Bodoh?

Pagi ini, aku mendapatkan kabar bahwa terjadi gempa di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Karena penasaran, aku pun membuka situs detik.com untuk mendapatkan informasi. Bukannya berita mengenai gempa yang aku temukan, melainkan sebuah artikel yang cukup mengusik diriku. Artikel tersebut berjudul: ‘Facebook-an Bikin Pintar, Twitter-an Bikin Bodoh’.

Artikel tersebut menyamakan aktivitas ber-Facebook dengan bermain game Total War dan Sudoku. Ketiganya dipercaya dapat merawat working memory:

Begitu juga dengan Sudoku dan juga Facebook. Mempertahankan hubungan dengan teman-teman di jejaring sosial ini dipercaya juga bisa ‘merawat’ working memory.

Sedangkan alasan mengapa Twitter dapat membuat bodoh adalah karena kecepatan arus informasi dalam waktu yang singkat.

“Pada Twitter Anda menerima gelombang informasi tiada henti, namun semuanya dibungkus dengan sangat singkat hingga Anda tak harus memprosesnya, ” ujar Dr Alloway seperti dilansirdetikINET dari Telegraph, Senin (7/9/2009).

 
Maksud dari “dibungkus dengan sangat singkat” mungkin adalah batasan 140 karakter pada status Twitter. Dan, memang arus informasi di Twitter sangat cepat, tapi bukankah Facebook juga tak kalah cepatnya?

Don’t get me wrong, aku menggunakan keduanya, baik Facebook maupun Twitter. Namun menurut pendapatku, masalah apa membuat menjadi pintar dan bodoh itu sangat subjektif. Hal ini sangat tergantung dari siapa pemakainya dan bagaimana cara memakainya. 

Pada Facebook,informasi yang biasa didapatkan adalah mengenai status seseorang, bisa berupa teman atau relasi. Di sini, kita bisa bersosialisasi dengan lebih mudah tanpa hambatan waktu dan tempat. Di Facebook juga banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang berguna untuk meningkatkan kecerdasan kita bersosialisasi. Namun bagaimana dengan Twitter?

Berbeda dengan Facebook, di Twitter kita bisa bersosialisasi dengan semua orang. Di Twitter ada dua tipe teman, Follower dan Following. Follower adalah orang-orang yang mengikuti update status (atau biasa disebut tweet) kita. Sedangkan Following merupakan daftar orang yang kita ikuti tweet-nya. Perbedaannya adalah ketika kita mengikuti (follow) tweet seseorang, orang tersebut tidak harus mengikuti tweet kita. Perbedaan kecil tapi mendasar.

Di seluruh dunia, banyak orang-orang hebat yang memiliki akun di Twitter. Orang-orang ini biasanya tidak hanya sekedar memberikan tweet mengenai kehidupan mereka, tetapi juga memberikan banyak informasi yang mungkin menarik bagi pengikutnya. Apakah kecepatan informasi mereka sangat cepat? Ya, memang beberapa orang sangat intens dalam ber-Twitter. Namun kebanyakan informasi tersebut adalah informasi yang berguna. 

Twitter (xkcd.com)\

Twitter (xkcd.com)

Lalu bagaimana dengan batasan 140 karakter? Informasi berguna apa yang bisa disampaikan dengan hanya 140 karakter? Membicarakan Twitter memang tidak lepas dari membicarakan ekosistem yang tumbuh di belakangnya. Ekosistem inilah yang membuat Twitter menjadi semakin kuat. Salah satu ekosistem tersebut adalah url-shortener service. Inti dari url-shortener service adalah mereka memetakan alamat URL yang sangat panjang menjadi pendek sehingga menghemat jumlah karakter. Pada Twitter, layanan ini lazim digunakan untuk menyertakan alamat URL tempat informasi yang lengkap berada. Dan jika kita mau menelusuri lebih lanjut, kita tinggal membuka URL tersebut dan informasi pun berada di tangan.

Pada intinya, baik Facebook maupun Twitter itu memiliki manfaatnya masing-masing. Semua tergantung dari kita sebagai pengguna dan bagaimana kita menggunakannya.

Credits: Twitter webcomic by Randall Munroe (xkcd.com)

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

9 Komentar

  1. halo,
    senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, posting yang menarik🙂 … salam kenal yaa

    Balas
  2. martinbudi

     /  September 11, 2009

    itu yang bilang gitu koq yang mikirnya sempit

    Balas
  3. @agus:
    terima kasih.. salam kenal juga..

    @martinbudi:
    he3.. mungkin ia melihatnya dari sisi keilmuannya dia..
    mungkin definisi pintar antara dia dan aku berbeda..

    Balas
  4. klo mnurut orang jaman dulu ‘pintar’ artinya beda lagi..
    misal ada yg kesurupan..buruan cari orang ‘pintar’😀

    Balas
  5. ganang

     /  September 16, 2009

    he ‘eh ad satu pertanyaan bodoh buat yng pintar, dalam “bodoh?” ..

    Mengapa banyak orang (studi kasus ) yang kenal fb trlebih dahulu,. trus coba ke tweet tweet, merasa kesulitan ato kesepian tepatnya, tau ah apa…_

    Pokoknya ada yang ilang aja …

    Balas
    • hmm.. saya bukan orang ‘pintar’,
      tapi tujuan saya di Twitter agak sedikit berbeda dengan tujuan saya di Facebook..
      Jadi memang saya tidak menyamakan antara Twitter dengan Facebook..

      Balas
  6. berarti saya ada ditengah2nya.. kalau lagi pesbukan, ndak lupa untuk twitteran juga.. biar ga terlalu pintar mungkin ya😛 .. seperti seorang anggota DPR pernah bicara pada saya disuatu siang “saya ini tau mie instant itu bisa bikin bodoh, tapi saya mengkonsuminya agar saia tidak terlalu pintar”

    Balas
    • hahahaha..
      cerdas sekali.. ^^
      hidup itu memang harus seimbang.. jangan terlalu bodoh dan jangan terlalu pintar..:D

      Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: