Dua Roman

Salah satu hal yang aku sukai ketika pulang ke kampung halamanku di Semarang adalah selalu ada buku baru yang belum aku baca. Oleh karena itu, saat aku pulang seminggu yang lalu, aku selalu mengecek kamar kakakku untuk mencari-cari buku. Di mejanya, aku menemukan tiga buah novel: Beib, aku Sakau: Cinta Banget Gitu Lho ..! karangan Moammar Emka, Test Pack karangan Ninit Yunita, dan Confessions of a Shopaholic karangan Sophie Kinsella.

Meski aku berada di Semarang lebih dari seminggu, total waktu kosong yang “bebas” hanya sekitar tiga hari saja. Dari tiga buku tersebut, hanya dua buku pertama yang berhasil aku baca sampai tuntas.

Buku pertama yang aku baca adalah buku karangan Moammar Emka. Tidak seperti biasanya, pada review yang bertebaran di sampul dan halaman depannya memberitahukan bahwa novel ini adalah sebuah roman. Rupanya mas Emka ingin membuktikan bahwa ia juga bisa menulis kisah romantis. Novel ini berkisah mengenai penantian seorang Bintang terhadap cinta seorang Bulan. Cerita dalam novel ini dipenuhi dengan puisi-puisi romantis Bintang untuk menunjukkan rasanya kepada Bulan. Diberikan setting dan gaya hidup kota Jakarta, mas Emka mengajak pembaca untuk menelusuri arti cinta dan sebuah penantian (Play > 千の夜をこえて-Aqua Timez). Overall, buku ini cukup menarik untuk orang yang sedang dilanda asmara dan penggemar puisi romantis.

Buku kedua yang kubaca adalah Test Pack buah karya Ninit Yunita. Pengarang yang satu ini aku kenali dari karyanya bersama dengan tiga penulis lain dalam Travelers’ Tale: Belok Kanan: Barcelona, salah satu novel kesukaanku. Terus terang, aku dulu bersikap indifferent terhadap chicklit dan semacamnya. Namun novel ini telah mengubah pandanganku terhadap jenis karya sastra ini. 

Test Pack bercerita tentang pasangan psikolog dan pengacara yang selama 7 tahun belum juga diberikan keturunan. Saking inginnya punya anak, sang istri (Tata) memiliki koleksi test pack (alat deteksi kehamilan) sendiri. Cerita pun terus mengalir dengan gaya bahasa yang kocak dan enak untuk dibaca. Pemilihan kedua profesi, suami psikolog dan istri pengacara, telah memberikan kontradiksi tersendiri yang menarik. Di saat sang suami berusaha mendamaikan pasangan yang ingin bercerai, sang istri sebagai pengacara malah membantu pasangan yang ingin bercerai. Mbak Ninit Yunita dalam buku ini menyampaikan pesan mengenai arti cinta dan komitmen dalam sebuah pernikahan. Overall, buku ini sangat bagus terutama untuk mereka yang belum atau akan segera menikah (seperti review pada sampul bukunya).

Mengapa bukunya roman semua? Yah, mungkin itu hanya kebetulan semata dan bukan merupakan unsur kesengajaan. So, selamat membaca..

Image courtesy of: http://harlembeatfreak.wordpress.com

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

5 Komentar

  1. Waduh habis diceritain jadi penasaran ni…
    “arifn” tanggung jawab ni…:D

    Balas
  2. wew… silahkan dibaca sendiri bukunya..

    kayaknya cocok buat bang Santen yang kelihatannya udah mendekati *****..😀

    Balas
  3. aku dah baca..aku penggemar berat pasangan ninit yunita dan aditya mulya..
    2 2 nya aku baca sambil berdiri di gramed..😦

    Balas
  4. hahaha…
    emang harusnya gramed itu nyediain tempat duduk.. kayak toko buku yang ada di luar negeri…

    ada novel yang lain ga auck??

    Balas
  5. wah wajib baca tuh. komen yang bagus dan simpel rif: tentang komitmen pernikahan.

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: