Software

“Dun, punya program editing gambar ga?”

“Ada nih, mau yang mana ada yang gratis, ada yang open source..”

“Adanya apa aja?”

“Ada Paint.net yang gratis, ada juga gimp ma Inkscape yang opensource”

“Apa sih bedanya gratis ama opensource?”

Secara tak sadar, ketika kita menggunakan komputer, sebenarnya kita telah menggunakan software. Apakah sebenarnya software itu? Software atau perangkat lunak adalah semua program yang digunakan untuk menjalankan komputer atau perangkat lainnya. Secara umum, ada dua jenis software. Pertama adalah software aplikasi. Software aplikasi adalah software yang dibuat untuk tujuan atau kepentingan spesifik, contohnya Notepad untuk teks editor, Winamp untuk memutar file audio, dan sebagainya. Kedua adalah software sistem. Software sistem adalah software yang menjadi tempat semua software aplikasi berjalan . Contohnya adalah Microsoft Windows, Linux, Mac OS, dan sebagainya.

Menurut cara memperolehnya (baca : harga beli dan legalitas), software dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis pertama adalah freeware. Software yang bersifat freeware dapat digunakan tanpa biaya, namun masih memiliki batasan atas hak cipta pengguna. Maksudnya, meskipun kita menggunakan freeware tersebut kita tidak boleh melanggar hak cipta atas software tersebut, misalnya penggandaan untuk orang lain atau menggunakan software tersebut untuk kepentingan lain. Biasanya freeware didistribusikan tanpa disertai dengan kode program yang bersangkutan. Lalu jika kita tidak perlu membayar, apa tujuan si pembuat freeware? Tujuan yang jelas adalah untuk promosi. Baik itu promosi diri sendiri (untuk programmer perorangan) ataupun promosi produk (untuk developer kelas kakap). Tujuan lain yang mungkin adalah untuk mendapatkan masukan dari pengguna dan ada pula (walaupun jarang ditemui) yang bertujuan untuk membobol sistem seseorang. Beberapa contoh freeware adalah Paint.net, Rocket Dock, Ccleaner, dan masih banyak lagi.

Jenis yang kedua adalah shareware. Shareware adalah software yang dapat digunakan tanpa biaya dalam jangka waktu tertentu. Setelah jangka waktu tersebut selesai, pengguna diberi pilihan, apakah akan melanjutkan menggunakan software tersebut (dengan konsekuensi membayar) atau tidak menggunakan lagi software tersebut. Terkadang pada shareware diberi batasan fitur yang hanya bisa digunakan jika pengguna membeli softwarenya. Seperti freeware, shareware masih dibatasi oleh hak cipta. Tujuan pembuatan shareware cukup jelas, yaitu memberikan contoh hasil jadi software tersebut sebelum dibeli oleh pengguna. Beberapa contoh dari shareware ini misalnya StyleXP, Window Blinds, WinRAR, dan sebagainya.

Ketiga, propietary software. Intinya, propietary software itu hampir sama dengan barang yang bisa kita beli di pasar. Jika kita ingin menggunakannya, kita harus membelinya. Propietary software sangat dibatasi oleh hak cipta. Kita tidak diperkenankan mendistribusikan kembali, mengotak-atik program, dan software ini tidak disertai dengan kode sumber.

Jenis keempat yang mulai populer adalah open source software. Berbeda dengan jenis software sebelumnya, open source software memberikan kebebasan kepada kita untuk menggunakan, mengubah sesuai dengan kebutuhan, dan medistribusikan kembali, baik software aslinya maupun yang telah kita ubah. Biasanya software yang bersifat open source menyertakan kode sumber dalam pendistribusiannya. Tujuan pembuatan open source software biasanya bukan untuk tujuan komersil, namun lebih ke tujuan sosial bagaimana sebuah software bisa bermanfaat bagi para pengguna. Beberapa contoh open source software misalnya Pidgin, qGo, Inkscape, gimp, dan masih banyak lagi.

“Jadi, tidak bingung lagi kan??”

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. Tambahan dikit ya, he3..

    – paint.net open source kok, bisa di download source code nya disini : http://www.getpaint.net/download.html#src
    – Free software memberi kebebasan untuk memodifikasi, memperlajari, dll tanpa pembatasan ( bergantung pada free software license yang digunakan )
    – Sebagai catatan, freeware beda ama free software .
    – Propietary software gampangnya adalah lawan dari free software. Propietary software dibatasi oleh lisensi sehingga kita tidak boleh menggandakan, menyalin, dan memodifikasi tanpa seizin yang punya hak cipta.
    – freeware dan shareware termasuk kategori propietary software.
    – Program yang bertujuan merusak, menyampah, dll namanya malware.
    – Software yang open source PASTI menyertakan source code nya. Cuman mau download source code nya atau enggak itu terserah kita, he3..

    Referensi :

    http://en.wikipedia.org/wiki/Free_software
    http://en.wikipedia.org/wiki/Proprietary_software
    http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_software

    Balas
  2. tesa

     /  November 15, 2008

    bagus bgt.., penjelasanya jadi saya dpt tau ttg software..
    terima kasihya google…

    Balas
  3. Ade Rachmat & Ali Andhika bayi

     /  September 2, 2009

    Kok jenis jenis software ga lengkap sih kenapa ya…..
    Kirimin lagi donk, soalnya kami lagi cari jenis-jenis software.
    Kirim ya heeeee………………….

    Balas
  4. Ade Rachmat & Ali Andhika bayi

     /  September 2, 2009

    Kak jangan pake bahasa inggris donk, saya agak kagak ngerti…

    Balas
  5. well,, sebenarnya untuk mendefinisikan jenis software itu agak susah, karena tidak ada petunjuk yang jelas mengenai apa yang menjadi pembedanya..

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: