Ketika Kura-kura Terbang

Beberapa hari yang lalu, saya diberitahu oleh seorang teman blogger tentang sebuah film menarik. Film tersebut berjudul Turtles Can Fly. Film besutan sutradara Bahman Ghobadi merupakan film yang dibuat di Irak pertama kali setelah kejatuhan Saddam Hussein.

Film Turtles Can Fly berkisah tentang kehidupan anak-anak di penampungan perbatasan Irak dan Turki pada saat invasi Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak. Tokoh central film ini adalah Satellite, seorang anak yang diangkat menjadi pemimpin bagi anak-anak pengungsi lain. Ia memiliki keahlian dalam memasang antena dan mencari siaran berita. Keahlian inilah yang membuat ia dicari-cari orang-orang yang sedang haus akan informasi perang. Salah satu adegan yang lucu adalah ketika Satellite yang sok-sok jago berbahasa Inggris untuk menerjemahkan siaran berita berbahasa Inggris oleh para sesepuh dan kepala kampung. Dengan gaya yang penuh percaya diri, Satellite menerjemahkan berita tentang perang dengan ramalan cuaca bahwa besok akan hujan. Satellite memiliki keahlian negosiasi dan sikap kepemimpinan yang diakui oleh anak-anak pengungsi. Ia memiliki kekuasaan untuk mencarikan dan mengatur pembagian kerja bagi anak-anak tersebut. Pekerjaan yang biasa diterima adalah memasang antena, mencari ranjau, dan mengangkut proyektil peluru. Ia memiliki dua buah ajudan bernama Pashow dan Shirkooh, yang selalu setia menemaninya. Pashow sedikit lebih tua daripada Shirkooh menjadi tangan kanan Satellite. Shirkooh yang lebih kecil dan cengeng sangat menghormati Satellite dan selalu memenuhi perintah dari Satellite.

Pada saat pekerjaan mencari ranjau, Satellite sempat berkonfontrasi dengan seorang anak cacat pencari ranjau bernama Henkov yang belum menjadi anak buahnya. Henkov cacat tidak memiliki tangan akibat terkena ranjau. Ia selalu bersama-sama dengan seorang anak perempuan bernama Agrin dan seorang balita buta bernama Riga yang selalu digendong ke mana-mana. Seiring dengan perkembangan cerita, Henkov ternyata memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.

Satellite kemudian ternyata jatuh cinta kepada Agrin. Ia berusaha melakukan apapun untuknya, mulai dari memberikan tali secara gratis, mengangkutkan air minum dengan sepedanya, dan mencarikan ikan berwarna merah di danau kecil, hingga menolong Riga dari lahan penuh ranjau meskipun harus mengorbankan kakinya sendiri.

Agrin ternyata memiliki kisahnya sendiri yang cukup memilukan. Saat invasi Amerika ke desanya, ia diperkosa oleh para tentara. Riga yang selalu bersama-sama Agrin dan Henkov ternyata adalah anak dari kasus perkosaan tersebut. Berbeda dengan Henkov yang menyayangi Riga, Agrin merasa trauma dan gundah dengan keberadaan Riga. Ia berkali-kali berusaha membunuh Riga. Hingga pada akhir cerita ia menenggelamkan Riga ke dalam danau. Adegan tenggelamnya Riga ini dihiasi dengan kura-kura yang seolah-olah terbang di dalam air. Mungkin dari adegan inilah judul tersebut berasal.

Henkov sempat melihat kejadian tenggelamnya Riga ini dalam mimpinya, namun saat ia sadar, semuanya sudah terlambat. Henkov yang berlari ke danau melihat Satellite yang menangis di pinggir danau. Agrin pun tidak diketahui keberadaannya. Henkov kemudian mencari di pinggir tebing dan menemukan sepatu milik Agrin. Akhir cerita, Henkov kemudian memberitahukan kepada Satellite untuk pindah karena akan terjadi sesuatu di daerah penampungan tersebut. Diiringi dengan barisan tentara Amerika yang lalu lalang, Satellite pergi meninggalkan perkampungan tersebut.

Film ini menggambarkan bagaimana perang membuat anak-anak mau tak mau harus kehilangan masa kecilnya dan bertahan hidup. Adegan lucu dan mengharukan yang silih berganti memberikan pesan dengan cara yang tidak menggurui menggunakan nurani. Film ini cukup bagus untuk membuka cara pandang kita tentang bagaimana kehidupan di sisi lain dunia kita.

Review tentang film ini juga ditulis oleh teman blogger lainnya dapat dibaca di sini.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

7 Komentar

  1. pertama kali melihat filmnya saya langsung jatuh cinta, hehe. secara keseluruhan film ini bagus. meski penyelesaian di akhir film ini tampak menggantung. well, tapi itulah kenyataan sebenarnya dari situasi ketika perang berlangsung. tidak ada kejelasan yang berarti.

    Balas
    • Iya.. filmnya menyentuh dan kocak pada saat yang bersamaan. Perang memang selalu membawa kesengsaraan,,

      Balas
  2. tadi barusan baca di mba dhila..😀

    Balas
  3. ibeth

     /  November 6, 2011

    Saya tidak begitu suka jika film bagus jalan ceritanya terlalu dibuka seperti ini, saya menyesal membacanya.. tadinya saya berharap hanya sepenggal saja, sudah mau nonton tapi berasa ga seru, udah dikasih tau T.T

    Balas
  1. Kura-Kura Pun Bisa Terbang | thePOWER ofWORDS

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: