Kereta… Kereta…

Pengalaman terakhir saya naik kereta dahulu kala adalah pada saat saya pergi bolak-balik Bogor-Jakarta. Waktu itu saya masih berstatus mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi negeri di Bogor. Kereta yang biasa dipakai tentu saja KRL Jabodetabek yang terkenal murah, ekonomis, penuh sesak, dan kotor (hehe). Perjalanan dari stasiun Bogor sampai ke stasiun Jakarta Kota bisa memakan waktu hampir 2 jam karena KRL ini berhenti di setiap stasiun.

Banyubiru pada perjalanan pertama

Beberapa tahun kemudian, saya pun akhirnya berkesempatan naik kereta lagi. Semua bermula saat Gunung Merapi yang legendaris itu meletus. Beberapa bulan setelah itu, jalur Yogyakarta-Magelang sering terputus karena aliran banjir lahar dingin yang masih sering terjadi (hingga tulisan ini dibuat). Saya sebagai salah satu orang yang sering pulang-balik Yogya-Semarang akhirnya mulai merasa was-was dan mencari jalur alternatif lain: kereta.Awalnya saya tidak tahu jika ada jalur kereta langsung antara Yogya-Semarang. Setelah diberitahu beberapa teman dan mencari di internet, saya menemukan informasi tentang jalur kereta tersebut. Namanya Banyubiru. Jalur kereta ini berangkat dari Yogyakarta menuju Semarang melalui Solo. Waktu perjalanannya kurang lebih 4 jam. Cukup lama kalau dibandingkan dengan menggunakan bis PATAS dengan kondisi jalur normal. Jika dibandingkan dengan pada saat jalur terkena lahar dingin, sepertinya jalur kereta api lebih menjanjikan.

Informasi yang saya dapat dari Internet mengatakan bahwa jalur kereta ini memiliki beberapa jadwal pemberangkatan. Salah satunya ada yang cukup pagi, yaitu sekitar pukul 8. Saya pun bersiap dan berangkat sebelum jam 8 ke stasiun Yogyakarta. Setelah mengantri beberapa lama, saya pun berada di depan loket pembelian.

“Mbak, tiket ke Semarang mbak”
“Keretanya baru berangkat jam 3 sore mas”
“Ehhh???!! Ya udah mbak nanti saja”

Saya pun meninggalkan loket dan menuju papan pengumuman jadwal kereta. Pada papan memang tertulis bahwa kereta api Banyubiru hanya ada satu kali dari Yogyakarta yaitu pukul 3 sore, berbeda dengan informasi dari Internet yang sudah kadaluwarsa. Akhirnya saya pun pulang dan menunggu hingga pukul 3 sore.

Pukul 3 sore. Saya kembali mengantri untuk mendapatkan tiket. Setelah berhasil mendaftar, saya pun duduk di ruang tunggu hingga kereta datang. Keretanya berwarna orange dan sangat bersih. Kereta masih terlihat baru, pintu otomatis masih berfungsi, dan kipas pendingin masih berputar. Sangat nyaman-lah pokoknya. Saya menghabiskan waktu perjalanan dengan membaca buku dengan nyaman hingga sampai di Semarang.

Banyubiru pada perjalanan kedua

Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya menggunakan kereta api Banyubiru tersebut, saya akhirnya memilih menggunakan kereta yang sama ketika hendak kembali ke Yogya. Kali ini, jadwal kereta dari Semarang adalah pukul 6.20 pagi. Ketika kereta tersebut datang, saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat. Kereta Banyubiru yang bersih, indah, nyaman, tenteram, dan damai tiba-tiba berubah menjadi kereta api yang mirip dengan KRL Jabotabek. Jumlah gerbong pun hanya dua, berbeda dengan kereta yang sebelumnya. Dengan perasaan aneh, saya pun akhirnya menaiki kereta tersebut. Perjalanan pun terasa menaiki KRL Jabotabek, hanya jumlah penumpangnya saja yang tidak terlalu banyak. Ada beberapa orang yang berdiri, namun relatif tidak terlalu banyak.

Masih penasaran, saya pun ingin mencoba kereta ini kembali. Siapa tahu kereta Banyubiru yang bersih, indah, nyaman, tenteram, dan damai itu hanya bisa didapati jika berangkat dari Yogyakarta. Namun kereta tersebut tidak muncul lagi. Kereta Jabotabek itu yang muncul. Saya pun kemudian menerima kenyataan bahwa kereta yang yang bersih, indah, nyaman, tenteram, dan damai itu mungkin sudah tidak digunakan di jalur ini lagi. I missed you so..

Tips-tips naik kereta Banyubiru (yang baru):

  • Jangan duduk dekat pintu. Pintu tidak bisa ditutup dengan sempurna sehingga angin yang kencang bisa berhembus ke badan anda dan membuat anda menjadi masuk angin. Tips ini membawa kita ke tips kedua.
  • Gunakan jaket jika anda terpaksa duduk di dekat pintu. Paling tidak anda tidak masuk angin.
  • Bawa koran bekas sebagai alas duduk. Terkadang tempat duduk bisa sangat penuh dan berdiri selama 4 jam bukanlah pilihan yang bagus. Anda bisa gunakan koran untuk duduk di bawah.
  • Beli tiket sebelum naik kereta. Karena kalau belum membawa tiket, anda harus membayar dua kali harga tiket (harga tiket = Rp 24.000)
  • Santai dan nikmatilah perjalanan anda. Berbeda dengan KRL Jabotabek, kereta ini berisi orang-orang yang lebih ramah dan sopan. Luangkan waktu untuk mengobrol dengan teman sebelah anda bisa membantu mempercepat waktu perjalanan.
  • Nikmati kuliner sepanjang perjalanan. Di stasiun Gambringan, anda bisa menikmati nasi pecel yang cukup lezat dengan harga Rp 3.000,-. Anda juga bisa membeli keripik tempe dan rempeyek kacang atau udang.

Akhir kata.. Selamat berkereta api..😀

Update:

Ternyata kereta api Banyubiru yang bagus sedang mengalami kerusakan dan dalam proses perbaikan. Kereta yang digunakan tersebut sementara adalah kereta cadangan. Jika kereta yang bagus sudah selesai diperbaiki, maka kereta tersebut akan digunakan kembali. Namun, permasalahannya adalah kapan?

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

28 Komentar

  1. dhay

     /  Maret 7, 2011

    wew trus kereta yg bagus itu kemanakah perginya? KRL Jakarta-Bogor ada yg ekonomi AC dg harga Rp 5.500,- lumayan lebih nyaman dr pada naek KRL ekonomi, dan disediakan gerbong khusus wanita dan anak2 untuk masing2 gerbong ujung, tapi sering ditimpuk sama orang2 yg tak bertanggung jawab

    Balas
    • ga tau tuh ten..
      mungkin digunakan untuk trayek lain yang lebih basah… hehe..

      dulu kayaknya pas masih di Bogor juga udah ada sepertinya Ekonomi AC..
      hehe.. sering ditimpuk ya?

      Balas
  2. wah saya belum pernah nyoba naek banyubiru, jadi pengen hehehe

    Balas
  3. pengalaman naik kereta mah udah dari umur 3 tahun dulu… *kayaknya sy emang berbakat jadi penjelajah (Amin), dari kecil udh lumayan sering jalan soalnya.:mrgreen:
    yang belum kesampaian naik kereta ke Bandung. kalo ke Bandung naik mobil/bus/travel biasa,tapi naik kereta sy benar2 ingin banget coba!😉

    Balas
  4. kereta ke jakarta bandung yang ekonomi udah tutup
    hahahah, aku pertama pas kelas enam SD, trus sekarang ketagihan naik kereta

    Balas
    • mas sudomo naik kereta dari mana ke mana?

      Balas
      • yang paling sering saya naikin ya jakarta-bogor (ya iyalah)
        tapi saya udah pernah naik gaya baru malam, senja bengawan, logawa, kerta jaya, sri tanjung, senja utama, dan prameks baru itu

      • wah wah…

        saya baru pernah naik Banyubiru, KRL jkt-bogor, sama Argo Muria… hehe.

    • berarti dikau harus nyobain kereta ekonomi yang jarak jauh, dijamin mak jros, kayak cerita di novel 5 cm

      Balas
  5. ajakin jalan2 ke semarang dong Rif…. naik keretaaaaaaaaa😀

    Balas
  6. Perlukah KRL Jabodetabek juga dirusakkan terlebih dahulu supaya untuk sementara dipake kereta bersih kayak gitu? :p

    Balas
  7. wahjusaputro

     /  Maret 24, 2011

    Memang akhir-akhir ini di P. Jawa banyak kereta semacam KRL, namanya “Kereta Komuter” (tanpa huruf P lho… nanti bisa jadi Kereta Komputer). Dan program dari PT. KAI dan PJKA yang punya pabrik kereta di Madiun (ini kotaku lho…) adalah semua kereta akan diganti dengan jenis Kereta Komuter dimana setiap ujungnya adalah kepala loko alias punya mesin untuk perjalanan PP.

    Dan kereta yang saat ini masih beroperasi seperti KA. Kutojaya, KA. Serayu, KA Pasundan KA. Logawa dan lainnya hanya mengangkut penumpang kelas ekonomi jarak SANGAT jauh. Mungkin semacam AKAP (Antar Kota Antar Propinsi). Sedangkan Kereta Komuter hanya AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) atau jarak tidak lebih dari 300km.

    Kalau mudik ke Madiun dari Jogja saya suka naik Kereta Komuter “Madiun Jaya” hanya 4 gerbong kondisi bersih full musik, kipas angin kenceng. Pokoknya kereta alat transportasi yang ok banget…

    Balas
    • iya pak.. sebenernya naik Kereta itu lebih enak daripada naik bis..
      Asalkan kebersihan kereta apinya tetep dijaga..

      Ada ya pak kereta komputer? hehe. :p

      Balas
  8. Roker mania = Rombongan Kereta mania
    like this…

    Balas
  9. wah sama y saya juga dulu penikmat KRL jakarta bogor tp waktu itu sy kerja skarang mah jarang2 naik KRL itu jarak jauh paling kalau pulang ke cirebon😀 ya emang gitu kondisi KRL di indonesiaa jarang yang awet hihi

    Balas
  10. kapan naik trayek jogja – bekasi mas? udah mau lulus s2 lho.. *kaburrr

    Balas
    • saya jadi inget kan…
      kayaknya dulu ada yang mau bayarin saya naik kereta deh…😛

      Balas
  1. Kereta Lagi… « radical[]rêveur
  2. Kereta Api yang Terakhir « radical[]rêveur

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: