Area X

Saya bukanlah seorang ahli literatur. Saya hanyalah seorang biasa yang suka membaca. Menurut pendapat saya, ada tiga buah jenis novel berdasarkan isi ceritanya: novel sastra, novel fantasi, dan novel pengetahuan. Novel sastra, sesuai dengan namanya, adalah novel yang ditulis dengan aturan-aturan dalam sastra. Novel jenis ini biasanya sering diperbincangkan di kalangan ahli sastra. Novel fantasi bersifat lebih ringan, dibuat berdasarkan daya khayal penulisnya. Novel ini biasanya berisikan kisah petualangan dan makhluk-makhluk fantasi.

Novel pengetahuan memiliki unsur keilmuan di dalamnya. Membacanya dapat menambah pengetahuan kita mengenai hal tertentu. Jenis novel terakhir ini kadang berbaur dengan jenis novel lain dengan batasan yang tidak jelas. Beberapa novel fiksi sains (science-fiction) dapat dikategorikan di dalamnya. Pengarang novel jenis ini di Indonesia masih sangat jarang. Dan saya kebetulan berkesempatan membaca salah satu novel jenis ini.

Area X: Hymne Angkasa Raya adalah novel fiksi sains yang ditulis oleh Eliza V Handayani. Novel ini pertama kali diterbitkan oleh DAR! Mizan pada tahun 2003. Saya mendapatkannya dari salah satu sahabat blogger, mbak Dhila. Beliau sangat merekomendasikan novel ini dan ternyata novel ini jauh lebih bagus dari yang kuduga sebelumnya.

Novel Area X ini berlatar belakang Indonesia pada tahun 2015. Pemerintah Indonesia telah berhasil membuat pusat-pusat penelitian yang dibagi dalam sepuluh bidang. Area X atau area 10 adalah pusat penelitian di bidang teknologi militer yang bersifat ultra rahasia. Area X ini terletak di sebuah daerah rekaan bernama Hadeslan. Karena sifatnya yang ultra rahasia ini, Yudho mengajak Rocki untuk melakukan infiltrasi untuk melihat ada teknologi apa saja yang ada di dalam area ini. Namun sayang, Rocki tertangkap dan terbunuh. Sejak saat itu, Yudho yang dapat melarikan diri merasa dirinya selalu diawasi. Hingga kemudian, ia pun bertemu dengan Elly.

Elly adalah seorang mahasiswa pasca yang tertarik dengan UFOlogi, ilmu yang mempelajari tentang UFO (Unidentified Flying Object). Berdasarkan hasil data dan riset yang telah dilakukannya, Elly mengambil kesimpulan bahwa Area X mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan UFO. Yudho semula tidak percaya pada Elly mengenai UFO. Namun setelah mereka mengalami berbagai kejadian, akhirnya mereka pun bahu membahu untuk membongkar misteri di balik Area X.

Ada beberapa hal yang menarik perhatian saya. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, novel ini menghubungkan cerita dengan sains, seperti teknologi zero-point dan anti gravitasi (yang katanya dapat membuat teknologi nuklir terlihat seperti mainan anak-anak). Dilihat dari daftar referensi yang disertakan, tampak keseriusan penulis dalam melakukan riset untuk novel ini. Suatu hal yang layak untuk dikagumi.

Ketika membaca novel ini, entah mengapa, saya merasa seperti menonton sebuah film. Mungkin karena novel ini sebelumnya adalah  naskah film untuk Lomba Penulisan Naskah Film/Video 1999. Jejak naskah film terasa sekali. Percakapan yang dilakukan oleh karakter-karakter dalam novel ini terasa seperti terjemahan dari bahasa Inggris. Tebakan saya, penulis berpikir menggunakan bahasa Inggris dan kemudian menerjemahkannya menjadi bahasa Indonesia ketika mulai menulis. Benar atau tidak?

Satu hal yang tidak kalah menarik. Novel ini menggambarkan para mahasiswa yang sangat antusias dan kritis ketika membahas mengenai sains di ruang kelas. Sesuatu yang jarang saya temukan di dunia nyata sekarang ini. Apakah kejadian seperti ini ada di universitas di Indonesia saat ini?

Novel ini mungkin merupakan satu dari sedikit novel Indonesia mengenai sains. Hal itu patut diapresiasi. Terlepas dari itu, novel ini sangat asyik untuk dibaca dan dapat memberikan pengetahuan mengenai fisika, biologi, ilmu lingkungan, dan tentu saja UFO. Saya sangat berharap mbak Eliza untuk menulis kembali novel seperti ini.

N.B. Untuk informasi, novel ini mungkin masih bisa didapatkan di toko buku Mizan.

Credits:

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

20 Komentar

  1. great review..🙂

    Balas
  2. Putri Lizia

     /  Desember 8, 2009

    ajarin basis data normaliasi donk
    hehhe..

    *gk ada hub dg area x yah*
    @_@

    Balas
  3. saya suka sains juga nih.. jadi pengen nonton

    Balas
  4. saya suka sains juga nih.. jadi pengen baca

    Balas
  5. gara2 ada kata2 “Ketika membaca novel ini, entah mengapa, saya merasa seperti menonton sebuah film”. jadi kurang konsen dan nulis “jadi pengen baca” jadi “jadi pengen nonton ”🙂

    Balas
  6. @fadhilatul:
    thank you ^^

    @putri lizia:
    he? saya juga sedang belajar lagi..
    Bolehlah kita diskusi kapan2..😀

    @noun:
    he3.. coba kalau ada filmnya.. mungkin asyik.. ^^

    Balas
  7. mantap bung gumshoe… keep posting

    Balas
  8. eh njenengan saiki sibuk opo… nyambut damel ing pundi…

    Balas
  9. Putri Lizia

     /  Desember 13, 2009

    kak arif..
    sip sip sip..
    [s]sebenarnya ada tugas basis data[/s]

    wkwkwk,,,
    ntar kapan2 diskusi yah😄

    Balas
  10. pertama kali baca judulnya : Area-X, yg ada di otak: Area Terlarang..waah, seru nih kyanya, ternyataaa….keren2 review-nya, n bukunya jg (mungkin), hehe..lanjutGan!

    Balas
  11. @putri lizia:
    hahaha..
    sudah saya duga.. ^^

    @wheew:
    wah wah..
    hehehe.. keren kok bukunya..😀

    Balas
  12. wah mantap🙂

    Balas
  13. iya ni, penulisnya alumnus sma tn, murid yg jd kebanggaan para guru di sana. hohoho aku adik kelasnya cuma bisa ikutan bangga. apik banget novelnya!🙂

    Balas
  14. saya pernah baca buku ini nih, keren lah…^^

    Balas
  15. Setuju banget kang…🙂

    Balas
  1. radical[]rêveur

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: