Stardust

Stardust[1]

Author: Neil Gaiman

StardustPada suatu malam di desa Wall[2], Tristan Thorn yang sedang berjalan-jalan dengan gadis pujaannya, Victoria, melihat sebuah bintang jatuh. Ia lalu berjanji untuk membawakan kepada Victoria bintang yang jatuh tersebut. Perjalanan Tristan pun dimulai, namun tanpa sadar ada pihak-pihak lain yang juga menginginkan si Bintang. Ada tiga orang penyihir yang mencari keabadian dan ada pula tiga orang pangeran yang menginginkan tahta. Apakah Tristan berhasil mendapatkan si Bintang dan cinta Victoria?

Buku ini adalah buku Neil Gaiman kedua yang saya baca. Seperti Neverwhere-yang aku baca sebelumnya-fantasi yang menakjubkan berhamburan sejak bagian awal. Walaupun jalan ceritanya cukup sederhana, anda akan takjub dengan kemungkinan yang tidak pernah terbayangkan oleh kita sebelumnya. Seperti salah satu komentar di buku karangannya yang lain, Neil Gaiman adalah seorang pendongeng sejati.

Sumber gambar: goodreads


[1] Bubuk Bintang, terj.[2] Pada buku terbitan GPU diterjemahkan sebagai Tembok

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

17 Komentar

  1. Henri H.

     /  Januari 31, 2008

    Rif boleh dunk minta buku2 macem gt…
    dapetinnya dmn ya??
    skali2 pengen jg baca masa liat resensinya mlulu..:D

    Balas
  2. contact me aja…

    Balas
  3. udah nonotn film nya juga kan??
    lucu22..lucu22..pa lagi yang hantu2 bersaudara itu..lucu..

    Balas
  4. blom tuh auk.. pengen juga sih..

    Balas
  5. cira

     /  Februari 10, 2008

    seminggu lalu baru nonton di depok bareng adek. lucu, hihihihi…

    Balas
  6. akhirnya aku nonton juga.. emang lucu..
    tapi ada beberapa perbedaan dengan versi novelnya..

    tapi tetep bagus… two thumbs up!!
    😀 😀

    Balas
  7. Bukunya belum pernah baca….
    Tp dah ngeliat pilm-nya…

    Bedanya gmn mas antara buku dan pilmnya?

    Balas
  8. ada beberapa.. tapi udah agak lupa sih sebenarnya..

    Balas
  9. sonan

     /  Februari 21, 2008

    filmnya gak seru, gak bagus dan basi

    Balas
  10. everybody has their own opinion..😀

    that’s what make world wonderful..

    Balas
  11. Mirza

     /  Februari 28, 2008

    keren nih.,
    gw suka.*pencinta sci-fi ama dongeng jg..eh..komedi jg lho..hmm..ga ktinggalan misteri(bukan horror tp)..lha jd kpanjangan..*
    untungnya endingnya ga dipake ending ke 2..cupu berat klo pk ending yg ga jelas itu..
    bedanya dmn rif?blm baca bukunya nih.,

    Balas
  12. hmm.. di mana ya??

    salah satu aja ya.. munculnya Unicorn.
    Kalo di novel, si unicorn tarung dulu ama Macan (harimau?),, kalau di film *ujug-ujug* (tiba-tiba) muncul..

    Balas
  13. martinbudi

     /  Maret 4, 2008

    untuk orang yang belum baca novelnya
    filmnya bagus koq …😛

    cuma di perkelahian akhir emg rada aneh

    Balas
  14. aku juga bingun pas pertarungan terakhir..

    Balas
  15. martinbudi

     /  Maret 7, 2008

    bingun apa bingung he9
    mana sang pemimpinya😛

    Balas
  16. binun..😀

    maaf, maaf, maaf… aku lupa terus.. ntar deh aku ngebalikin repo Ubuntu sekalian..

    maaf 1000x..

    Balas
  1. Anansi Boys « radical[]rêveur

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: