. Landak hanya tertarik pada beberapa persoalan penting dan berkutat dengan persoalan-persoalan yang sama selama bertahun-tahun.
(Sumber: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia, hal.5)

Baca entri selengkapnya »





Dua Roman

30 07 2008

Salah satu hal yang aku sukai ketika pulang ke kampung halamanku di Semarang adalah selalu ada buku baru yang belum aku baca. Oleh karena itu, saat aku pulang seminggu yang lalu, aku selalu mengecek kamar kakakku untuk mencari-cari buku. Di mejanya, aku menemukan tiga buah novel: Beib, aku Sakau: Cinta Banget Gitu Lho ..! karangan Moammar Emka, Test Pack karangan Ninit Yunita, dan Confessions of a Shopaholic karangan Sophie Kinsella.

Meski aku berada di Semarang lebih dari seminggu, total waktu kosong yang “bebas” hanya sekitar tiga hari saja. Dari tiga buku tersebut, hanya dua buku pertama yang berhasil aku baca sampai tuntas.

Buku pertama yang aku baca adalah buku karangan Moammar Emka. Tidak seperti biasanya, pada review yang bertebaran di sampul dan halaman depannya memberitahukan bahwa novel ini adalah sebuah roman. Rupanya mas Emka ingin membuktikan bahwa ia juga bisa menulis kisah romantis. Novel ini berkisah mengenai penantian seorang Bintang terhadap cinta seorang Bulan. Cerita dalam novel ini dipenuhi dengan puisi-puisi romantis Bintang untuk menunjukkan rasanya kepada Bulan. Diberikan setting dan gaya hidup kota Jakarta, mas Emka mengajak pembaca untuk menelusuri arti cinta dan sebuah penantian (Play > 千の夜をこえて-Aqua Timez). Overall, buku ini cukup menarik untuk orang yang sedang dilanda asmara dan penggemar puisi romantis.

Buku kedua yang kubaca adalah Test Pack buah karya Ninit Yunita. Pengarang yang satu ini aku kenali dari karyanya bersama dengan tiga penulis lain dalam Travelers’ Tale: Belok Kanan: Barcelona, salah satu novel kesukaanku. Terus terang, aku dulu bersikap indifferent terhadap chicklit dan semacamnya. Namun novel ini telah mengubah pandanganku terhadap jenis karya sastra ini. 

Test Pack bercerita tentang pasangan psikolog dan pengacara yang selama 7 tahun belum juga diberikan keturunan. Saking inginnya punya anak, sang istri (Tata) memiliki koleksi test pack (alat deteksi kehamilan) sendiri. Cerita pun terus mengalir dengan gaya bahasa yang kocak dan enak untuk dibaca. Pemilihan kedua profesi, suami psikolog dan istri pengacara, telah memberikan kontradiksi tersendiri yang menarik. Di saat sang suami berusaha mendamaikan pasangan yang ingin bercerai, sang istri sebagai pengacara malah membantu pasangan yang ingin bercerai. Mbak Ninit Yunita dalam buku ini menyampaikan pesan mengenai arti cinta dan komitmen dalam sebuah pernikahan. Overall, buku ini sangat bagus terutama untuk mereka yang belum atau akan segera menikah (seperti review pada sampul bukunya).

Mengapa bukunya roman semua? Yah, mungkin itu hanya kebetulan semata dan bukan merupakan unsur kesengajaan. So, selamat membaca..

Image courtesy of: http://harlembeatfreak.wordpress.com





Rashomon

3 06 2008

Rashomon: Kumpulan Cerita Akutagawa Ryunosuke

Penulis: Akutagawa Ryunosuke

Tebal: 167 halaman

Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)

Sambil menggigit sepotong roti, sekilas aku melihat arloji. Hari sudah pukul satu lewat dua puluh menit. Ada yang seketika itu mengagetkanku; sesosok bayangan wajah seram tercermin sekilas pada kaca bulat arloji. Aku segera menoleh ke belakang; dan untuk pertama kalinya aku melihat makhluk kappa! Ia berdiri di atas karang di belakangku dengan sebelah tangannya memegang batang pohon shirakaba dan tangan lainnya dipayungkannya di atas matanya yang memandangiku dengan rasa ingin tahu. (Kappa, hlm. 33-34)

RashomonCuplikan dari novelet Kappa di atas adalah salah satu dari tujuh cerita yang terdapat pada buku ini. Cerita ini pernah kubaca beberapa tahun yang lalu, dan memberikan kesan yang mendalam. Baru sekarang aku mengetahui bahwa novelet ini ditulis oleh Akutagawa Ryunosuke, salah satu cerpenis terbaik Jepang.

Karya-karya terkenal Akutagawa lainnya, seperti Rashomon, Benang Laba-laba (Kumo no Ito), Di Dalam Belukar (Yabu no Naka), dan Hidung disajikan dengan apik dalam buku ini. Seperti dalam resensinya, Akutagawa ingin menggambarkan betapa tipis dan licinnya batas antara buruk dan bagus, jahat dan baik, hina dan mulia, bohong dan jujur, serta salah dan benar. Akhirnya buku ini memberikan pelajaran mengenai sifat dasar manusia dan kebijaksanaan dalam hidup.

image courtesy of KPG





DogMan

30 05 2008

Beberapa hari yang lalu, aku sedang melihat-lihat buku di sebuah toko buku yang berlokasi di dalam kampus. Saat menelusuri bagian novel, aku melihat sebuah buku yang memiliki warna kertas unik. Buku tersebut berjudul They Said I’m a Monkey karya Djenar Maesa Ayu. Buku tersebut merupakan buku terjemahan bahasa Inggris dari buku asli berjudul Mereka Bilang Saya Monyet.

Bagian belakang sebuah buku selalu memberikan sesuatu yang menarik. Terkadang bagian ini berisi daftar pustaka, iklan promosi, cuplikan edisi selanjutnya, dan atau profil penulis. Pada buku-buku “serius”, bagian belakang buku umumnya berisi indeks dan lampiran. Tak jarang, beberapa buku menyertakan keterangan mengenai tulisan yang  terdapat di dalamnya.

Pada bagian belakang buku yang kutemukan ini, terdapat keterangan singkat mengenai beberapa karya yang terdapat di dalamnya. Perhatianku tertuju pada sebuah karya, DogMan. Keterangan pada buku tersebut menyebutkan bahwa judul DogMan merupakan terjemahan dari Wongasu[1]. Judul ini melemparkan memoriku jauh beberapa tahun ke belakang.

Sedari kecil, aku suka membaca. Salah satu bahan bacaan yang kusuka adalah rubrik cerpen di harian Kompas. Suatu hari[2] aku menemukan sebuah cerpen dengan judul yang unik. Legenda Wongasu. Aku tidak terlalu ingat detail ceritanya, namun ada sesuatu mengenai manusia dan anjing[3]. Pokoknya, cerpen ini benar-benar kreatif dan tak mudah untuk dilupakan[4].

Kembali ke masa sekarang. Judul DogMan tersebut menarik rasa ingin tahuku untuk membaca sekilas karya tersebut dalam buku ini. Apakah karya ini berhubungan dengan cerpen yang kubaca beberapa tahun yang lalu tersebut. Dilihat sekilas[5], DogMan ditulis dengan gaya dialog. Pada akhir tulisan, aku menemukan kalimat yang kucari. Artinya kurang lebih adalah sebagai berikut[6]:

Terinspirasi oleh The Legend of DogMan (Legenda Wongasu) karya Seno Gumira Ajidarma

Kebetulan? Aku tak tahu. But somehow, I feel excited.


[1] Wongasu adalah istilah bahasa Jawa untuk manusia anjing.

[2] Aku yakin hari itu adalah hari Minggu, karena rubrik cerpen cuma ada pada hari Minggu. J

[3] CMIIW. Aku lupa lupa lupa.

[4] Terutama karena judulnya yang sensasional.

[5] Karena menggunakan bahasa Inggris, aku mengalami kesulitan untuk membaca sekilas. :D

[6] Ingatan sudah tak sekuat dulu lagi. Memakai bahasa Inggris pula.





Think Tank

16 05 2008

A hundred years ago (just kidding..). Pada saat dunia console dikuasai oleh Nintendo dan Sega Mega Drive, ada satu game yang memiliki kesan yang dalam. Game tersebut dikembangkan untuk console Nintendo. Nama game itu adalah TANK 1990. Sounds familiar? To help you remember it, I give you some snapshot.

TANK 1990 intro

Level 1

Rings a bell? TANK 1990 adalah sebuah game bertema perang yang mengambil Tank sebagai tokoh utamanya. Gameplay-nya sederhana, kau harus menghancurkan semua tank musuh sembari melindungi “garuda”. Simple but powerful game play. Ada lebih dari 100 level (tergantung versinya) dengan peta yang berbeda-beda.

Ada beberapa fitur dalam game ini yang cukup menarik. Pertama, mode 2 players. Bermain sendiri saja sudah cukup menyenangkan. Apalagi bermain dengan teman. Pasti jauh lebih menyenangkan. Di sinilah teamwork dibangun. Kedua, mode Construction. Pada mode ini, pemain bisa membangun peta sendiri sesuai dengan imajinasinya. Di sinilah imajinasi dan strategi dibangun.

Seiring dengan berjalannya waktu, tampuk kekuasaan dunia console pun diambil alih oleh console-console baru dengan kemampuan processing dan grafik yang “wah”. Namun rasa rindu akan game jaman dulu seperti TANK 1990 tetap melekat di hati. Dan beberapa hari yang lalu, aku menemukan sebuah game dengan tema yang serupa.

Tank Commander adalah sebuah game bertema perang yang mewarisi gameplay dari leluhurnya, Tank 1990. Game ini dibuat untuk PC dan memiliki penambahan kualitas grafik yang terbilang “wah”. Game ini bersifat free dan dapat didownload secara cuma-cuma di GameTop.com. Dibawah ini adalah beberapa screenshot-nya.

Tank Commander Intro

Level 2

Battle.pngPada Tank Commander, peran “garuda” yang ingin dilindungi digantikan dengan Radar. Bonus-bonus untuk upgrade tank dan lain sebagainya dijatuhkan oleh sebuah pesawat pengangkut yang datang secara random. Pada beberapa level terdapat penambahan objek berupa non-moving defense seperti rocket turret dan EMP turret. Rocket turret menembakkan roket secara random ke semua arah. Sedangkan EMP turret menembakkan shocking bolt yang dapat membuat tank berhenti bergerak untuk jangka waktu tertentu. Serangan kedua objek ini dapat mengenai tank musuh dan tank pemain, so take a caution. Pada game ini, sayangnya, fitur Construction belum kutemukan. Namun, game ini cukup dapat membangkitkan rasa nostalgia.

Udah ya, aku main game dulu.. :D