Sang Pelatih

Nama aslinya Susilo[1]. Namun, oleh kami dan teman-temannya yang lain ia biasa dipanggil Susi atau Kotek[2]. Rambutnya lurus menghiasi wajahnya yang selalu tersenyum. Kata-katanya meledak-ledak ketika bercanda. Badannya yang gempal sungguh sesuai dengan cabang olahraga kegemarannya: basket. Dan dari sinilah cerita ini berawal.

Ujian praktek pada masa kami adalah sebuah prasyarat kelulusan SMA. Olahraga hanyalah salah satu di antara beberapa ujian praktek yang harus kami hadapi. Cabang olahraga yang akan diujikan kepada kami adalah lari jarak jauh, bola voli, lompat jauh, senam, dan tentu saja basket[3]. Pada ujian basket, kami harus menampilkan kebolehan kami dalam men-dribble bola secara zig-zag melewati tonggak, pivot, kemudian melakukan lay up untuk memasukkan bola ke dalam keranjang. Untuk membuatnya lebih menarik, ketiganya dilaksanakan secara berurutan dan sekuensial.

Tak perlu didesak, Susilo menawarkan dirinya membantu kami berlatih untuk ujian basket ini. Dan dengan senang hati, kami pun bersedia. Beberapa hari ke depan kami habiskan untuk berlatih dribbling, pivot, dan lay up. Tentunya di bawah bimbingan dan pengawasan ketat dari sang pelatih, Susilo. Sambil penuh gaya dan canda, ia menunjukkan kepada kami beberapa teknik yang dapat kami gunakan. Hingga tak terasa, hari itu pun tiba.

Ujian praktek olahraga dilaksanakan di empat tempat yang berbeda secara paralel. Ujian bola voli dan lompat jauh dilaksanakan di lapangan voli dan arena lompat jauh di halaman depan sekolah. Ujian senam dilaksanakan di aula besar dan ujian basket digelar di lapangan basket baru[4] di bagian belakang sekolah. Sementara itu, ujian lari jarak jauh sudah dilaksanakan seminggu sebelum keempat ujian ini. Murid yang melaksanakan ujian pada hari yang sama terdiri atas dua kelas yang dibagi atas empat kelompok. Masing-masing kelompok melaksanakan ujian yang berbeda secara paralel.

Tiga ujian telah kami jalani. Akhirnya sampailah kami pada ujian terakhir, basket. Kami pun berangkat menuju arena ujian. Lapangan basket ini terletak halaman belakang sekolah dan bersebelahan dengan kantin sekolah. Antara lapangan dan kantin hanya dibatasi oleh pagar kawat untuk menjaga agar bola tidak menyerang ke kantin. Namun pagar ini tidak menghalangi para pengunjung kantin untuk melihat apa yang terjadi di dalam lapangan.

Saat kami memasuki lapangan basket, bel tanda istirahat pertama telah berbunyi. Murid lain yang tidak ujian tampak berhamburan untuk mengisi bahan bakar mereka di kantin. Suasana kantin yang ramai mau tak mau membuat kami sedikit uneasy. Satu persatu nama kami pun dipanggil, termasuk aku. Sedikit tegang aku mencoba mempraktikkan apa yang diajarkan oleh sang pelatih. Saat men-dribbel zig-zag, bola sempat terlepas dari kendaliku, namun dengan segera aku berhasil menguasainya kembali. Pivot aku lakukan dengan perlahan, diikuti dengan lay up, dan bola pun masuk ke keranjang diiringi perasaan lega.

Sampai akhirnya, tibalah saatnya Susilo dipanggil. Diikuti sorak sorai dari kami yang memberi semangat, Susilo berjalan perlahan mendekati arena. Semua rintangan dilaluinya dengan sempurna. Aliran dribble berlanjut ke pivot yang juga berhasil. Kemudian, ia melangkah untuk melakukan lay up. Langkah pertama, kedua, dan ia pun melayang sambil mengangkat bola ke dekat keranjang. Mata kami yang sedari tadi tegang mengamati aksi sang pelatih pun seolah menahan napas ketika bola menyentuh ring. Dan bola pun keluar diikuti oleh pekikan Susilo. Kami tak percaya. Bola tidak masuk ke dalam keranjang. Susilo, sang pelatih, langsung terduduk lemas tak percaya. Kami pun segera berlari mendekatinya[5].


[1] Whazzup bro… How’re u doin’ now?

[2] Sampai sekarang pun aku masih belom mengetahui penyebabnya

[3] Maaf, yang teringat cuma beberapa cabang saja.

[4] Lapangan basket lama bersebelahan dengan lapangan voli dan terletak di halaman depan sekolah.

[5] Thanks bro, for everything. I’ll never forget about you and it..

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

9 Komentar

  1. martinbudi

     /  April 28, 2008

    jadi inget waktu ISC kemaren… hi hi hi
    mungkin susilo grogi di sorakin ama co co…
    biasa disorakin ce koq ini co ..:P

    tau gitu kemaren lu harusnya maen basket atuh rif…

    Balas
  2. engga juga tin,, dulu ada yang ce juga kok..

    wah udah lama ga maen tin,, udah lupa..🙂

    Balas
  3. martinbudi

     /  April 29, 2008

    bearti dia bimbang rif…. koq aku disorakin ce dan co ya…
    aku bingung neh… eh tiba-tiab udah di depan ring d
    trus g maksimal d shootnya😛

    trus kalo nda masuk kenapa rif

    Balas
  4. karena susilo-nya udah ngbayang2 jadi presiden…taunya bukan susilo itu..

    iya,,terus kalo ga masuk, knp rif??ampe dikerubutin segala??ga knpa2 kan susilonya saat itu??pas awal cerita, nebaknya, maaf, susilonya kecelakaan langsung …. di depan ring gt, makanya orang2 langsung pada mendekat ke arah dia..

    Balas
  5. mungkin waktu itu lg underpressure kali…
    waktu nunggu giliran dia deg2an, n makin nervous waktu ngeliat murid2nya pada bisa…
    “aq harus bs nih, malu kalo smp gagal..”, mungkin bgt… eh ternyata… gagal beneran…

    Balas
  6. bety

     /  Mei 1, 2008

    aq gek ngerti crita ini ik..

    ternyata susilo baik ya.. hehehe..

    Balas
  7. @martin:
    waduh.. iya kali ya.,..😀
    @dianis:
    bukan susilo yang itu…🙂 ia agak termenung setelah gagal memasukkan bola..
    kalau g masuk.. ya nilainya ada yang kurang..
    @khawanz:
    iya mungkin.. kayaknya sih gitu..
    @bety:
    yah.. sebuah memori bet.. salam nganggo mas susilo ya nek ketemu..😀

    Balas
  8. bety

     /  Mei 3, 2008

    yo,,

    tp cah kae wes ra tw dolan omahQ meneh ok,, mungkin sok nek bojone wes anyar meneh gek dipamerke aq..

    hehehe..

    Balas
  9. yo mengko nek dolan.. titip salam wae lah..😀
    bojo kok ganti-ganti… kaya klambi wae..🙂

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: