WordPress di-block?

Beberapa hari yang lalu, jaringan internet di kampus sedang mengalami perbaikan. Akibatnya koneksi internet yang biasanya lancar mengalami sedikit gangguan. Beberapa situs agak lama untuk ditampilkan. Salah satunya adalah situs ini, WordPress.

Sambil menunggu, beberapa pikiran sempat terlintas dalam benak saya. Saat ini, banyak orang (termasuk mahasiswa tentunya), yang telah memiliki blog. Dan salah satu penyedia blog terbesar (dan gratis) adalah WordPress. Karenanya, akses permintaan menuju blog tersebut pastinya meningkat dan sedikit banyak berpengaruh kepada jaringan kampus.

Kasus Friendster

Sebelum melangkah lebih jauh, saya akan menceritakan kasus Friendster yang terjadi di kampus. Beberapa tahun yang lalu pihak pengelola internet kampus mengeluarkan kebijakan untuk menge-block akses menuju situs Friendster. Alasannya sangat masuk akal, para dosen merasa koneksi internet menjadi lambat untuk mengakses jurnal dan publikasi online. Mengapa? Rupanya banyak mahasiswa yang membuka situs Friendster (termasuk angkatan saya). Oleh sebab itu, kebijakan menge-block situs Friendster pun segera digulirkan.

Kebijakan menge-block situs Friendster ini menuai banyak sekali protes dari kalangan mahasiswa. Salah satu dosen, yang kebetulan pengelola internet di kampus, pernah bercerita bahwa ada mahasiswa yang mengancam akan meng-hack situs kampus di buku tamu situs kampus. Namun pihak pengelola tetap kukuh untuk menegakkan kebijakan ini. Seiring dengan berjalannya waktu dan tambahan bandwidth yang dimiliki, akhirnya pihak pengelola mau membuka akses menuju Friendster setelah pukul 4 sore.

Friendster vs WordPress

Meningkatnya mahasiswa yang melakukan aktivitas blogging sedikit banyak memunculkan sedikit kekhawatiran. Akses menuju WordPress (dan atau situs penyedia blog lainnya) akan meningkat dan akhirnya memengaruhi kondisi jaringan kampus. Namun, akankah situs ini akan bernasib sama dengan Friendster?

Berbeda dengan Friendster, situs WordPress memiliki manfaat lebih. Pertama, situs ini memungkinkan penggunanya untuk melatih bakat menulis mereka. Kedua, artikel yang ditulis terkadang berguna bagi pengguna. Ketiga, pengguna yang malas membuat situs, bisa menggunakan situs ini sebagai publikasi hasil penelitian atau artikel ilmiah mereka. Alasan ini rasanya cukup untuk “membendung” kemungkinan pihak pengelola menge-block situs ini.

Jadi, akankah akses menuju WordPress akan di-block? Saya sebagai pengguna hanya bisa berharap cemas, semoga hal ini tidak terjadi. Bagaimana menurut Anda?

 

 

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

2 Komentar

  1. noname

     /  April 5, 2009

    Halo bang.. apa kabar.. Gmn crnya bikin blog dengan template sendiri dan coding html (menyisipkan kode)? Trus gmn supaya halaman gak pjng kebwh?

    Balas
  2. antu

     /  April 11, 2009

    syp yg online skrg??

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: