Akhirnya Datang Juga…

Setelah menunggu selama satu bulan dua minggu lebih dua hari, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Rencananya kegiatan praktek lapang[1] akan dicek oleh utusan dari Departemen. Teman-teman lain yang tersebar di seluruh penjuru Jabotabek ramai memberitakan bahwa tempat mereka sudah dikunjungi (istilah kerennya supervisi) oleh beberapa orang dosen[2]. Tetapi mengapa, aku dan tiga temanku yang lain tak kunjung jua dikunjungi, padahal lokasi PKL kami di Bogor[3].

Namun akhirnya saat itu tiba juga. Hari itu adalah hari Rabu. Seperti biasa, aku dan rekan kerjaku (ehmm.. gaya dikit.) mulai sibuk mengutak-atik program proyek kami. Aku dan Didit berada di ruangan yang berada agak di belakang, sedang Pandu dan Rahmat berada di kantor paling depan[4]. Saat sedang asyik, tiba-tiba Rahmat masuk lewat pintu yang berada di belakang kami.

”Eh, ada telepon tadi dari bu Yuni[5]. Katanya pak Hary udah ada di BTIC[6] dan sedang dalam perjalanan kemari”.

Sontak kami berdua kaget, loh udah waktunya toh. Si Didit sambil senyum-senyum mengatakan bahwa dugaannya dari semula memang yang akan supervisi ke sini adalah pak Hary.

“Oh ya, tolong kasih tahu pak Iwan[7] sekalian ya Dit…”.

”di SMS??”.

”Pak Iwannya ada kok di perpus..”

Didit pun lalu keluar, hendak mencari pak Iwan. Namun baru keluar, rupanya pak Iwan kebetulan sedang lewat.

“Pak, nanti ada supervisi dari Departemen, sekarang sedang di BTIC menuju kemari”

“Oh ya, nanti saya temui”

Setelah semua urusan selesai, kami pun melanjutkan pekerjaan kami.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara-suara yang familiar di telinga. Yap, suara pak Hary. Beberapa menit kemudian, Pandu muncul di belakang kami.

”Pak Hary udah datang tuh.. di kantornya pak Iwan”

”Wah.. Kita ke sana nih?”

”ya iya…”

Sambil membawa jantung yang berdegup kencang, kami menyusuri lorong pendek menuju kantor pak Iwan. Di sana tampaklah pak Hary berdiri membelakangi pintu masuk. Di sebelah kanannya, sedang duduk di depan meja tampak Rahmat sedang memandangi layar komputer. Pak Iwan, berdiri juga, berada di seberang Rahmat. Mereka tampaknya sedang mengobrol santai.

Saat kami bertiga masuk, pak Hary menganggukkan kepala menjawab anggukanku. Kami mengambil posisi di belakang Rahmat sambil memandang pak Iwan. Setelah beberapa saat pak Hary pun mulai bertanya.

”Jadi Pandu sama Rahmat di sini? Yang lainnya di ruangan belakang?”

”Iya pak..”, jawab kami serentak.

Pak Hary lalu mengutarakan pertanyaan, tampaknya ditujukan kepada Pak Iwan.

”Gimana pak, ada yang sesuatu yang aneh[8] nggak dari mereka??”

”Enggak kok, mereka rajin-rajin[9], jawab pak Iwan sambil tersenyum kecil.

Kemudian, setelah menjelaskan sesuatu mengenai laporan dan persentasi, beliau pun berpamitan. Mau bertemu siapa dulu, kata beliau. Kejadian ini hanya berlangsung kurang lebih lima belas menit[10].

Setelah pak Hary meninggalkan ruangan diikuti pak Iwan. Kami pun ramai membahas pertanyaan pak Hary tadi. Setelah puas, kami pun kembali mengerjakan tugas.

Saat sedang asyik mengerjakan tugas lagi, tiba-tiba buYuni datang.

”Hayo.. dikunjungi dosen..”, kata beliau sambil tersenyum-senyum.

Setelah supervisi ini, kami merasa sedikit plong dan mulai serius untuk menyelesaikan tugas karena deadline hampir di depan mata (tinggal beberapa meter lagi…). Akhirnya datang juga…


[1] Praktek lapang ini sedang aku jalankan bersama teman-teman yang lain sebagai salah satu kegiatan wajib di kampus tempat aku kuliah.

[2] Dari milis angkatan, semuanya ramai menceritakan kisahnya saat di-supervisi. Ada yang kaget, ada yang sudah tahu duluan, ada pula yang komentar, “Kok cuman sebentar ya supervisinya??”

[3] Ada yang berpendapat mungkin justru karena di Bogor jadinya bisa santai. Toh deket, jadinya bisa kapan saja.. Plus tidak diberitahukan siapa yang akan mengunjungi.. Ini yang membuat aku dan kawan2 dag-dig-dug

[4] Ruangan yang dipakai oleh kedua rekanku ini adalah IRU-1, artinya ruangannya pak Kepala IRU. Untuk lebih lengkapnya baca halaman PKL Story, Okeh..!!

[5] Bu Yuni adalah salah seorang staf IRU yang menangani bagian dokumentasi.. lebih lengkapnya baca di PKL Story.. =P

[6] BTIC—Biotrop Training and Information Center. Lokasinya di dekat pintu gerbang, sedangkan ruangan tempat kami berada masih masuk lagi ke dalam dan melewati satu pintu gerbang lagi. Dengan kata lain, beda gedung..

[7] Pak Iwan adalah supervisor aku dan Didit. Beliaulah pemilik kantor tempat Rahmat dan Pandu bekerja dan bermain. Beliau lebih sering di BTIC daripada di sini, jadinya no problem..

[8] Pertanyaan ini membuat kami semua sempat tersenyum sambil terheran-heran.. Pertanyaan yang aneh.. =P

[9] Ehmm.. ehm.. jadi malu.. J

[10] Lima belas menit yang melegakan..

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. dianadelia

     /  Agustus 23, 2007

    arif masih lebih beruntung
    didi,intan,hani baru di supervisi H-1 KRS-an,,,(21 agus)
    padahal imam dan tahu yang PKL di kantor yang bersebelahan ma TELKOM udah di spervisi bbrp mgg sebelumnya,,,,

    Balas
  2. i’m not complaining.. just telling a story…😀

    Balas
  3. Arif,
    Link blog-ku diupdate dong =)
    Thanks…
    -Nur

    Balas
  4. yap.. maaf lupa…

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: