Kesalahan Bukan pada Televisi Anda

“I find television very educating. Every time somebody turns on the set, I go into the other room and read a book.” ~Groucho Marx

Akhir pekan yang panjang ini, aku habiskan dengan menonton sebuah film seri pendek buatan Jepang. Film ini berkisah tentang seorang profesor fisika yang dimintai bantuan oleh kepolisian untuk memecahkan kasus-kasus yang aneh. Salah satu episodenya menceritakan tentang kasus terbakarnya kepala korban secara spontan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata munculnya api tersebut bukan karena suatu hal yang mistis. Peristiwa tersebut dapat dijelaskan secara fisika. Penyebabnya adalah sinar laser yang ditembakkan tepat di kepala korban. Untuk memecahkan kasus ini, si profesor rela melakukan percobaan dengan sinar laser sebanyak 43 kali untuk memastikan peristiwa tersebut dapat terjadi.

Purity (Courtesy of Randall Munroe)

Purity (Courtesy of Randall Munroe)

Andaikan acara tersebut muncul di dunia televisi di Indonesia, apakah yang akan terjadi? Kemungkinan terbaik yang muncul di benakku adalah para penonton akan lebih tertarik untuk belajar fisika. Bayangkan jika anak-anak yang menonton acara tersebut. Di masa depan, mungkin akan lebih banyak lagi anak-anak Indonesia yang meraih olimpiade fisika internasional. Sekali lagi, ini cuma berandai-andai.

Anda boleh menyebutku kekanak-kanakan, tetapi aku suka menonton kartun Jepang atau yang biasa disebut anime. Menurutku, anime lebih bermutu daripada acara anak-anak yang mengandalkan sebuah benda ajaib atau orang sakti penyelesai segala persoalan. Kebanyakan anime memiliki jalan cerita yang terencana, dari awal hingga akhir. Tidak ada episode yang ditambah-tambahi demi menambah keuntungan produsennya. Terkadang aku berpikir mungkin anime dan atau film animasi bioskop anak-anak memiliki kandungan moral yang lebih baik daripada sinetron-sinetron yang tiap malam menghiasi layar kaca.

Memang tidak semua acara di televisi buruk. Ada beberapa acara anak-anak yang mengajak penontonnya untuk melihat keindahan dunia beserta segala flora dan fauna di dalamnya. Untuk acara seperti ini, empat jempol pun rasanya kurang cukup untuk menghargai karya tersebut. Di tengah persaingan rating televisi untuk meraup keuntungan, masih ada beberapa orang yang menghasilkan acara yang tetap bermutu. Semoga di kemudian hari, acara-acara ini tidak mati karena rating tapi dapat tumbuh dan berkembang untuk kemajuan bangsa.

Credits:
@copyblogger for his tweet about the quote
xkcd.com for the webcomic titled Purity

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

12 Komentar

  1. Kenapa stasiun2 tv mayoritas terus2an menayangkan acara2 yang kurang bermutu itu?? unfortunately, karena emang acara2 seperti ini yang masih diminati oleh mayoritas masyarakat Indonesia.. Ada beberapa stasiun tv idealis yang beberapa kali menayangkan acara yang bermutu saat prime time, tapi malah gak laku karena tergilas sinetron. Mereka kalah bersaing karena cuma sebagian kecil dari masyarakat Indonesia yang ada di kota2 besar aja yang nonton.
    Jadi masalahnya bagaimana “mengedukasi” masyarakat supaya bisa mengapresiasi acara2 tv yang bermutu ini? Menurut saya salah satunya dari pemerintah. Karena pemerintah punya kekuasaan untuk mengatur dan membatasi acara2 apa saja yang boleh ditampilkan di tv.

    Balas
    • ironis memang, di saat dunia film dibatasi oleh pemerintah, dunia televisi malah diluar kontrol..

      Balas
  2. Ilmu Fisika kalah sama ilmu santet, pelet, dan sebagainya Rif. Jadinya kalah populer di Indo.

    Balas
  3. Galileo kan?😀
    Udah nonton Movie-nya blum? Seru juga lho…

    Balas
  4. yap..
    bloman.. lagi cari-cari.. he3..

    Balas
  5. yaah selama pasar antusias sama acara2 kayak gitu, itu pasti akan terus berlanjut .. Namanya juga bisnis, yang dikejar itu cuma duwit aj.. hehe..

    Balas
  6. Yellow

     /  Agustus 17, 2009

    Ada beberapa stasiun TV lokal yang isinya berbeda (Sebut merek boleh ya… DAAI Tv, Space Toon, TVRI dan Metro Tv), semoga ke depannya stasiun tv seperti ini akan tetap bertahan.

    Balas
  7. Jadi inget…
    Ada seorang kiai yang menganggap televisi adalah “silit pitik”…:mrgreen: .

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: