Percy Jackson?

Percy Jackson.

Saya melihat buku Percy Jackson karangan Rick Riordan untuk pertama kalinya di sebuah toko buku beberapa tahun yang lalu. Pada halaman sampul terdapat sebuah review yang mengatakan bahwa novel ini akan mengikuti jejak kesuksesan Harry Potter. Awalnya saya agak skeptis dengan pendapat ini. Paling hanya sebuah usaha untuk menarik pembaca saja, begitu pikiran saya. Begitu pikiran saya. Sampai saat saya membaca resensi teman blogger yang menarik perhatian saya.

Saya kemudian menonton film Percy Jackson yang pertama: Percy Jackson and the Lightning Thief. Filmnya cukup menarik. Perpaduan antara mitologi Yunani dan budaya pop Amerika dengan dibumbui humor di tengah-tengah ketegangan. Akhirnya saya pun semakin penasaran dengan serial Percy Jackson ini.Siapakah Percy Jackson? Percy Jackson adalah seorang remaja Amerika biasa yang tinggal di kota New York. Semua tampak normal baginya, sampai suatu saat ia diserang oleh monster yang menginginkan petir milik Zeus. Dia pun diselamatkan oleh temannya Grover dan gurunya Chiron. Grover, sahabat baiknya di sekolah ternyata adalah seorang Satyr, sedangkan Chiron ternyata adalah seorang Centaur. Mereka berdua adalah pelindung utama Percy, yang ternyata adalah seorang half-blood (setengah dewa-setengah manusia). Ia adalah anak dari Poseidon, Dewa Laut.

Percy kemudian diungsikan ke Camp Half-Blood, sebuah tempat pelatihan bagi para half-blood untuk melawan para monster yang selalu tertarik untuk menyerang mereka. Di sini, Percy mengetahui bahwa petir milik Zeus telah dicuri dan dia adalah tersangka pencurinya. Percy harus mencari di mana petir itu berada dan membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah jika tidak ingin adanya pertempuran antara para dewa.

Pencurian petir milik Zeus tersebut ternyata didalangi oleh Kronos. Cerita berlanjut mengenai usaha-usaha Kronos, pemimpin para Titan untuk membalas dendam dan merebut kekuasaan para Olympians yang telah mengurung mereka ke dalam Tartarus. Selain itu, ada ramalan bahwa salah satu anak dari tiga dewa besar (Zeus, Poseidon, dan Hades) akan menjadi penentu kemenangan atau kehancuran Olympus. Apakah Percy adalah anak yang dimaksud dalam ramalan tersebut? Apakah Kronos akan berhasil menguasai Olympus?

Serial ini memiliki beberapa sisi yang menarik untuk dikupas. Pertama, kemampuan Rick Riordan untuk menggabungkan antara mitologi Yunani dengan budaya modern Amerika. Hal ini ditunjukkan dengan bagaimana poros bumi yang berpindah menyebabkan Gunung Olympus yang semula berada di Yunani sekarang berpindah ke  Empire State Building di Amerika. Kedua, adanya humor satire dan sindiran yang cukup menghibur di tengah ketegangan petualangan yang sedang berlangsung. Riordan bisa menggambarkan tempat dalam mitologi Yunani dengan bahasa yang kocak dan enak untuk dibaca. Ketiga, keberhasilan Riordan membangun dunia dalam cerita. Ketidakmampuan mortal (manusia biasa) untuk melihat monster atau makhluk mitologi digambarkan dengan sebuah kabut (mist) yang menutupi kejanggalan makhluk mitologi tersebut. Tidak banyak penulis yang berhasil membuat dunia sendiri di tengah dunia sebenarnya yang kita tinggali. Kemampuan ini menyebabkan dunia yang telah diciptakan Riordan bisa digali lebih jauh dan bisa menghasilkan sekuel dari petualangan Percy Jackson, yaitu The Heroes of Olympus.

Sedikit banyak, serial ini memiliki beberapa kemiripan dengan serial Harry Potter. Beberapa di antaranya adalah adanya trio tokoh utama (Percy, Grover, Annabeth) yang mirip dengan pada serial Harry Potter (Harry, Ron, Hermione) pada buku pertama. Namun pada buku kedua sampai buku kelima, tokoh-tokoh lain bertambah dan menambah kaya cerita. Kesamaan lainnya adalah tokoh antagonis (Kronos) yang memiliki karakteristik hampir sama dengan Voldemort, yaitu lemah dan tidak termaterialisasi pada awal cerita dan semakin kuat pada akhir cerita. Namun demikian, serial Percy Jackson memiliki jumlah seri yang lebih sedikit ( lima seri) dibandingkan Harry Potter (tujuh seri). Gaya bahasa dan penceritaan juga lebih ringan dan dipenuhi lebih banyak humor yang sangat menghibur. Jika anda ingin membaca kisah petualangan yang menghibur, saya sangat merekomendasikan Percy Jackson and The Olympians. Akhir kata, selamat membaca..😀

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

12 Komentar

  1. Saya ngaku saja gak baca tulisan ini selain judulnya, soalnya belum baca bukunya hehehe:mrgreen:. Semoga bisa cepat baca bukunya.

    Balas
  2. saya baru nonton film nya, tapi emang keren kok

    Balas
  3. Saya belum baca novelnya, tapi saya udah nonton pilemnya.😀
    Saya gak berani terlalu menilai novelnya, tapi sepertinya ceritanya nggak dalam ya.😐 Dalam hal cerita mitologi, masih kalah kalo dibandingkan dengan serial Nicholas Flamel-nya Michael Scott.😀

    Balas
    • mas asop, coba baca dulu… baru bandingkan sama nicholas flamel. jadi mas asop baru bisa pasti nilainya masih kalah yg mana…😛

      serius lho mas, PERCY JACKSON ini seru dan lucu. hehe..

      Balas
    • sepakat dengan yang di atas..😀
      coba dibaca dulu, karena Percy mungkin segmennya agak berbeda.. dia lebih menuju ke arah hiburan/fun yang ringan untuk dibaca santai..

      tapi saya jadi tertarik dengan Nicholas Flamel juga nih jadinya.. hehe..

      Balas
  4. Aji

     /  Juni 16, 2011

    Bagus sih…. terutama yang suka fantasi ….. penuh imajinasi membayangkan bentuk-bentuk makhluk hidup yang tidak lazim…
    Yang bikin penasaran, kapan ceritera ini berujung…., tujuan utamanya adalah mencegah kebangkitan Kronos yang tak pernah benar-benar mati….
    coba akan aku baca buku ke empatnya…. semoga kagak kayak ceritera di Sinetron yang tak pernah berujung

    Balas
    • Iya bagus mas.. endingnya nanti ada di buku terakhir.. walaupun nantinya ada sekuelnya…
      hehe..😀

      Balas
  5. Fajri

     /  Juni 24, 2011

    film nya keren. nonton sekali tapi rasanya puas banget, bahkan kurang lama. seru aja melihat mitologi yunani di gabungkan dengan teknologi modern. tapi endingnya kurang nampol sih … cuman gitu doang, gara gara dewa yang dibenci oleh anaknya …. xixixixixi

    Balas
    • Iya mas.. kurang lama…
      hehe.. yang episode satu emang cuma begitu mas.. tapi lama-lama ntar semakin kompleks kok..😀

      Balas
  6. fortuneliz

     /  Juli 16, 2011

    Bagus banget film dan bukunya..recommended..udah selesai bacanya…mudah2an filmnya ada sekuelnya…^_^

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: