Ubuntu 7.04: Repo-repo iso…

Ubuntu 7.04 : Repo-repo iso…

Kemarin saya kebetulan mendapatkan image (.iso) repository Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn) dari seorang teman. Pertama saya pikir saya harus mengeluarkan uang untuk membeli empat keping DVD. Namun ternyata, keempat iso repository itu tak perlu dibakar terlebih dahulu untuk bisa digunakan. Bagaimanakah caranya? Tulisan ini akan mencoba memberikan langkah-langkahnya. Namun karena saya (si penulis) masihlah seorang newbie, mohon dibenarkan kalau misalkan ada kesalahan (CMIIW). Okeh, mari kita mulai.

Alat dan Bahan

Langkah pertama, siapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang diperlukan. Bahan-bahan tersebut antara lain:

1. Komputer yang sudah terinstall Ubuntu 7.04, yang ini wajib ada..

2. Repository Ubuntu 7.04, kalau bisa sebanyak-banyaknya. Kebetulan saya mendapatkan empat buah iso, mau??

3. Kursi yang nyaman digunakan, supaya duduknya enak..

4. Penerangan yang cukup, supaya mata tidak sakit..dan,

5. Makanan kecil plus minuman seger.. (kalau puasa jangan ya… :D)

Jika semua bahan di atas sudah tersedia, saatnya kita memulai eksperimen kita. Oh ya, sebelumnya back-up dulu semua data anda (just in case… prepare for the worst). Kita lanjut ke langkah kedua, yaitu mounting file iso tersebut ke dalam direktori.

Mounting file iso

Mounting itu apa? Mounting adalah proses memasukkan isi media penyimpanan ke dalam sistem direktori file system sehingga sistem operasi kita bisa membacanya (CMIIW). Bagaimana caranya?

1. Kita akan menyiapkan terlebih dahulu direktori tempat kita akan me-mounting file iso.

Rencananya, direktori tempat iso tersebut akan di-mount adalah di direktori /repo. Kemudian, setiap file iso masing-masing akan saya mounting di direktori /repo/satu hinggan /repo/empat.

Buka terminal/konsole, ketik command sebagai berikut:

$ sudo mkdir /repo$ cd /repo

$ sudo mkdir satu/

$ sudo mkdir dua/

$ sudo mkdir tiga/

$ sudo mkdir empat/

Maksudnya apaan tuh?? Oke akan saya coba jelaskan satu persatu. Pada baris pertama, kita akan membuat sebuah direktori bernama repo yang terletak pada direktori /. Baris kedua, kita berpindah ke dalam direktori /repo yang baru saja kita buat tadi. Baris ketiga sampai keenam, kita membuat subdirektori dalam direktori /repo yaitu direktori satu, dua, tiga, dan empat.

Sampai di sini kita telah mempunyai sebuah direktori /repo yang berisi empat buah subdirektori yaitu satu, dua, tiga, dan empat.

2. Langkah selanjutnya adalah kita mounting satu persatu file iso tersebut ke dalam direktorinya. Caranya, pada terminal/konsole ketikkan command berikut:

$ sudo mount -o loop /direktori/tempat_iso1_berada /repo/satu$ sudo mount -o loop /direktori/tempat_iso2_berada /repo/dua

$ sudo mount -o loop /direktori/tempat_iso3_berada /repo/tiga

$ sudo mount -o loop /direktori/tempat_iso4_berada /repo/empat

/direktori/tempat_isox_berada diganti dengan direktori anda menaruh file iso tersebut. Misalkan file iso kita letakkan pada direktori /d dan file iso yang kita miliki bernama ubuntu-7.04-repository-i386-x_contrib.iso maka command-nya akan menjadi sebagai berikut:

$ sudo mount -o loop /d/ubuntu-7.04-repository-i386-1_contrib.iso /repo/satu$ sudo mount -o loop /d/ubuntu-7.04-repository-i386-2_contrib.iso /repo/dua$ sudo mount -o loop /d/ubuntu-7.04-repository-i386-3_contrib.iso /repo/tiga

$ sudo mount -o loop /d/ubuntu-7.04-repository-i386-4_contrib.iso /repo/empat

Setelah semua proses berjalan dengan sukses, silahkan mengecek terlebih dahulu apakah semua iso telah di-mount dengan benar. Silahkan melihat terlebih dahulu isi dari direktori /repo. Semuanya oke? Mari kita lanjutkan ke langkah selanjutnya: menambahkan direktori ke dalam source repository Synaptic Package Manager.

Menambahkan repository ke Synaptic Package Manager

Synaptic Package Manager (utilitas untuk mengatur package di Ubuntu) mengambil daftar software dari repository yang alamatnya sudah didaftarkan sebelumnya (CMIIW). Daftar yang berisi alamat sumber repository ini berada pada /etc/apt/sources.list. Jadi sekarang mari kita tambahkan alamat repository yang sudah kita mount tadi ke dalam daftar ini.

Tapi tunggu dulu, sebelumnya kita lihat terlebih dahulu isi dari setiap direktori iso yang telah kita mount. Dari iso yang saya dapat, iso pertama berisi direktori main dan restricted di bawah direktori feisty. Iso kedua dan ketiga berisi direktori universe. Sedangkan iso keempat berisi direktori universe dan multiverse. Sama? Mari kita lanjutkan.

1. kita buka terlebih dahulu file sources.list. Caranya dengan mengetik command (dalam terminal) berikut:

$ sudo gedit /etc/apt/sources.list

Jika anda menggunakan KDE, gunakan kwrite atau kate.

$ sudo kwrite /etc/apt/sources.list
  1. Untuk sementara, karena kita sedang offline, kita berikan blok comment ke semua alamat repository yang sudah ada. Yang mana? Yang di depannya diawali dengan kata deb atau deb-src.
  2. Setelah itu, kita tambahkan alamat repository yang telah kita mount sebelumnya. Bagaimana cara penulisannya? Pertama kita asumsikan bahwa file iso tadi kita mount seperti langkah sebelumnya, yaitu pada direktori /repo/satu sampai dengan /repo/empat. Kedua, kita tambahkan ke dalam sources.list sebagai berikut:
. . .deb file:///repo/satu feisty maindeb-src file:///repo/satu feisty maindeb file:///repo/satu feisty restricted

deb-src file:///repo/satu feisty restricted

deb file:///repo/dua feisty universe

deb-src file:///repo/dua feisty universe

deb file:///repo/tiga feisty universe

deb-src file:///repo/tiga feisty universe

deb file:///repo/empat feisty universe

deb-src file:///repo/empat feisty universe

deb file:///repo/empat feisty multiverse

deb-src file:///repo/empat feisty multiverse

. . .

  1. Simpan file tersebut. Kemudian bukalah System | Administration | Synaptic Package Manager, lakukan reload sesuai dengan kebutuhan.

Kemudian bersiaplah untuk langkah selanjutnya…

Langkah selanjutnya…

Selesai.. sudah.. finish.. the end..😀. Sekarang kita tanggal memilih daftar package yang ingin kita install ke dalam sistem kita dengan sedikit click kiri dan kanan.

Ada yang masih gagal? Let me know.. Ada yang tahu cara yang lebih canggih? Silahkan di-share… terima kasih.. Akhir kata, semoga ilmu kita bertambah.. Mohon maaf bila ada kesalahan..

P.S. Thanks bwt mas April.,

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

17 Komentar

  1. Mau donk file iso-nya …

    Balas
  2. sudah dapet kan kemaren?😀

    Balas
  3. Thank’s ya rif…

    Balas
  4. sama-sama mas..

    Balas
  5. saya sayang sama ubuntu.
    Sayang kehandalannya ……
    Sayang karena masih ada turunan Debian
    Sayang karena repositorynya
    Sayang karena gratisnya
    Sayang karena saya muak Mi******t

    Balas
  6. @sagung: wah opini mas semakin menguatkan kalimat yang saya temukan di sebuah web… (baca: Menurut Anda?)

    Balas
  7. wah thanks banget mas!!! ini yg saya cari2…segera saya coba

    Balas
  8. selamat mencoba mas.. senang bisa membantu..😀

    Balas
  9. setelah saya coba mas….ini yg terjadi

    root@linuxmint:~# sudo mount -o loop /media/media/sda1/iso/Ubuntu 7.04 – i3.iso /repo/satu
    Usage: mount -V : print version
    mount -h : print this help
    mount : list mounted filesystems
    mount -l : idem, including volume labels
    So far the informational part. Next the mounting.
    The command is `mount [-t fstype] something somewhere’.
    Details found in /etc/fstab may be omitted.
    mount -a [-t|-O] … : mount all stuff from /etc/fstab
    mount device : mount device at the known place
    mount directory : mount known device here
    mount -t type dev dir : ordinary mount command
    Note that one does not really mount a device, one mounts
    a filesystem (of the given type) found on the device.
    One can also mount an already visible directory tree elsewhere:
    mount –bind olddir newdir
    or move a subtree:
    mount –move olddir newdir
    A device can be given by name, say /dev/hda1 or /dev/cdrom,
    or by label, using -L label or by uuid, using -U uuid .
    Other options: [-nfFrsvw] [-o options] [-p passwdfd].
    For many more details, say man 8 mount .

    APANYA YANG SALAH GITU???FILE *.ISO SAYA TSB BERADA DI SEBUAH PARTISI NTFS
    SEMOGA DIBANTU….:) TERIMAKASIH SEBELUMNYA

    Balas
  10. KOREKSI : root@linuxmint:~# sudo mount -o loop /media/media/sda1/iso/Ubuntu 7.04 – i3.iso /repo/satu YANG BETUL :root@linuxmint:~# sudo mount -o loop /media/sda1/iso/Ubuntu 7.04 – i3.iso /repo/satu

    Balas
  11. hmm.. punya account ym ga mas??

    kalo engga chatnya pake gmail aja..
    pengen nanya lebih detil..

    Balas
  12. Kesalahan sudah teratasi:😀

    “KOREKSI : root@linuxmint:~# sudo mount -o loop /media/media/sda1/iso/Ubuntu 7.04 – i3.iso /repo/satu YANG BETUL :root@linuxmint:~# sudo mount -o loop /media/sda1/iso/Ubuntu 7.04 – i3.iso /repo/satu”

    kesalahan yg diatas ternyata terajdi pada nama file iso saya (Ubuntu 7.04 – i3.iso).setelah saya rename menjasi repo1.iso etc….., the problem solved. Terimakasih banyak mas arif!!!:D

    cuma setiap habis restart harus re-mount terus ya????
    biar ga harus remount gimana ya?

    Balas
  13. hmm.. belum pernah nyoba tuh.

    Coba ditambahin di file /etc/fstab. siapa tahu bisa..

    Saya coba dulu ya..

    switching experiment mode: on

    Balas
  14. ido

     /  November 9, 2007

    betul broooo….harus dimasukin ke /etc/fstab…masih experimen juga niey
    hehe
    ubuntu-rule

    Balas
  15. sip..

    terima kasih atas commentnya mas…

    salam kenal😀

    Balas
  16. cempolizer

     /  Juni 16, 2008

    mas mau dong file iso-nya …

    Balas
  17. Oke.. gimana caranya ya??

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: