Sphere – Bola Asing

Sphere – Bola Asing
Pengarang: Michael Crichton
Isi: 543 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Aku melihat buku ini saat sedang mencari The Cold Moon-nya Jeffery Deaver. Setelah membaca sedikit resensi di belakangnya, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba membaca buku ini. Genre buku ini masuk ke dalam genre sci-fi thriller mystery, satu genre dengan Area X. Aku ingin membandingkan bagaimana perbedaan antara sci-fi dalam negeri dengan luar negeri, seberapa jauh perbedaannya?

Novel ini dikarang oleh Michael Crichton dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1987. Wah sudah lama sekali ya? Dan ternyata, novel ini telah dibuat filmnya pada tahun 1998. Michael Crichton sendiri merupakan pengarang yang legendaris dengan novel Jurassic Park juga telah dibuat seri filmnya. Novel Sphere ini ternyata ditulis tepat sebelum novel Jurassic Park.

Cerita diawali dengan undangan yang diterima oleh Norman Johnson, seorang psikolog, untuk datang ke Samudera Pasifik. Dalam undangan tersebut disebutkan adanya kecelakaan pesawat yang melibatkan pihak militer. Namun sesampainya di sana, pesawat yang dimaksud ternyata adalah sebuah pesawat antariksa yang tenggelam dengan kedalaman 300 meter di bawah permukaan laut. Norman beberapa tahun sebelumnya pernah menuliskan rekomendasi mengenai anggota tim yang layak untuk menemui alien dari luar angkasa. Tim tersebut haruslah terdiri dari seorang ahli fisika perbintangan/geologi planet, zoologi/biokimia, matematika/logika, biologi kelautan/biokimia, dan seorang psikolog. Dan kini, ia bertemu dengan anggota-anggota tim yang dulu pernah direkomendasikannya.

Norman beserta anggota tim lainnya harus turun ke dalam habitat, semacam tempat tinggal bawah air, untuk menyelidiki pesawat antariksa tersebut. Namun ternyata, kejutan terjadi saat mereka hendak membuka pintu pesawat tersebut. Keterangan pada tombol pesawat tersebut ternyata menggunakan bahasa Inggris! Lalu pesawat apakah itu? Apakah yang terdapat di dalamnya?

Misteri yang disajikan di awal cerita cukup bagus dan berhasil menarik perhatian untuk mulai membaca. Kejutan demi kejutan muncul tak terduga. Namun demikian, ketika mencapai pertengahan cerita, misteri yang sedikit demi sedikit mulai terungkap tiba-tiba menjadi tidak terlalu menarik, digantikan ketegangan dan aksi. Dalam novel ini diberikan sedikit pengetahuan tentang ilmu fisika perbintangan dan psikologi. Beberapa di antaranya adalah Teori Ruang-Waktu, Black Hole, persamaan Drake, psikologi Jungian, dan beberapa teori pendukung teknologi yang diterapkan di bawah air.

Sebenarnya bila dibandingkan dengan novel Area X, novel ini terasa lebih nyata. Pada novel Sphere ini, teori yang diberikan terasa benar-benar digunakan dalam cerita, seperti bagaimana cara kerja habitat bawah air, mengapa untuk bernafas dalam tekanan tinggi diperlukan oksigen berkonsentrasi rendah, dan sebagainya. Namun demikian, novel Area X tetap dapat dibanggakan sebagai salah satu novel sci-fi yang baik. Setelah ini, mungkin aku akan mencoba mencari novel sci-fi lainnya… Selamat membaca..😀

Tinggalkan komentar

10 Komentar

  1. hmm… menarik… jd pengen baca sci-fi lg deh…

    Balas
  2. Kalo aku cuma suka bukunya Michael Crichton yang Timeline, tentang para sejarawan yang kembali ke zaman ksatria di Eropa (lupa Inggris atau Prancis😀 ). Bukunya yang lain gak begitu suka, terlalu berat buatku. Lha bukunya Crichton tuh fiksi tapi ada referensi ilmiahnya je..😀

    Balas
  3. info menarik, trima kasih..

    Balas
  4. Wah… aku teringat sekilas tentang buku ini rif… kira2 pas SMA pernah baca ntah dimana, tapi gak rampung.

    Selain cerita utama yang menarik, ada juga cerita2 mini tentang tokoh2nya yang menarik.. yang paling aku inget potongan cerita tentang gurita yang ternyata memiliki tingkat kecerdasan tinggi, tapi gurita terkendala dengan umur hidup-nya yang rendah, cuma beberapa tahun, jadi tidak memiliki kesempatan untuk evolusi lebih lanjut.. katanya sih.. hehee

    Balas
  5. @anang:
    terima kasih mas…

    @danu:
    oh ya dan? itu ada filmnya juga lho..
    iya, ada tentang gurita itu pas tiba-tiba nyerang wahana bawah laut hehe..😀

    Balas
  6. Kemarin lihat di Kinokuniya, tapi sayang ga bawa duit -__-

    Balas
  1. Prey – Mangsa « radical[]rêveur

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: