Tembok

Sebelum cerita ini anda baca secara keseluruhan, ada baiknya saya memberitahukan bahwa cerita ini tidak ada hubungannya dengan desa Tembok, desa asal Tristran Thorn, imajinasi Neil Gaiman dalam Stardust. Cerita ini juga tidak ada sangkut pautnya dengan tembok yang dilempari lumpur oleh Arai agar berbekas dalam karya Andrea Hirata. Tapi kisah ini hanyalah kisah nggak jelas yang mungkin tidak memiliki arti bagi sebagian besar dari anda. Atau mungkin kisah ini bisa membantu menjelaskan fenomena misterius di depan anda.

Alkisah, ada sebuah tembok. Sebagaimana fungsi tembok-tembok yang lain, tembok ini berfungsi untuk melindungi sesuatu yang berada di baliknya. Kadang, tembok ini juga berfungsi sebagai pembatas pihak-pihak yang boleh mengakses sesuatu yang tersimpan di baliknya, apapun itu. Selain itu, tembok ini juga bisa menjadi penutup “dunia dalam” dengan “dunia luar”. Namun, ada kalanya tembok ini mengalami kerusakan, sehingga dunia luar bisa melihat apa yang berada di dunia dalam. Hal ini biasanya hanya berlaku sementara, karena pemilik tembok biasanya segera memerbaiki kerusakan yang terjadi pada tembok tersebut.

Tembok adalah sebuah benda padat. Hal ini menyebabkan terjadinya pewarisan sifat benda padat kepada tembok. Apakah itu? Tembok memiliki partiikel yang sangat rapat sehingga dapat dilhat oleh mata manusia. Keadaan partikel tersebut membuat tembok berwujud keras dan susah untuk diubah-diubah seperti benda cair. Contoh mudahnya adalah ketika ada seseorang yang melempar sesuatu kepada tembok, maka si tembok akan mengembalikan kepada orang tersebut apa yang telah mereka lempar. Di sinilah hukum Newton terjadi. Ketika ada aksi terhadap tembok, maka tembok akan memberikan reaksi.

Tembok juga bisa memberikan kesan eksklusif. Dunia luar bisa terkesan dengan bentuk “wah” dari sebuah tembok. Walau terkadang apa yang ada di balik tembok tersebut tidak sebesar, seberharga, seeksklusif yang dunia luar bayangkan. Namun demikian, dunia luar bisa saja menganggap luar biasa dan membesar-besarkan si tembok dan sesuatu yang mungkin ada di baliknya. Perlakuan dunia luar ini bahkan bisa sangat berlebihan hingga mereka sampai melupakan apa yang sudah ada dan menginginkan sesuatu dari si tembok. Tetapi tetap saja, si tembok tidak bergeming. Namun tak jauh dari tembok, pasukan dunia luar sudah memersiapkan strategi dan pasukan. Tujuannya sederhana, menembus tembok dan mengetahui rahasia di baliknya. Selalu ada dua efek dari suatu proses, efek positif dan negatif. Manakah yang akan menjadi yang dominan?

Masih belum mengerti? Itu sama sekali bukan salah anda. Mungkin jika anda mengosongkan terlebih dahulu gelas anda sebelum anda mengisinya kembali, rangkaian makna akan terurai dengan sendirinya..🙂

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. insanul

     /  Januari 23, 2008

    Kirain mau cerita ttg Tembok Cina. Ternyata ….
    Ya Rif, masih belum ngerti maksudnya apa. Maklum baru selesai presentasi BDT, jadi masih malas memacu otak untuk berpikir.

    Balas
  2. Hehehe… santai aja mas Insan.. itu cuman ekspresi aja kok…
    jangan terlalu dipikirin..

    Udah selesai ya BDT-nya.. Akhirnya,, selamat..!!

    Balas
  3. ingrid juga dah baca buku ini, awalnya tertarik beli soalnya liat design covernya yg ok..tapi setelah membaca kesan pertamanya kok ceritanya jayus ya..abis bintangnya pake pincang segala..tapi kaget juga waktu tau kalo ni buku di filmin..
    kalo buat ngisi waktu lumayan juga sih ni buku..kalo menurut arif ni buku gimana??

    Balas
  4. kayaknya salah lokasi deh commentnya..
    hehehe.. buku ini hebat dalam segi imajinasi.. so, kalau mau baca bukunya harus pake imajinasi juga.. kalau ga ya jadi aneh…

    btw, thanks for ur comment..

    Balas
  5. Henri H.

     /  Januari 31, 2008

    “Tembok memiliki partiikel yang sangat rapat sehingga dapat dilhat oleh mata manusia.”
    Kayanya perlu diedit rif…

    Balas
  6. diedit jadi gimana??

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: