OpenSUSE: Setting Motorola W362 sebagai Modem

Motorola W362 adalah salah satu ponsel yang dapat digunakan sebagai modem. Ponsel ini menggunakan teknologi CDMA pada frekuensi 800MHz. Anda bisa melihat detail spesifikasi ponsel ini di situs Motorola.

Dalam tulisan ini, aku akan menjelaskan beberapa tahapan untuk mengatur ponsel W362 sehingga dapat digunakan sebagai modem. Pada tulisan ini, aku menggunakan OpenSUSE 11.1. Langsung saja, mari kita mulai eksperimen kita..

Di Motorola W362

Untuk dapat menggunakan fitur modem pada ponsel ini, kita harus mengatur akses USB ke ponsel sebagai modem bukan untuk mengakses Memori Card. Langkah-langkah berikut ini dilakukan pada ponsel Mototola W362. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Masuk ke menu Settings > Connection > USB Setting
  2. Pada pilihan Default Connection, pilihlah Data Connection
  3. Selesai. Sekarang kita tinggal melakukan konfigurasi di komputer kita.

Di Komputer

Setelah konfigurasi pada ponsel, sekarang kita berlanjut pada konfigurasi di komputer. Inti dari proses ini adalah untuk mengenalkan ponsel W362 ini sebagai modem USB. Berikut adalah langkah-langkahnya:

  1. Sambungkan ponsel W362 dengan komputer menggunakan kabel USB yang disertakan
  2. Buka Terminal di Application Browser. Terminal ini terletak di Group System.
  3. Pada Terminal, ketikkan perintah sebagai berikut:
    lsusb

    Perintah ini berguna untuk menampilkan daftar USB device yang tersambung dalam komputer kita. Berikut adalah hasilnya:

    Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
    Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 003 Device 004: ID 22b8:2cf2 Motorola PCS
    Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 002 Device 003: ID 0483:2016 SGS Thomson Microelectronics Fingerprint Reader
    Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

    Daftar di atas adalah daftar USB di komputerku. Isi daftar ini mungkin berbeda dengan yang tampak di komputer anda. Pada baris ketiga kita mendapatkan device yang ingin kita konfigurasi, yaitu Motorola PCS dengan nomor vendor 22b8 dan nomor produk 2cf2.
    Selanjutnya, masih pada Terminal, ketikkan perintah sebagai berikut:

    sudo modprobe usbserial vendor=0x22b8 product=0x2cf2

    Perintah di atas bermaksud menambahkan modul usbserial ke dalam kernel dengan nomor vendor dan nomor product yang kita dapatkan dari perintah sebelumnya. Jika anda mendapati respon seperti di bawah ini:

    bash: modprobe: command not found

    berarti perintah modprobe tidak berada pada PATH eksekusi. Untuk mencari di manakah lokasi modprobe, kita bisa menggunakan perintah sebagai berikut:

    whereis modprobe

    Perintah ini akan menunjukkan di mana lokasi modprobe. Berikut kurang lebih hasilnya:

    modprobe: /sbin/modprobe /etc/modprobe.conf /etc/modprobe.d /usr/share/man/man8/modprobe.8.gz

    Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modprobe terletak pada direktori /sbin. Maka untuk mengeksekusi program modprobe, kita menggunakan perintah sebagai berikut:

    sudo /sbin/modprobe usbserial vendor=0x22b8 product=0x2cf2
  4. Selanjutnya, untuk mengecek apakah ponsel ini telah berhasil dikenali oleh kernel, kita menggunakan perintah dmesg. Ketik dalam terminal sebagai berikut:
    sudo dmesg

    Hasil yang menunjukkan bahwa ponsel berhasil dikenali adalah sebagai berikut:

    ...
    usb 3-1: new full speed USB device using uhci_hcd and address 4
    usb 3-1: configuration #1 chosen from 1 choice
    usb 3-1: New USB device found, idVendor=22b8, idProduct=2cf2
    usb 3-1: New USB device strings: Mfr=1, Product=2, SerialNumber=0
    usb 3-1: Product: Motorola W362
    usb 3-1: Manufacturer: Motorola, Incorporated
    ...
  5. Jika anda bingung mencari device tersebut karena pesan dmesg yang terlalu banyak, anda bisa langsung menggunakan cara berikut untuk mendeteksinya. Kita akan menggunakan wvdial untuk melakukan dial-up ke ISP. Pada OpenSUSE 11.1, program wvdial biasanya sudah terinstal. Pertama-tama kita akan melakukan konfigurasi awal untuk wvdial.Pada Terminal, ketikkan perintah berikut:
    sudo wvdialconf /etc/wvdial.conf

    Perintah wvdialconf akan mendeteksi modem yang sudah ada dan menulis konfigurasinya di /etc/wvdial.conf. Berikut adalah respon yang diberikan:

    Modem Port Scan<*1>: S0   S1   S2   S3   S4   S5   S6   S7
    WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 -- OK
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 Z -- OK
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 -- OK
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 -- OK
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 -- OK
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
    ttyUSB0<*1>: Modem Identifier: ATI -- Manufacturer: QUALCOMM INCORPORATED
    ttyUSB0<*1>: Speed 9600: AT -- OK
    ttyUSB0<*1>: Max speed is 9600; that should be safe.
    ttyUSB0<*1>: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 -- OK
    WvModem<*1>: Cannot get information for serial port.
    ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 -- failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
    ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 -- failed with 9600 baud, next try: 9600 baud
    ttyUSB1<*1>: ATQ0 V1 E1 -- and failed too at 115200, giving up.
    ttyUSB0: Speed 9600; init "ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0"

    Dari respon di atas yang dicetak tebal, kita mengetahui bahwa ponsel W362 sudah terdeteksi sebagai modem.

  6. Langkah selanjutnya adalah memasukkan detail ISP kita ke dalam file konfigurasi wvdial.conf. Pada Terminal, kita ketikkan perintah sebagai berikut:
    sudo gedit /etc/wvdial.conf

    Pada perintah di atas, kita menggunakan gedit untuk membuka dan mengubah file wvdial.conf.

  7. Pada gedit, tambahkan detail sesuai dengan ISP yang kita gunakan. Pada kasus ini, aku menggunakan Mobi, berikut kurang lebih isi dari wvdial.conf milikku:
    [Dialer Defaults]
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    'Dial Command = ATDT
    'Ask Password = 0
    Modem Type = Analog Modem
    Stupid Mode = yes
    Baud = 9600
    New PPPD = yes
    ' Idle Seconds = 300
    Modem = /dev/ttyUSB0
    'Compuserve = 0
    ISDN = 0
    Phone = #777
    Username = m8
    Password = m8

    Ketiga garis yang dicetak tebal adalah detail ISP yang aku tambahkan. Simpanlah file tersebut.

  8. Selanjutnya, kita akan menambahkan alamat IP dari DNS ISP kita pada file resolv.conf. File ini terletak pada direktori /etc. Pada Terminal, ketik sebagai berikut:
    sudo gedit /etc/resolv.conf

    Selanjutnya, pada gedit, kita tambahkan alamat IP dari DNS ISP kita.
    Jika kita tidak mengetahuinya, kita bisa menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkannya. Salah satu cara yang mudah adalah dengan menggunakan sistem operasi lain seperti Windows. Pada Windows, gunakanlah ISP yang sama (dalam kasusku menggunakan Mobi) untuk melakukan dial-up. Setelah berhasil tersambung, pada Command Prompt Windows ketikkan perintah:

    ifconfig /all

    Kemudian, carilah alamat DNS pada bagian ppp. Catatlah alamat tersebut. Untuk keterangan lebih lanjut bagaimana cara mendapatkan alamat DNS dapat dilihat pada bagian referensi di akhir tulisan ini. Berikut adalah contoh file resolv.conf:

    nameserver 10.88.77.6

    Angka 10.88.77.6 adalah alamat DNS Mobi.

  9. Akhirnya sampailah kita pada langkah yang ditunggu-tunggu: melakukan dial-up. Pada Terminal, ketikkan perintah sebagai berikut:
    sudo wvdial

    Berikut adalah respon yang dihasilkan pada komputerku:

    --> WvDial: Internet dialer version 1.60
    --> Cannot get information for serial port.
    --> Initializing modem.
    --> Sending: ATZ
    ATZ
    OK
    --> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    OK
    --> Modem initialized.
    --> Sending: ATDT#777
    --> Waiting for carrier.
    ATDT#777
    CONNECT
    --> Carrier detected.  Starting PPP immediately.
    --> Starting pppd at Thu Oct  1 18:07:42 2009
    --> Pid of pppd: 4324
    --> Using interface ppp0
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> local  IP address xxx.xxx.xxx.xxx
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> remote IP address xxx.xxx.xxx.xxx
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> primary   DNS address 10.88.77.6
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> secondary DNS address 202.147.192.4
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]
    --> Script /etc/ppp/ip-up run successful
    --> Default route Ok.
    --> Nameserver (DNS) Ok.
    --> Connected... Press Ctrl-C to disconnect
    --> pppd: �[7f][0b]�8�[06][08](�[06][08]

    Baris yang dicetak tebal menunjukkan bahwa kita telah berhasil terhubung ke Internet.

  10. Selanjutnya untuk melakukan pengecekan, kita bisa menggunakan ifconfig atau ping ke salah satu situs.Berikut adalah contoh pengecekan dengan ifconfig:
    sudo /sbin/ifconfig

    Menghasilkan respon sebagai berikut:

    ...
    ppp0      Link encap:Point-to-Point Protocol
              inet addr:xxx.xxx.xxx.xxx  P-t-P:10.21.9.13  Mask:255.255.255.255
              UP POINTOPOINT RUNNING NOARP MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
              RX packets:6549 errors:1 dropped:0 overruns:0 frame:0
              TX packets:7319 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
              collisions:0 txqueuelen:3
              RX bytes:2183882 (2.0 Mb)  TX bytes:836283 (816.6 Kb)
    ...
  11. Baris yang dicetak tebal menunjukkan bahwa komputer kita sudah mendapatkan IP dari ISP (maaf, disensor alamat IP-nya). Selanjutnya, kita coba cek dengan menggunakan ping ke google.com.

    ping google.com

    Jika kita mendapatkan respon seperti di bawah ini:

    PING google.com (74.125.127.100) 56(84) bytes of data.
    64 bytes from pz-in-f100.google.com (74.125.127.100): icmp_seq=1 ttl=50 time=499 ms
    64 bytes from pz-in-f100.google.com (74.125.127.100): icmp_seq=2 ttl=50 time=496 ms
    64 bytes from pz-in-f100.google.com (74.125.127.100): icmp_seq=3 ttl=50 time=472 ms
    ...

    berarti kita telah berhasil tersambung dengan Internet. Hore!!

Referensi dan bacaan lebih lanjut:

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. berarti setidaknya harus punya motorola dgn tipe yg dimaksud kan? hehe… klo ponsel CDMA esia biasa (huwawei/bakeri) bisa? *pertanyaan2 gak penting, krn jawabannya pasti iya (utk pertanyaan pertama) dan gak bisa (pertanyaan kedua)*…

    PS. im not sick. i dont come down with hypotension right now. but thx for the pray.

    Balas
    • cara ini bisa secara umum bisa dilakukan untuk berbagai macam ponsel, tergantung apakah ponsel tersebut bisa digunakan sebagai modem atau tidak dan apakah didukung oleh Linuxnya atau tidak.. Kebetulan saja contoh kasus dari milik saya adalah tipe ponsel ini..

      untuk ponsel CDMA esia,, mungkin saja bisa asalkan ponsel tersebut dari pabrikannya bisa digunakan sebagai modem. Silahkan dicoba untuk mengetahui lebih lanjut.. You’ll never know ’till u’ve tried..

      PS. Okay.. take care..

      Balas
  2. waknoes

     /  Oktober 3, 2009

    wueleh wuelehhh… mas Arif,
    ket jaman mbiyen nganti saiki, aku koq ttp ra nyandak karo omonganmu ya?
    kyo to tulisanmu ndek nduwur kui…
    la wong hape ku ae mung ge tlp ples esemesan… pye jal?:))

    nice blog ‘Rif, ngueri tok! i must learn from u!
    tp kyoe wes mesti bkl susah, la wong ak g nyandakan soal high tech beginian…

    oy, wingi ak bar donlod mockingbird, tulisane basa londo kabeh! mumet sirahku, iki bkl perlu bertahun2 untuk menyelesaikannya :d

    Balas
    • wah,, mas Aji terlalu berlebihan.. kebetulan ini memang bidangku,, seperti ketika mas Aji nulis tentang UU, aku juga ga begitu ngerti karena itu bukan wilayahku..

      hoho.. baca Mockingbird juga.. apik kuwi mas.. ana versi Indonesia ning toko buku kok mas..

      Balas
  3. Sahabat… aku punya sedikit cerita dan pengalaman dikala gempa bumi 7,6 SR yang melanda kota padang…

    Balas
  4. danni

     /  November 10, 2009

    mas arif aku mau tanya
    1. perintah (Buka Terminal di Application Browser. Terminal ini terletak di Group
    System.) itu letak nya dimana?
    2. aku pake windows bisa ngak? ato musti pindah ke linux
    3. kalo pake linux ubuntu 904 bisa ngak

    Balas
    • sip,, akan coba saya jawab..

      1. Klik terlebih dahulu start menu, di tab Application, klik More Application.. Letak program Terminal ini berada dalam grup System. itu untuk yang di OpenSUSE..
      kalau di Ubuntu mungkin di Application > System (saya agak lupa)
      Di distro lain mungkin menggunakan program yang berbeda, mas Danni juga bisa menggunakan bash, Console, atau semacamnya…

      2. Untuk penggunaan di Windows sangat bisa, dengan konfigurasi yang lebih mudah.. Mas Danni cukup download drivernya saja di situs resmi Motorola (saya sudah download tapi lupa dari mana saya mendapatkannya).. Jika mas Danni tidak berhasil menemukannya, silahkan hubungi saya lagi, saya akan bagi yang telah saya download sebelumnya..

      3. Menggunakan Ubuntu 904, bisa saja.. cuma mungkin program dialer untuk Internetnya berbeda dengan yang terdapat pada OpenSUSE. Pada OpenSUSE program dialer yang tersedia secara default adalah wvdial..

      Terima kasih ^^

      Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: