DogMan

Beberapa hari yang lalu, aku sedang melihat-lihat buku di sebuah toko buku yang berlokasi di dalam kampus. Saat menelusuri bagian novel, aku melihat sebuah buku yang memiliki warna kertas unik. Buku tersebut berjudul They Said I’m a Monkey karya Djenar Maesa Ayu. Buku tersebut merupakan buku terjemahan bahasa Inggris dari buku asli berjudul Mereka Bilang Saya Monyet.

Bagian belakang sebuah buku selalu memberikan sesuatu yang menarik. Terkadang bagian ini berisi daftar pustaka, iklan promosi, cuplikan edisi selanjutnya, dan atau profil penulis. Pada buku-buku “serius”, bagian belakang buku umumnya berisi indeks dan lampiran. Tak jarang, beberapa buku menyertakan keterangan mengenai tulisan yang  terdapat di dalamnya.

Pada bagian belakang buku yang kutemukan ini, terdapat keterangan singkat mengenai beberapa karya yang terdapat di dalamnya. Perhatianku tertuju pada sebuah karya, DogMan. Keterangan pada buku tersebut menyebutkan bahwa judul DogMan merupakan terjemahan dari Wongasu[1]. Judul ini melemparkan memoriku jauh beberapa tahun ke belakang.

Sedari kecil, aku suka membaca. Salah satu bahan bacaan yang kusuka adalah rubrik cerpen di harian Kompas. Suatu hari[2] aku menemukan sebuah cerpen dengan judul yang unik. Legenda Wongasu. Aku tidak terlalu ingat detail ceritanya, namun ada sesuatu mengenai manusia dan anjing[3]. Pokoknya, cerpen ini benar-benar kreatif dan tak mudah untuk dilupakan[4].

Kembali ke masa sekarang. Judul DogMan tersebut menarik rasa ingin tahuku untuk membaca sekilas karya tersebut dalam buku ini. Apakah karya ini berhubungan dengan cerpen yang kubaca beberapa tahun yang lalu tersebut. Dilihat sekilas[5], DogMan ditulis dengan gaya dialog. Pada akhir tulisan, aku menemukan kalimat yang kucari. Artinya kurang lebih adalah sebagai berikut[6]:

Terinspirasi oleh The Legend of DogMan (Legenda Wongasu) karya Seno Gumira Ajidarma

Kebetulan? Aku tak tahu. But somehow, I feel excited.


[1] Wongasu adalah istilah bahasa Jawa untuk manusia anjing.

[2] Aku yakin hari itu adalah hari Minggu, karena rubrik cerpen cuma ada pada hari Minggu. J

[3] CMIIW. Aku lupa lupa lupa.

[4] Terutama karena judulnya yang sensasional.

[5] Karena menggunakan bahasa Inggris, aku mengalami kesulitan untuk membaca sekilas.😀

[6] Ingatan sudah tak sekuat dulu lagi. Memakai bahasa Inggris pula.

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. Wehehe.
    Dapet pertamax

    Balas
  2. cilikan ne wae wocoane koran..
    pantesan saiki dadi wong bandung..

    Balas
  3. eh.. bogor ding..

    Balas
  4. @sagung:
    pertamax? jualan bensin ya..😀

    @eriwib:
    hubungane apa er..??
    kutunggu duelmu di Balairung UI, 14 Juni nanti…😀

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: