Prey – Mangsa

Setelah beberapa saat menghilang, akhirnya saya berkesempatan untuk kembali menulis. Kali ini saya akan mereview sebuah novel luar biasa yang ditulis oleh penulis legendaris Michael Crichton. Yap, dia adalah penulis novel Jurassic Park yang mendasari film dengan judul yang sama. Ini adalah novel keempat  karangannya yang telah saya baca setelah Sphere, State of Fear, dan Next. Mungkin lain kali saya akan menulis review novel-novelnya yang lain. Berbeda dengan Naoki Urasawa yang bergenre psikologi-misteri, Crichton cenderung bergenre techno-thriller atau mungkin bisa disebut psikologi-misteri-fiksi sains. Dalam pembuatan novelnya, Crichton tak segan menggunakan referensi ilmiah. Ini yang membuat novelnya kaya dan menarik untuk disimak.

Novel yang akan saya review kali ini berjudul Prey atau Mangsa. Cerita diawali dengan kehidupan seorang ex-senior programmer bernama Jack yang dipensiunkan secara paksa oleh perusahaan tempatnya bekerja. Ia kemudian membantu mengurus ketiga anaknya sementara istrinya, Julia, bekerja. Julia bekerja di sebuah perusahaan manufaktur nanoteknologi bernama Xymos yang sedang berusaha membuat nanorobot untuk merekam gambar dalam tubuh manusia untuk kepentingan medis. Belakangan, Julia terlihat bersikap aneh dan terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil. Jack langsung menyetujui tawaran untuk menjadi konsultan di Xymos untuk menyelidiki keanehan-keanehan Julia dan perusahaannya tersebut.

Tak disangka, Xymos ternyata melakukan percobaan pembuatan nanobot helikopter untuk pengintai kegiatan militer. Dan yang lebih parah, kawanan nanobot tersebut lepas dan tidak terkendali. Mereka dapat melakukan reproduksi sendiri, dapat belajar dari pengalaman, dan diprogram untuk menjadi predator. Mangsanya adalah segala jenis makhluk hidup. Dan Jack harus menghentikannya sebelum semuanya terlambat.

Novel ini memberikan pembahasan mengenai nanoteknologi, kehidupan artificial, algoritma genetika, pemrograman berbasis agen, dan kecerdasan kelompok (swarm intelligence). Semua dijelaskan  saat proses pembuatan nanobot tersebut. Meskipun saya tidak terlalu tahu banyak soal hal ini, saya berhasil mendapatkan gambaran bagaimana sebenarnya teknologi yang telah saya sebutkan di atas dapat digunakan. Secara keseluruhan, novel ini menarik, penuh ketegangan, dan ditaburi pengetahuan tentang teknologi. Sebuah novel yang bagus untuk penggemar genre fiksi sains.

Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

16 Komentar

  1. boleh pinjam bukunya ga? hehehe

    Balas
  2. keren..keren…😀

    Balas
  3. waaah.. penasaran.. kalau dibikin film gimana yaaaah..
    kirain bikin reviewnya karena kontes juga.. eh ternyata ngga..

    Balas
  4. Novelnya berat2 bgt gak buat dibaca? Hihihi.. Saya suka novel yang fun soalnya..:mrgreen:

    Balas
  5. kalo di film….mungkin masuk genre science-fiction ya…..!

    Balas
  6. Di gramedia ada ga ya

    Balas
  7. Pak Crichton emang luar biasa. Novel2nya luar biasa. Jurassic Park, Time Machine, Airframe, semua genre fantasi berat (kecuali Airframe sih…) yang bahkan diadaptasi terus dalam film.😀

    Percaya atau nggak, Mas Arif, saya udah mbaca Prey ini sejak saya SMP.:mrgreen: Entah kenapa saya SMP dulu tertarik untuk beli buku ini. Sekarang bukunya masih ada, kertasnya udah menguning.😀

    Balas
  8. sebgai penggemar Suspense/Techno/Science Fiction/Thriller novel, sy tentu sangat menyukai buku2 Michael Crichton… Sayangnya saat menulis Micro, dewa Techno Thriller ini meninggal dan Micro dilanjutkan pengarang lain sehingga terasa kurang-nendang… btw, apakah ada referensi pengarang2 lain yg mirip dengan Michael Crichton ini?

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: