Rusia di Jogja

Aku sebenarnya tidak suka dengan acara yang diadakan tanpa persiapan. Namun, ketika berada di jogja, dan temanku mengajak untuk menonton pertunjukan Rusia sesuai yang ditulis di koran, aku berkata dalam diri sendiri, mengapa tidak?

Dan di sinilah aku, di taman budaya kota Jogja. Di lantai bawah ada pameran lukisan, sedangkan di lantai atasnya pertunjukan dari Rusia akan diadakan. Sejenak kami masuk ke pameran lukisan, namun karena waktu pertunjukan akan segera dimulai, kami pun pergi ke lantai atas.

See? you can see nothing from this position, right?

See? you can see nothing from this position, right?

Ini adalah kali pertama aku masuk ke gedung ini. Ruangan ini berbentuk seperti aula pertunjukan dengan panggung besar di muka dikelilingi oleh deretan kursi yang berjajar rapi membentuk setengah lingkaran. Ruangan gelap, mungkin karena pertunjukan akan segera dimulai. Kami mengambil tempat duduk di tengah, dan ketika menyadari bahwa jarak ke panggung di luar jangkauan mata minus kami, kami pun maju hingga ke baris ketiga dari depan. Di posisi yang baru ini, kami baru menyadari bahwa acara ini adalah rangkaian dari acara Hari Kebudayaan Rusia. Pertunjukan ini adalah pertunjukan penutup di hari terakhir. Tak lama menunggu, acara pun dimulai.

Pertunjukan dibuka dengan lagu-lagu dengan irama yang cukup kencang, lebih seperti lagu mars yang penuh semangat. Nyanyian tersebut diiringi dengan tari-tarian sederhana dari para penyanyinya yang sepertinya menggunakan busana tradisional Rusia. Kawanku berpendapat mungkin nada-nada penuh semangat tersebut digunakan untuk membantu mengusir rasa dingin di daerah Rusia yang dekat dengan kutub Utara.

permainan biola yang luar biasa..

permainan biola yang luar biasa..

Lagu pertama membuat kami semangat untuk menikmati pertunjukkan berikutnya. Aku tidak yakin kalau aku benar dengan urutan permainannya, tapi akan kucoba kutulis semuanya. Pertunjukan berikutnya yang menarik perhatianku adalah pertunjukan biola. Pertunjukan ini dimainkan oleh empat orang dengan jenis biola yang berbeda. Mereka memainkan lagu aransemen dari musisi Rusia (maaf, namanya tidak tertangkap oleh telinga awamku). Ini adalah untuk pertama kalinya aku mendengarkan musik klasik secara langsung. Menggambarkan permainan mereka sangatlah sulit. Di satu sisi aku mendengarkan kelembutan nada, namun di sisi lain ada hentakan-hentakan semangat yang membangkitkan semangat. Aku sangat terkesan dengan permainan mereka dan hanya bisa tersenyum-senyum sendiri menikmati permainan biola tersebut.

Permainan selanjutnya tak kalah menarik, pertunjukan balet. Sepasang pebalet melompat-lompat di atas panggung dengan gemulai. Ini juga merupakan pertama kalinya aku melihat pertunjukan balet. Ya mungkin karena ini  adalah pengalaman pertama, aku tidak begitu mengerti dengan cerita yang dibawakannya. Aku hanya heran, bagaimana dia biasa berdiri dan berputar-putar dengan menggunakan satu ujung jari kaki? Benar-benar luar biasa.

Pertunjukan lain yang tak kalah menarik perhatian adalah pertunjukan sulap. Pertunjukan ini dimulai dengan suara lagu yang familiar dengan telinga. Aku berpikir, “sepertinya aku tahu lagu ini”. Memang benar, lagu tersebut adalah lagu Cari Jodoh yang dipopulerkan oleh grup band Wali. Lagu ini untuk beberapa saat memancing tawa dan tepuk tangan para penonton. Beberapa saat kemudian, si lady magician keluar dari samping panggung dengan melenggak-lenggok mengikuti irama lagu. Dengan gaya yang centil, si magician mendekati para penonton untuk menunjukkan keaslian dari tali yang dia bawa. Kemudian, masih dengan gayanya, ia mengajak salah seorang penonton VIP untuk maju ke panggung bersamanya.

the magician diiringi lagu Cari Jodoh

the magician diiringi lagu Cari Jodoh

Di panggung, tangan si magician kemudian diikat di belakang oleh asistennya, disaksikan oleh si penonton. Tubuhnya kemudian diikat dengan tali tambang putih. Untuk memastikan bahwa tali tersebut sudah kuat, dia maju kembali ke penonton untuk meminta salah seorang mengikatkan tali lebih kencang lagi. Kemudian dia berdiri di belakang si penonton di atas panggung. Tirai ditutup sebatas kepala penonton, beberapa saat kemudian, jaket si penonton sudah berpindah ke si magician yang masih terikat. Trik ini mengingatkanku pada acara the Master, cuma kali ini aku menyaksikannya secara langsung.

Pertunjukan berikutnya adalah permainan band dengan menggunakan gitar. Beberapa orang bermain gitar diiringi dengan beberapa penari akrobat di belakangnya. Nada-nada lagunya masih sama dengan sebelumnya, lagu mars yang keras dan membangkitkan semangat. Penari-penarinya juga dengan semangat melompat-lompat dengan gaya akrobatik layaknya sirkus. Sungguh sangat menarik.

Pose semua pemain..

Pose semua pemain..

Selanjutnya, seorang pemain akrobat memainkan tongkat. Pertama-tama, ia menggunakan satu tongkat panjang dan memainkannya dengan kaki dengan posisi tidur. Mirip dengan permainan anjing laut dengan bola, cuma ganti bola dengan tongkat dan ganti mulut anjing laut dengan kaki si pemain. Selanjutnya, ia menggunakan tongkat yang lebih pendek namun dengan lebih tebal. Sukses, ia kemudian memainkan boneka matryoshka yang cukup besar. Tak cukup dengan boneka itu, seorang asisten datang dan menambahkan beberapa boneka kecil untuk diangkat sampai mencapai ketinggian yang lumayan. Sukses dengan matryoshka, pertunjukan dilanjutkan dengan mengangkat dua orang penari di atas sebuah tongkat yang diberi tempat duduk layaknya ayunan di kedua sisinya. Kemudian dengan kedua penari di atas tongkat, ia memutar tongkat tersebut. Para penonton pun bersorak memberikan penghormatan.

Pertunjukan berikutnya adalah pertunjukan tari akrobatik yang dilakukan oleh sekitar lima pasang penari. Tarian ini disusun dengan koreografi yang sangat bagus. Beberapa penari keluar dan masuk ke dalam panggung dengan harmoni yang indah. Para penari prianya melakukan gerakan akrobatik seperti meloncat-loncat dalam satu lingkaran penuh, sedangkan penari wanitanya melakukan gerakan yang berfokus pada sepatu mereka sehingga terdengar suara ketukan sepatu yang indah.

Foto yang berhasil kuambil..

Foto yang berhasil kuambil..

Tanpa sadar, sudah hampir dua jam pertunjukan berlangsung. Di penghujung acara, hampir semua penonton sudah berpindah tempat duduk di depan panggung, meski dengan posisi jongkok. Para penonton kemudian memberikan standing ovation yang sangat panjang. Acara kemudian diikuti dengan pidato penutupan dan pemberian kenang-kenangan pada seluruh pemain yang sudah tampil. Kemudian acara ditutup dengan foto bersama oleh semua pemain.

Setelah acara secara resmi ditutup, para penonton kemudian berhamburan ke depan. Mereka berebutan meminta foto dan berbincang bersama para pemain, termasuk diriku dan kawanku. Setelah beberapa saat menunggu dan membujuk, akhirnya kami berhasil mendapatkan foto bersama salah seorang pemain. Sungguh sebuah pengalaman yang mengesankan. Menikmati pertunjukan ini seolah berada di belahan dunia yang lain. Dan ini adalah foto yang berhasil kuambil dengan kawanku, Febrian, berada di dalamnya.

Credits: mas Febrian atas foto-fotonya..

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

4 Komentar

  1. Yellow

     /  Agustus 5, 2009

    Ini gratis nontonnya? Sampai ada yang jongkok-jongkok? But nice experience though.

    Balas
    • gratis..
      iya jongkok di depan,, karena di belakang ga kelihatan…
      pada ga sadar,, semua tiba-tiba udah pindah ke depan.. saking excitingnya

      Balas
  2. Hidup kalau teratur dan terencana memang baik
    Tapi dimana serunya ?😀

    Balas
    • iya sih.. kalau sekali2 sih gapapa..
      kalo hidup ga terencana, I lost control… and I hate to lost control of my life..

      Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: