Gara-gara Feynman

Feynman? Siapa tuh?

Sejujurnya aku juga tak tahu sebelumnya. Pertemuan pertamaku dengannya terjadi beberapa bulan lalu secara tak sengaja. Saat itu, aku sedang mencari-cari toko buku yang mirip dengan model toko buku Barnes & Noble. Model yang kumaksud adalah model toko buku di mana pembeli bisa memilih dan membaca buku yang diinginkan dengan nyaman. Aku mendengar beberapa kabar bahwa ada toko buku seperti itu di dekat tempat aku menumpang hidup. Namanya MP Book Point.

Aku mengajak temanku untuk berkunjung ke toko buku ini. Ternyata, namanya telah berubah menjadi Mizan Book Corner. Di depan toko buku ini ternyata sedang ada diskon buku murah. Setelah melihat-lihat sebentar, kami pun memutuskan untuk masuk ke dalam toko. Toko ini ternyata tidak terlalu besar. Di samping kanan pintu masuk, terdapat kafe kecil. Buku Perahu Kertas menghiasi display utama toko. Aku masuk terus ke dalam dan menemukan ruangan yang disekat menjadi dua. Sebelah kiri untuk bagian novel dan buku umum, sedangkan sebelah kanan berisikan buku untuk anak-anak. Selain kedua ruangan itu, ada satu lagi ruangan di dalam untuk kegiatan yang sering diadakan oleh pihak toko. That’s all. Tidak ada ruangan lain selain kamar mandi dan musholla kecil.

Aku memasuki ruangan di sebelah kiri. Ada sofa besar berwarna merah di tengah ruangan dikelilingi rak buku yang penuh. Aku melihat berbagai macam novel seperti To Kill a Mockingbird, buku-buku biografi, dan pengetahuan umum. Ada juga rak buku yang berisi buku-buku lama yang dijual dengan harga lebih murah. Aku berkeliling dan mulai membaca dengan santai, duduk di sofa.

Aku berhenti membaca ketika temanku tiba-tiba memberikan pertanyaan kepadaku, “Ada bola yang ditaruh di atas truk mainan. Ketika truk ditarik, bola berguling ke belakang. Namun kalau kutarik hati-hati lalu kuhentikan mendadak, bola bergerak ke depan. Kenapa?”. Aduh, pertanyaan yang aneh. Kulirik sedikit buku yang dipegangnya. Sebuah buku berwarna biru. Aku berpikir sejenak, mencoba mengingat pelajaran fisika yang telah kuterima beberapa tahun yang lalu. Lalu aku menjawab dengan tak yakin, “Kelembaman?”. Temanku mengangguk dan menunjukkan buku yang ia baca. Inilah pertemuanku dengan Mr. Feynman: sebuah buku bersampul biru bergambarkan orang yang sedang menaiki pesawat antariksa Challenger. Judul buku itu: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia.

Jadi, siapa itu Feynman?

Richard Phillips Feynman (1918-1988) adalah salah satu fisikawan genius yang cukup populer, selain Einstein dan Hawking. Beliau mendapatkan nobel Fisika tahun 1965 atas kontribusinya di bidang elektrodinamika kuantum (quantum electrodynamics). Beliau genius bukan hanya karena pandai di bidangnya, melainkan juga karena beliau bisa menerangkan sesuatu dengan cara yang unik dan mudah untuk dipahami. Beliau juga menulis beberapa buku yang berisikan kuliah-kuliah yang pernah diberikannya, seperti QED: The Strange Theory of Light and Matter yang berusaha menjelaskan kepada orang awam mengenai apa itu elektrodinamika kuantum. Selain itu, ia juga menulis buku mengenai perjalanan hidup dan pemikirannya. Buku biru yang kusebutkan di atas adalah salah satunya.

Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia adalah buku terjemahan dari buku asli yang berjudul “What Do You Care What Other People Think?”: Further Adventure of a Curious Character. Buku ini diterbitkan pertama kali tahun 1988 dan merupakan buku terakhir yang ditulis Feynman. Buku ini merupakan kelanjutan dari Surely You’re Joking Mr. Feynman: Adventures of a Curious Character.

Buku Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berisikan cerita hidup dan pemikirannya semasa kecil hingga menjadi fisikawan terkemuka.Ia menceritakan bagaimana ayahnya merangsang rasa ingin tahunya yang membuatnya menjadi seorang ilmuwan. Diceritakan pula kisah hidupnya dengan Arlene, istri pertamanya yang meninggal karena sakit. Hal yang menarik dari bagian ini adalah cerita mengenai pemikirannya yang unik dan penuh rasa ingin tahu. Tak jarang ia melakukan percobaan untuk memenuhi rasa ingin tahunya tersebut.

Bagian kedua berisikan keterlibatannya dalam penyelidikan penyebab kecelakaan pesawat Challenger tahun 1986. Awalnya, Feynman tidak ingin berurusan dengan pemerintahan. Namun setelah meminta pendapat istri dan temannya, akhirnya ia memutuskan untuk membantu penyelidikan di Washington. Bagian kedua ini penuh berisikan istilah-istilah teknis mengenai teknologi yang dipakai dalam mesin pendorong Challenger. Meskipun terlalu teknis, ada beberapa kisah menarik di antara penyelidikan yang disampaikannya.

Lalu, ada apa dengan kata “gara-gara”?

Pemikiran dan kisah hidup yang ditulis Feynman dalam bukunya tersebut memberikan pengaruh padaku. Kisahnya mampu memberikan inspirasi dan mengingatkanku pada masa kecilku yang tertarik dengan sains. Hal yang jarang kutemui saat aku meneruskan ke bangku sekolah. Salah satu pengaruh yang paling nampak adalah tulisan-tulisanku di dalam blog ini. Aku menjadi lebih tertarik untuk menulis hal-hal menarik di sekitarku yang dapat dijelaskan dari sudut pandang sains. Mulai dari tulisan mengenai bagaimana manusia berpikir, tipe rubah dan landak, hubungan Kamen Rider Faiz dan bilangan Fibonacci, mengapa pisang dijual dalam keadaan masih hijau, sampai rumus cepat dalam TPA. Ke depannya, mungkin aku akan lebih banyak menulis mengenai hal-hal seperti ini yang menarik perhatianku.

Kini, ketika aku bertemu dengan mahasiswa atau orang yang bergelut dengan Fisika, aku bisa memberikan pertanyaan kepada mereka, “Eh, tahu Feynman enggak?”. He3..

Credits:

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

8 Komentar

  1. pertamaxx…
    tau kok.. sekilas tapi alias namanya ajah. biografinya lupa gak seganteng heisenberg soalnya.:mrgreen:
    eh, jgn salah, heisenberg juga fisikawan jenius tau, dalam usia muda (duapuluhan lebih, dua satu atau dua dua yah) udah dapet gelar doktor. keren kan…

    btw, di MP Book Point jogja ada diskon buku2 import gak? klo di jkt ada tuh sampe akhir desember.

    Balas
  2. hallo..wah aku jg belum pernah denger, hihi, jadi malu, padahal banyak sekali ilmuwan selain Einstein..
    Btw mau donk, ada toko buku spt itu di sini..

    Balas
  3. @fadhilatul:
    Heisenberg? belum tahu juga tuh..
    Mungkin tunggu beberapa saat lagi sebelum ia mengguncang dunia dengan penemuannya..

    @dian:
    sepertinya di kotamu ada banyak..
    coba cari MP Book Point.. pasti ada..

    Balas
  4. sy tunggu rif potingan2 sains berikutnya..

    Balas
  5. iyah ada Rif, di deket kuburan jeruk purut.😀

    Balas
  6. Aditya

     /  Desember 29, 2009

    @airfn
    heisenberg kan sejaman sama einstein? pas masih jamannya nazi

    Balas
  7. @hadi:
    sip..

    @dian:
    wah ngeri.. kalo ke sana musti ati-ati berarti..^^

    @aditya:
    hahahaha… my bad my bad..
    *baru baca Wikipedia*
    maklumlah.. saya bukan orang Fisika dan terlalu silau oleh Feynman..

    Balas
  8. fi

     /  Juli 4, 2011

    waduh, saya kira tadi temennya superman atau spiderman..
    waduh, dikit banget ilmu ini..

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: