Menjemput DORA dan SUSE (II)

Hari II, Rabu 21 November 2007

 Aku memasuki ruang sidang kecil tempat seminar akan digelar. Banyak mahasiswa yang sudah hadir. Aku termasuk salah satu yang datang agak terlambat. Moderator, dosen pembimbing, dan pembahas sudah menempati tempat duduknya. Pembahas seminar kali ini adalah teman seangkatanku, yaitu Arif, Rahmat, dan Maul. Mereka tampaknya sedang memusatkan perhatian pada makalah yang diberikan oleh pembicara. Aku mendapati bangku yang masih kosong di sebelah Ferdi. Dan aku pun menempatinya sambil menyapa Ferdi. Tak lama kemudian seminar pun dimulai.

 Seminar diakhiri dengan penjelasan dosen pembimbing yang fenomenal. Seolah semua yang kami tidak pahami dengan mudahnya dijelaskan olehnya. Aku pun semakin kagum dengan dosen tersebut. Beberapa saat kemudian, para mahasiswa pun bubar dengan sedikit kekacauan dalam pembagian makanan[1].

 Aku keluar dari perpustakaan tempat ruang sidang tersebut berada. Di depan, terlihat Arif dan Ferdi sedang asyik membicarakan sesuatu. Kudekati mereka, rupanya mereka memunyai rencana untuk pergi ke KPSI. Arif menyadari kehadiranku dan mengajakku.

 “Pras, mau ikut ke KPSI ga?”.

 “Mau ngapain di KPSI?”.

 “Mau ngopi sama pak Heru”, jawabnya sambil memeragakan orang minum kopi.

 “Hah??”

 “Mau ngopi distro, maksudnya”, sambil terkekeh-kekeh.

 “Boleh deh”

 Tanpa sadar, aku telah mengikuti perjalanan mereka. Di tengah jalan, kami bercerita-cerita mengenai beberapa game dan unsur pendidikan di dalamnya. Mulai dari game PD II yang FPS maupun yang RTS. Akhirnya sampailah kami ke bangunan teraneh di kampus kami. Bangunan ini berbentuk seperti limas segiempat, dan diisi oleh rektor dan staf pendukungnya.

 Kami berjalan beriringan menuju ke kantor KPSI tempat biasanya pak Heru berada. Cuman ada satu yang terlupa, biasanya hari Rabu para dosen sedang menghadiri acara rapat di Departemennya masing-masing. Begitu juga pak Heru. Beliau sedang tidak berada di sana. Kami ditemui oleh mas-mas[2] yang sedang mengelola server.

 “Pak Herunya ada mas??”

 “Oh, lagi ga ada, ada apa ya??”

 “Kami mau mengopi distro linux yang didownload pak Heru kemaren”

 “oh yang chatting kemaren ya??”

 “Iya…”

 “Kemaren pak Heru bilangnya bagaimana??”

 “Kemaren katanya langsung datang ke KPSI”

 “Ga bilang tentang bayar 10 ribu??”

 “Hah!!”

 “Kemaren soalnya pak Heru meminta saya untuk membakarkan ke dalam DVD”

 “Kalau ngopi isonya saja gimana mas?? Kami bawa komputer kok”

 “Sebentar ya, saya hubungi pak Heru dulu.. Komputernya diidupin dulu aja”

 Sembari menunggu masnya menghubungi pak Heru, kami duduk di sebelah ruangan yang berlimpahan sinyal tak kasat mata. Di sana disediakan meja dan kursi untuk para mahasiswa (biasanya S2) untuk mengakses dunia maya dengan komputer mereka masing-masing.

 Tak lama kemudian, masnya datang dan mengatakan kabar yang tidak cukup baik.

 “Kata pak Heru, isonya mau dibakar dulu ke DVD, trus kalian bisa membeli DVDnya seharga 10 ribu[3]. Sekarang belum dibakar, jadi mungkin nanti siang saja kembali lagi ke sini. Pesannya tadi apa saja??”

 “Fedora 8 dan OpenSuse 10.3”

 “Ya nanti saya bakarkan”

 “Ya udah mas, terimakasih banyak..”

 Dengan langkah kecewa tapi masih menunggu harapan, kami pergi meninggalkan gedung tersebut. Di koridor milik fakultas terbesar di kampus, aku memutuskan untuk pulang langsung menuju kost. Aku kemudian berpamitan kepada Arif dan Ferdi yang mulai memasuki stan pameran tentang hewan di koridor tersebut.

Penantian menuju siang ternyata tidak secepat yang aku kira. Aku memasuki ruangan perpustakaan sendirian. Ferdi dan Pras memutuskan untuk pulang terlebih dahulu ke kost-an. Di sana seperti biasa, aku menjelajah dunia maya sekali lagi sambil berharap pak Heru dalam status online. Tak lupa aku mencantumkan status “menanti siang”. Sayangnya pak Heru tidak nampak. Rupanya beliau masih sibuk dengan Rapat rutin mingguan. Aku pun memutuskan untuk bermain igo sebentar untuk melatih ketajaman berpikir.

the gameHanya ada sedikit orang yang berada di room Indonesia, dan semuanya sedang sibuk bertanding di room lain. Aku pun segera membuka game baru di room Beginner dengan memberi status “Just for fun..😀“.

Dua tiga lawan datang, dan semuanya mengalami kemenangan. Kemenangan mereka memang brillian dalam mengatasi langkah-langkahku yang kacau. Sampai pada saat itu aku melihat seseorang dengan rank 10k[4] membuka room yang mensyaratkan lawan yang memiliki rank. Akupun mengaktifkan rankku (14k?[5]) dan memulai gameku dengannya.

Pertandingan berjalan alot dan monoton. Kami sama-sama saling membuat dinding, sampai suatu ketika invasinya ke daerahku membuahkan hasil dan mengurangi sebagian besar wilayahku. Nekat, aku melakukan invasi ke wilayahnya. Dan yang membuatku gembira, aku berhasil. Daerahnya berkurang cukup banyak. Ketika dihitung, aku masih menang 4.5 poin.

 

Kemenangan itu sempat membuatku terlupa bahwa aku ada janji pertemuan dengan dosen dan kuliah pada sore harinya. Kemenangan tadi setidaknya berhasil menghiburku yang tidak bisa kembali nanti siang.

 

(end of this day)

 


 

[1] Sudah menjadi kebiasaan, peserta yang menghadiri seminar akan mendapatkan makanan kecil dari pembicara. Semacam tanda terima kasih..

 

[2] Namanya baru akan aku ketahui pada hari ketiga nanti. Sabar ya…

 

[3] Semoga Open Source Software tidak membuat kita menjadi tamak…

 

[4] 10kyu, tingkatan kekuatan seseorang dalam igo. Rangking ini berkisar dari 30k-1k dilanjutkan 1dan sampai 10dan (dari lemah ke kuat).

 

[5] Dalam server ini, tanda tanya menunjukkan bahwa ranknya belum stabil. Untuk menghilangkannya perlu lebih banyak melakukan pertandingan berangking di papan 19, satu hal yang cukup memakan waktu menurutku.

Tinggalkan komentar

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: