Wisata Perut di Bumi Jogja

MM UGMpoetic write mode:on

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera, orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Yogyakarta – KLA Project)

Suara pengamen yang serak-serak basah itu menemani perjalananku dalam bis menuju Semarang. Tak kukira sebelumnya, pada perjalanan kali ini aku akan mengunjungi kota ini.

free write mode:on

Berawal dari kakakku yang akan menjalankan ujian di kota ini, aku memutuskan untuk menemani. Bertiga dengan ibuku, kami pun berangkat. Sesampainya di sana, kami berpisah. Aku menginap bersama teman sejak SMA-ku, sedangkan ibu dan kakakku menginap di kost kerabat.

Mpek2Petualangan pun dimulai. Makanan pertama yang aku icip adalah Empek-empek di kantin FMIPA UGM (namanya Cluster kalo ga salah). Berawal dari rekomendasi sebuah teman, aku pun mencoba makanan ini. Rasanya: hmm..lumayan..

Aku menantang temanku ini untuk menunjukkan makanan yang aneh yang ada di kota jogja ini. Ia dengan mantap mengatakan mie ramen. Dengan penuh semangat, ia menceritakan tentang ukuran mangkoknya yang sangat besar hingga menyerupai baskom.

Penasaran, aku mengajak Febrian, tuan rumahku untuk mencari tempat mie ramen ini. Lokasi: Jakal KM.10, tepatnya di depan kebun buah naga. Nama tempat ini: Mie Ramen Sapporo.

Kedai makan ini berupa sebuah warung sederhana. Di sini, kita bisa makan sambil duduk di kursi atau duduk lesehan. Kami berdua memesan Shiyo Ramen. Ramen ini berisikan mie ramen (ya iyalah..), telur, rumput laut, dan daging asap. Ukuran mangkok yang digunakan emang agak jumbo bila dibandingkan dengan mangkok mie biasa.

Tampak atas Tampak samping

Porsi ini cukup untuk bertahan hingga esok hari….

poetic write mode: on

Pagi menjelang. Hari ini sama dengan hari-hari biasa. Keramaian jalan terlihat. Anak-anak sekolah terlihat di mana-mana. Motor berseliweran. Sementara itu, di sisi trotoar, aku dan Febrian duduk dengan santai.

MasjidKami berdua sedang menunggu dibukanya warung gudeg. Warungnya sebenarnya sudah dibuka, cuma entah mengapa tidak ada penjualnya. Waktu berlalu sangat lama ketika kita sedang menunggu. Kami pun mulai melihat-lihat keadaan sekitar. Saat mengangkat kepala, ada sebuah masjid yang terletak di belakang warung.

Senyum pun menghiasi muka kami ketika kami melihat nama masjid itu. Ash Shobar, mungkin kami diberi isyarat untuk bersabar. Saat aku berdiri untuk mengambil foto, aku mulai tertawa.

Temanku yang penasaran pun bertanya. Masih tersenyum, aku pun memperlihatkan foto yang aku dapat.

Dilarang

Gudeg

Akhirnya, sang penjual yang telah ditunggu-tunggu pun datang. Selamat Makan!!

Thanks to:

My Sis, My Mom, mas Febrian, mbak Naili dkk., dan semua orang yang telah membantu perjalananku kali ini.

 

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

11 Komentar

  1. Mirza

     /  Februari 28, 2008

    duh…bikin makin pngn makan aja… T_T

    Balas
  2. Itadakimasu…

    Balas
  3. insanul

     /  Maret 4, 2008

    Ya nich, jadi laper lagi. Padahal baru aza makan.

    ^_+

    Balas
  4. ya maaf mas insan..
    kalau lapar ya … makan lagi .. 😀

    Balas
  5. wongkutho

     /  Maret 6, 2008

    Wah,.. Rif dirimu dah menjelajah sbagian perut bumi,..
    Rif, ntar ajak2 aku_dadi kpengen backpackers githu,…

    Cari beautiful place n new experience…

    Wah_dadi ke inspirasi cerita ning novel2 “Best school in the world is travel”

    Salam,
    Wongkutho.wordpress.com

    Balas
  6. wah mas Ganang terlalu berlebihan..

    wong paling jauh baru sampai kalimantan aja kok.. blm ada sebagian perut bumi itu..

    Yogya mah deket mas dari smg (atau Pati).. aku pengen backpacking (camping sih sebenernya) ke karimunjawa…
    lagi nyari temen.. ada yang berminat???

    Balas
  7. kayanya makanannya nggak enak,soale aku nggak dikasi sih…🙂 ketemu hanif tak?

    Balas
  8. ga ketemu.. si hanif pas lagi PKL nang bogor er..

    jadi kebalik yah…😀

    maaf ga ngasih2..

    Balas
  9. Wah wah jadi lapeer

    Balas
  10. AMAR

     /  Oktober 28, 2008

    ITU MASJID ASH SHOBAR, SOROPADAN JALAN GEJAYAN….KAN

    SALAM KENAL

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: