IBM Open House for University Student: unZip the journey

Trreettt, trreettt, hapeku bergetar (emang bunyinya gitu ya??). Ada panggilan masuk dari nomor Bogor. Saat itu aku sedang berada di student center, tepatnya di sekret Himalkom. Jamnya? Mungkin sekitar jam satu siang. Keadaan di sekret cukup sepi, hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu kuliah (termasuk aku).

“Nomor siapa nih”, tanyaku dalam hati. Segera kuangkat (maksudnya kuterima, pen.). Ternyata itu dari Pak Fatur. Pak Fatur adalah salah seorang staff TU di Dept. Ilkom. Beliau menawari aku untuk ikut ke acara Open House IBM yang akan diselenggarakan besok. Sesaat aku masih ragu, karena besok – pada saat yang bersamaan – aku akan pergi ke Biotrop untuk wawancara PKL. Namun setelah bertanya-tanya dan meminta pertimbangan dari berbagai belah pihak (termasuk calon rekan PKL), akhirnya aku memutuskan untuk ikut ke IBM (jarang-jarang dapat kesempatan seperti ini..).

Beberapa jam kemudian, kuliah Paralel pun dimulai. Kuliah kali ini hanya berisi persentasi dari beberapa kelompok, sementara yang lainnya hanya duduk dan mendengarkan (atau bertanya – bila ngerti). Sesaat aku merasakan hapeku bergetar kembali. 1 Missed Call (kayak judul film aja..). Rupanya aku telat menyadarinya sehingga panggilan tersebut tidak aku terima. Aku kemudian mengecek nomor yang menghubungiku, ternyata nomor Dept. lagi. “Wah, apa yang aku lewatkan ?”, pikirku. Soalnya sampai saat ini, aku belum mengetahui sama sekali kapan harus kumpul, apa saja yang dibawa, atau apa acara di sana besok. Ingin sebenarnya aku menelpon kembali nomor tersebut, namun sayang aku belum mengisi pulsa (masa aktif habis, T_T). Ya sudahlah, aku pasrah saja.

Tak lama kemudian, hapeku bergetar lagi. Kali ini ada pesan yang masuk.

“Besok kumpul jam setengah enam di pojok mipa, bawa almamater. Hubungi Diku”

Alhamdulillah, ternyata aku masih dikasih tahu. Si Ardi yang berada beberapa bangku di depanku menoleh ke belakang dan berbisik, “Rif, besok jam setengah enam di pojok mipa, bawa almamater”. Aku membalas dengan bisikan, “Iya Di, udah dikasih tahu”.

“Wah, jam setengah enam.. agak berat nih. Nanti malam kan final futsal ilkom”, pikirku, “semoga saja besok bisa bangun pagi..”

….

Tit tit tit tittt, alarmku berteriak-teriak membangunkanku. “Wah sudah jam lima kurang seperempat”, segera aku bangun dan mengambil air wudhu. Tadi malam aku tidur sekitar jam 12 malam, setelah mencoba menulis outline PKL untuk dititipkan ke Biotrop – beberapa jam setelah menyaksikan kekalahan tragis Ilkom. Setelah salat dan mandi, aku membangunkan Syadid.

“Did, anterin aku sebentar donk..”

“Heh, emang mau kemana?”, jawabnya sambil terkantuk-kantuk.

“anterin ke pojok mipa.. sebentar aja”

“iya deh, sebentar”

Tak lama kemudian, aku dan Syadid meluncur ke pojok mipa.

“Sudah Did, tinggal aja”

“Emang kamu mau ke mana?”

“IBM..”

“Ohh..”

Jam setengah 6 kurang lima menit. Suasana di pojok mipa masih sepi, walau ada beberapa orang yang lalu lalang. Masih agak gelap, namun belum nampak “rombongan” yang akan ke IBM hari ini.

Sambil menunggu, aku membaca mading-mading yang ada di pojok mipa. Ada mading dari Himalkom dan beberapa mading lainnya. Satu yang menarik perhatianku adalah artikel mengenai Keong Mas yang merusak sawah petani. Iseng, aku pun mengirim sms ke Ardi (kali ini udah beli pulsa..).

“Di, jam setengah enam di pojok mipa kan?? Kok blom ada orang??”

“Iya. Tunggu aja, biasa kan orang Indonesia sering telat. Ardi ga jadi ikut. Blom ngerjain tugas sismul”, jawabnya beberapa menit kemudian. Well, aku sebenarnya nggak begitu suka dengan orang yang terlambat. Seakan-akan “respect”-ku terhadap orang tersebut langsung hilang. Karena masalah terlambatlah aku jadi ga bisa ikut lomba igo (even, it’s not a big deal).

So, right now, I feel like I’m totally alone. Soalnya aku ga tahu nanti bakal berangkat ma siapa saja. Jadi aku memutuskan untuk meneruskan membaca.

Tak berapa lama, Halida pun datang.

“Belom ada orang ya??”

“Belom, katanya jam setengah enam ya??”, kataku sambil melihat jam yang menunjukkan pukul setengah enam lebih sepuluh. Beberapa menit kemudian, datang mas Diku dan mas Jemi, disertai mas David dan Nur.

“wah, aku tadi malem tidur jam 4.. kost-an rame banget pada nonton Champion”

“si Ifnu mana??”

“Tau, tadi katanya lagi mandi..”

Ooo.. mas Ifnu ikut juga toh.. Kemudian muncul mas Ifnu, disusul Dani (anak 42) beberapa menit (atau jam ya??) kemudian.

Semua teka-teki mulai terungkap. Ternyata kami semua akan berangkat ke IBM naik mobilnya mas Diku (Kijang Innova). Setelah dihitung –hitung, total ada 10 orang yang berangkat. Dengan formasi 4-4-2, kami memasuki mobil. Agak sempit memang, sekarang aku mengerti rasanya menjadi file yang di-zip . Finally, sekitar jam setengah tujuh, mobil berjalan meninggalkan Bogor.

….

“Di sini nih, ada patung bapaknya Diku..”

“maksudnya patung buat bapakku..”

“emang kenapa kok dikasih patung??”

“oh, di sini kalo ada warga yang peduli sama lingkungan, dikasih kenang-kenangan patung..”

Saat itu, mobil yang membawa kami sedang melewati perumahan Pondok Indah. Rumah-rumah besar terlihat baik di sisi kiri maupun kanan jalan. Jalanan cukup ramai, banyak mobil yang lalu lalang. Tampaknya mereka semua mempunyai keperluan masing-masing. Di tengah jalan—di antara lajur kiri dan kanan—terdapat pot yang berjajar. Terkadang di antara pot-pot tersebut terselip sesosok patung, yang sedang ramai kami bicarakan.

Di dalam mobil, hanya ada beberapa orang yang masih sadar—lainnya masih pada tidur. Sekarang sekitar pukul 8 pagi, hanya setengah jam lagi sebelum acara kedua dimulai. Namun, tampaknya lalu lintas Jakarta tidak mengijinkan kami untuk melaju lebih kencang.

Setengah jam kemudian, kami akhirnya tiba di jalan Sudirman. Di sinilah letak gedung Landmark, kantor IBM berada.

“Gedung Landmark di mana ya??”

“Loh, kamu blom tahu ya tempatnya?”

”di alamatnya sih ditulis Jalan Sudirman nomor satu.., nah itu dia..”

Mobil pun berjalan memasuki pelataran parkir gedung Landmark yang cukup ramai (maksudnya, banyak mobilnya). Beberapa menit kemudian, kami memakai almamater dan bersiap untuk memasuki gedung, berharap masih bisa mendapatkan breakfast (maklum, laper..).

….

Pintu kaca pun terbuka. Kami bergegas masuk ke dalam. Aku sempet terperangah melihat isi gedung Landmark ini. Lantai dasar gedung ini memiliki lantai berwarna hitam. Di bagian atas, sebagai pengganti eternit, dipasang cermin yang memantulkan bayangan orang-orang di lantai tersebut. Di depan pintu, ada petugas keamanan yang memeriksa identitas semua orang yang masuk ke gedung. Setiap orang (atau perwakilannya) diberikan tanda pengenal khusus. Selangkah kami maju, terdapat suatu lorong yang di kanan kirinya terdapat lift. Sebelum masuk ke lorong tersebut, ada ruang yang cukup besar dimana terdapat mesin ATM dan sebuah eskalator. Kami lalu berbaris di depan lift yang mengkilap (wawww….).

“Siap-siap ya, lantai 30 nih..”

“hah, lantai 30..??!!”

“iya, kalo ga siap-siap ntar bisa muntah lho..”

Pintu lift pun terbuka. Kami segera memasukinya, berharap tidak overweight (untung orangnya kecil-kecil). Lift pun naik menuju tujuan kami, lantai 30. Setelah beberapa menit merasakan hukumnya pak Newton, akhirnya kami pun sampai di lantai 30 (fiuhh, ga ada yang muntah..).

Ting… Pintu lift terbuka. Aku melihat papan nama IBM terpampang di dinding. Ada beberapa orang, sepertinya penerima tamu, yang menyapa kami dengan ramah.

”Silahkan mas, registrasi dulu di sana”, kata salah seorang dari mereka sambil menunjuk ke arah kanan. Di sebelah kanan, tampak sebuah meja panjang dengan beberapa laptop IBM Thinkpad di atasnya (wwaawww, kakkoii..!!). Layar laptop tersebut menunjukkan sebuah software, digunakan untuk mencatat data seseorang (dalam hal ini pengunjung OH).

“Jangan lupa ambil gambar ya.. sehabis itu ambil kartu ID di sebelah sana”

Rupanya setelah memasukkan data pribadi (dan foto pribadi), data tersebut akan dicetak menjadi kartu ID dengan menggunakan dua buah printer yang tersedia di sana.

“Silahkan masuk dulu saja mas, breakfast dulu”

“Iya mas, nanti kartu Idnya kami antar.. jangan kuatir”

Mendengar kata breakfast, semangat 45 sempat mau keluar. Namun mau tidak mau harus ditahan (demi menjaga nama baik almamater :P…). Kami pun memasuki lorong kecil dan tiba di sebuah aula yang cukup besar dan nyaman. Di sebelah kanan terdapat meja prasmanan yang berisi berbagai macam makanan untuk breakfast. Ada nasi, ayam, telur, krupuk dan sambal (ehmm, jadi laper..). Agak jauh dari sana terdapat beberapa meja makan yang ditata layaknya sebuah restoran. Ada delapan meja (kalau ngga salah). Di deret belakang meja tersebut terdapat dua baris kursi tanpa meja yang masih kosong. Di pojok, terdapat meja pengatur sound system. Aku, mas Ifnu, dan mas Jemi menduduki meja paling belakang. Tiga warga IPB lain duduk di meja di depan kami. Agak jauh, di meja paling depan, warga IPB sisanya duduk bersama dengan Pak Irman yang sudah hadir sejak awal (maaf pak, telat…). Meja lain sudah cukup penuh dihadiri oleh peserta dari universitas lain. Ada yang dari Bina Nusantara, STT Telkom, dan Universitas Tarumanegara.

<bersambung>

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. cira

     /  Mei 25, 2007

    mana kak sambungannya? penasaran niii

    Balas
  2. sabar… sabar….

    Balas
  3. khawanz

     /  Juni 2, 2007

    ko’ gw ga diajak rif???

    Balas
  4. maaf di, ak juga diajak….😀

    Balas
  5. cira

     /  Juni 8, 2007

    hoho bersambung lagi kak??
    dahsyat banget nih…
    pasti kantorna enak banget!
    uooo.. bau kemewahan dah tercium…
    mana kayaknya acaranya xklusif banget!!

    Balas
  6. enak banget, sayang ga bisa dimakan (garing,,,)
    ekslusif ?? Don’t know about that..
    belom sempat nulis lagi,, lagi banyak tugas..

    Balas
  7. cira

     /  Juni 9, 2007

    eh, apa pengertian cira ttg xklusip yang salah ya?
    hehe…

    Balas
  8. emang pengertianmu ttg xklusip bagaimana??

    Balas
  9. boong tuh, rif…
    ifnu KAGAK mandi pergi ke ibm..
    ih..sapa ayo yang deket dia???nyesel loh…
    ih……..

    Balas
  10. pantes.. kok ada bau2 apa gitu… 😀

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: