Posts Tagged ‘cerita’
Mengejar Deadline: Budaya Bangsa?
Tulisan ini dipersembahkan untuk kawan-kawan panitia Pesta Sains 2006, khususnya tim khusus..
“Kita harus bersiap-siap mengejar deadline”, kata salah seorang seniorku. “Lagipula, mengejar deadline itu sudah menjadi budaya bangsa kita sejak jaman dahulu kala”, tambahnya lagi.
Saat itu, kami berdua baru saja selesai menggelar rapat koordinasi pada sebuah lomba yang akan diselenggarakan oleh BEM fakultas. Lomba ini terdiri atas berbagai bidang yang meliputi hampir seluruh departemen yang terdapat pada fakultas kami. Diriku saat itu kebetulan menjadi koordinator seksi khusus untuk lomba pemrograman, sedangkan sang seniorku tadi adalah koordinator seksi khusus untuk semua bidang lomba. Dengan kata lain, beliau adalah koordinator pusat dari para koordinator sub lomba. Seksi khusus adalah seksi yang bertugas untuk menyediakan soal dan memberi nilai para peserta lomba. Baca entri selengkapnya »
Email!
Aku percaya bahwa hidup itu adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini terdiri atas berbagai macam petualangan yang selalu dapat kita pilih sesuai dengan keinginan kita. Dari sekian banyak petualangan, ada satu petualangan yang ingin kubagi kali ini. Petualangan di dunia blog yang telah mengantarkanku membuka berbagai macam petualangan lain yang tak kalah mengasyikkan. Lalu kenapa judulnya Email? Sabar bung, silahkan berpetualang membaca tulisanku sampai selesai ^^.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, aku memiliki blog di sini (yang sedang anda baca sekarang). Selain itu, aku juga memiliki blog lain yang kugunakan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Blogku yang satu ini juga kugunakan untuk berpetualang dengan dunia WordPress. Aku belajar untuk instalasi dan mengatur WordPressku sendiri. Selain itu, aku juga berpetualang dengan dunia domain dan hosting yang berbayar. Sekedar untuk merasakan bagaimana caranya dan menggali ilmu dari mas-mas customer service yang senantiasa bersedia membantu (he3.. maaf telah merepotkan ^^). Baca entri selengkapnya »
Ada apa di pikiranmu?
Pada suatu hari, ada seorang karakter penasaran yang mencoba untuk melakukan eksperimen unik. Ia ingin membandingkan hitungan detik di dalam pikirannya dengan waktu yang sebenarnya. Ia mencoba menghitung waktu yang ia perlukan untuk menghitung sebanyak 60 (jumlah detik dalam satu menit) di dalam pikirannya. Dari beberapa kali percobaannya, ia menemukan bahwa rataan waktu yang diperlukannya untuk menghitung sebanyak 60 adalah 48 detik.
Rasa penasaran membuatnya melakukan percobaan lanjutan. Ia kemudian mencoba mencari tahu apakah ada faktor yang mempengaruhi laju hitungannya terhadap waktu. Ia kemudian mengulang percobaannya, kali ini sembari naik-turun tangga (diiringi dengan tatapan aneh orang yang melihatnya), membaca, berlari, dan sebagainya. Rataan waktu yang ia dapatkan ternyata tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Anehnya, ia tidak bisa menghitung sambil berbicara, seolah-olah keduanya adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara serial. Baca entri selengkapnya »
Sebuah Cerita tentang Spam
Kurang dari dua tahun yang lalu, aku dan teman-teman satu angkatan menerima pembekalan praktek lapang dari universitas. Di dalam satu ruangan tersebut kami mendapatkan berbagai macam penjelasan dan pengetahuan teknis agar kami tidak terlalu terkejut dengan kondisi di tempat kerja. Salah satu topik yang menarik perhatian adalah penjelasan mengenai spam.
“Snopes” webcomic is a courtesy of xkcd.com
Spam atau junk mail adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna web (Wikipedia). Pengertian spam ini bersifat subjektif, orang per orang. Apabila sebuah email menimbulkan ketidaknyamanan atau tidak diinginkan oleh seseorang, maka orang tersebut boleh menganggapnya sebagai spam.
Spam sudah mendarah daging dalam sejarah email. Di manapun kita membuat email, spam pasti akan menghampiri. Meski demikian, pihak penyedia email memberikan fasilitas khusus untuk menangani spam sehingga dapat mengurangi gangguan spam. Email yang masuk akan difilter dengan menggunakan logika tertentu oleh sistem dan dimasukkan ke folder tertentu supaya tidak mengganggu email utama yang kita terima.
Sepanjang pengalamanku menggunakan email, aku selalu mengira bahwa sistem filter ini diterapkan hanya untuk email yang masuk. Namun, rupanya aku salah.
Beberapa hari yang lalu, aku melakukan upgrade engine pada aggregator blog angkatanku. Meski aku pernah sukses melakukan upgrade sebelumnya, entah kenapa pada situs ini aku mengalami kegagalan. Jadi, dengan modal backup data yang aku ambil sebelumnya, aku mulai memasukkan data ke dalam sistem yang terpaksa aku install baru. Karena berbagai pertimbangan pula, aku terpaksa me-reset semua password anggota yang sudah terdaftar di sana.
Sebagai pengelola yang bertanggung-jawab, aku pun mengirimkan email notifikasi ke semua pengguna terdaftar aggregator. Kebetulan aku menggunakan GMail untuk mengirimkan notifikasi tersebut ke kurang lebih dua puluh alamat email secara serentak. Pesan sudah ditulis, alamat sudah dimasukkan ke kolom BCC, lalu klik Send.
Beberapa detik kemudian, muncul beberapa email ke dalam inbox secara beruntun. Email-email tersebut ternyata adalah notifikasi kegagalan pengiriman notifikasi yang aku lakukan sebelumnya.
Sistem memberikan penjelasan sebab gagalnya pengiriman dengan sebuah link. Ternyata sistem menganggap notifikasi yang kukirimkan tersebut adalah spam karena banyaknya jumlah pengirim. Dan satu hal lagi, GMail juga melakukan filter spam untuk email yang keluar dari sistem.
Akhirnya, aku pun mengirimkan email ke milis angkatan untuk memberitahukan notifikasi dan prosedur penggantian passwordnya. Pelajaran kita hari ini: sistem/program melakukan apa yang kita perintahkan kepada mereka, walaupun itu belum tentu yang sebenarnya kita inginkan.
Ga nyambung ya? Anyway, stop spamming!
Sabtu Ini
Hari ini adalah hari Sabtu. Sama seperti hari-hari biasanya. Perbedaannya hanyalah Syadid yang sudah pulang dari Jakarta sehingga kostan menjadi sedikit lebih ramai. Aku bangun pukul 5 kurang sedikit, bertepatan dengan suara adzan. Setelah shalat Subuh, aku meneruskan kembali membuat presentasi untuk praktikum nanti sore. Pukul 6, semua sudah selesai.
Pukul 7, aku mengirimkan sms ke salah satu pembimbingku untuk membuat janji bimbingan hari ini di Baranangsiang. Sembari menunggu, aku membeli nasi uduk di tempat langgananku. Sekalian olahraga pagi pikirku. Kira-kira pukul 8, belum ada balasan dari pembimbingku tersebut. Sesuai saran Riku, aku mengirim kembali pesan pukul 7 tadi. Setelah mandi, akhirnya smsku dibalas juga. Beliau akan menemuiku jam 2 an. Senang, aku pun bersiap-siap untuk berangkat pukul setengah 9, karena hari ini, Wawan akan mengadakan seminar tugas akhirnya di Baranangsiang.



