Backup Paranoia

Detik-detik menjelang awal penelitian akhir telah dimulai. Salah satu hal yang terpenting dalam melakukan penelitian adalah, tentu saja, membuat laporan penelitiannya. Laporan penelitiannya ini biasanya berupa dokumen teks, dibuat menggunakan program pengolah kata.

Beberapa tahun belakangan ini, dokumen teks rawan sekali terkena serangan virus. Virus-virus ini dapat merusak dokumen tersebut sehingga tidak dapat dibuka kembali. Laporan penelitian yang kita buat berbulan-bulan pun dalam waktu singkat dapat lenyap tak berbekas. Selain ancaman virus, ancaman kegagalan sistem juga dapat terjadi. Harddisk bisa rusak dan tidak dapat diakses, komputer dapat rusak dan tidak bisa berjalan, dan sebagainya. Beberapa hal ini saja dapat memicu sebuah pertanyaan, apa yang dapat kita lakukan untuk melindungi data atau dokumen penelitian kita?

Beberapa skenario dan teknik penyelamatan data, atau backup, muncul dalam pikiranku. Skenario-skenario ini dapat saja kita lakukan semuanya, jika kita merasa satu skenario saja tidak mencukupi. Berikut adalah beberapa skenario dan teknik tersebut.

Ekstensi Alternatif

Kebanyakan kita menggunakan Microsoft Word untuk melakukan pengolahan data. Hal ini membuat virus memiliki kecenderungan untuk menyerang tipe file yang dihasilkan oleh Microsoft Word, yaitu file yang berekstensi .doc atau .docx. Ada beberapa orang yang menggunakan ekstensi RTF. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ekstensi ini, namun ekstensi ini memang memiliki keterbatasan dalam menyimpan style yang telah kita buat dalam dokumen kita.

Ekstensi alternatif yang dapat kita gunakan adalah format OpenDocument. Format ini didukung oleh beberapa aplikasi open source seperti OpenOffice.org, LibreOffice, AbiWord, KOffice, dan sebagainya. Sampai saat ini, sepertinya belum ada virus yang menyerang format dokumen ini (CMIIW). Salah satu teknik yang bisa dilakukan adalah dengan membuka file Word menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut dan kemudian menyimpannya dalam format OpenDocument.

Version Control

Version control adalah salah satu  teknik manajemen dalam pengembangan software untuk memantau perubahan dalam sebuah dokumen. Dokumen ini bisa berupa source code, dokumentasi, atau dokumen lainnya. Meski lazim ditemukan dalam pengembangan software, ternyata version control bisa juga kita gunakan dalam dokumen yang kita hasilkan sehari-hari. Namun, memang caranya cukup sulit untuk pengguna awam.

Proses kerja version control secara singkat adalah sebagai berikut. Ketika kita memulai mengerjakan sebuah dokumen, kita harus mendaftarkan dokumen tersebut kepada version control. Setelah dokumen kita daftarkan, kita bisa memulai mengerjakan dokumen kita tersebut. Ketika kita merasa telah selesai dengan dokumen tersebut, kita kemudian harus memberitahukan perubahan kita kepada version control. Proses pemberitahuan perubahan ini biasa disebut commit. Selanjutnya jika ada perubahan, kita bisa melakukannya pada dokumen kita dan melakukan commit kembali. Jika kita ingin melihat versi dokumen kita sebelumnya, kita bisa melihat log commit kita untuk mendapatkan perbedaan dokumen yang lama dengan yang baru.

Ketika aku pertama kali membaca tutorial Mercurial yang dibuat oleh Joel Spolsky, aku melihat fitur yang kurasa bisa membantu dalam kasus backup file kita. Fitur tersebut adalah hg revert, yang dapat membantu kita mengembalikan dokumen kita yang mungkin tanpa sengaja terhapus. Andaikan kita terkena virus setelah kita melakukan commit, kita bisa saja menghapus dokumen kita tersebut. Kemudian kita bisa melakukan hg revert untuk mendapatkan file kita sebelum terkena virus. Cukup keren kan?😀

Saat ini yang baru kuketahui adalah fitur revert pada Mercurial. Mungkin di beberapa version control lain memiliki fitur yang serupa. Silahkan dilihat di dokumentasi masing-masing version control tersebut.

Backup in the Cloud

Dari beberapa skenario sebelumnya, mungkin skenario ini cukup bagus dan mudah untuk diimplementasikan. Kita bisa melakukan backup file kita di Internet. Ada beberapa penyedia jasa backup dan sinkronisasi file di Internet yang menyediakan ruangan gratis sampai beberapa Gigabytes. Bagaimana cara kerja backup dan sinkronisasi ini?

Cara kerja backup dan sinkronisasi di Internet adalah sebagai berikut. Pertama, kita harus mendaftarkan diri ke situs penyedia layanan backup ini. Setelah kita mendaftarkan diri, maka kita perlu menginstall aplikasi backup dan sinkronisasi yang disediakan oleh situs ini ke dalam komputer kita. Kemudian, dengan menggunakan program tersebut, kita mendaftarkan komputer kita dan memilih direktori yang kita inginkan sebagai tempat kita menaruh file backup tersebut. Ketika kita meletakkan file ke dalam direktori yang telah kita pilih, file tersebut secara otomatis akan di upload ke Internet oleh program yang telah kita install. Meski kita melakukan perubahan saat kita tidak terhubung ke Internet, program akan mengupdate backup secara otomatis ketika kita tersambung kembali dengan Internet. Cukup mudah bukan?

Beberapa situs yang menyediakan layanan backup dan sinkronisasi via Internet adalah Dropbox dan Ubuntu One. Kedua layanan ini sama-sama memberikan ruang penyimpanan gratis sebesar 2GB. Setelah kita mendaftar di situs mereka, kita bisa mulai melakukan instalasi dan membackup file kita.

Kelebihan dari teknik ini adalah kita dapat mengakses file kita di mana saja, asal kita terhubung ke Internet. Kita bisa menggunakan browser untuk melihat dan mendownload file kita untuk kita gunakan. Kemudian, jika ternyata ada perubahan, kita bisa mengupload kembali file kita, dan nanti ketika kita mengakses file tersebut di komputer kita, file kita secara otomatis telah terupdate dengan file yang tadi kita upload.

Kelemahan dari backup dan sinkronisasi ini adalah kerentanan terhadap serangan virus. Ketika file kita terkena virus dan kita terhubung ke Internet, ada kemungkinan file backup kita di Internet juga akant terkena virus. Oleh karena itu, ketika terkena virus, kita jangan terkoneksi Internet terlebih dahulu untuk mengurangi dampaknya.

Apapun skenario backup yang anda pilih, pilihlah sesuai dengan kebutuhan anda masing-masing. Bahkan kalau mau, silahkan pilih semuanya. Apakah ada di antara teman-teman yang memiliki teknik backup lain?

Credits: Backup Backup Backup picture by John, licensed Creative Commons Attribution 2.0 Generic

Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. err… ga paham sama postingannya.😛

    Balas
  2. Wah nice post….jadi inget waktu skripsi, back up dimana2…HD eksternal, CD..pokoknya dari tulisan awal sampe tulisan akhir selalu di back up dan diberikan versinya..he2..

    Gud luck for your thesis, bro….

    Balas
  3. raimenceng

     /  Oktober 13, 2010

    Nice posting bro…
    Aku pernah baca beberapa artikel bahwa account e-mail yg berkapasitas besar misalnya Gmail (8 GB) bisa digunakan utk sarana backup juga. Bayangin, muat sampai berapa ratus file office tuh?😀

    Balas
  4. @dhila:😛

    @pandu:
    iya ndu.. pake version control biar manteb…😀
    hehe thanks ya…

    @raimenceng:
    matur nuwun…
    Hehe.. iya bisa sih.. ada softwarenya juga ya kalo ga salah..
    tapi blum pernah coba sih..😀

    Balas
  5. sedikit bingung tapiiiii kayanya penting niiiiih abck up dimana mana huhuhu😥

    Balas
  1. Backup Paranoia @ Ilkomerz 101001

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: