Cerita Laptop 5 Tahun

3454016790_ea805be085_nDalam waktu dekat ini, laptop saya akan berulang tahun yang kelima. Apa yang spesial? Jadi ceritanya, laptop ini adalah laptop pertama yang saya beli dengan uang saya sendiri. Waktu itu, saya baru pertama kali bekerja di sebuah universitas di Yogyakarta. Laptop saya yang lama terasa sudah sangat lambat sekali, sementara saya ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Akhirnya dengan mengumpulkan hasil jerih payah, saya memutuskan untuk membeli sebuah laptop.

Pertanyaan pertama yang muncul adalah laptop apa yang mau dibeli. Saya teringat waktu jaman kuliah dulu, ada satu merk/seri laptop yang menurut saya itu keren banget. Sebagai seorang mahasiswa ilmu komputer, saya melihat bahwa laptop Thinkpad itu keren banget. Kesannya elegan, powerful, dan keren. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari-cari spesifikasi laptop Thinkpad. Pada saat itu, seri Thinkpad belum lama dijual oleh IBM ke Lenovo. Dan ternyata harga laptop Thinkpad itu mahal banget.

Yogyakarta, sebagai kota pelajar, merupakan pasar yang bagus bagi produsen komputer, laptop, dan segala macam aksesorisnya. Akibatnya, sering sekali ada expo penjualan komputer di kota ini. Di salah satu booth, saya mencoba melihat-lihat spesifikasi laptop Thinkpad. Ternyata Thinkpad mengeluarkan seri entry yang cukup ramah di kantong. Pilihan saya jatuh ke Thinkpad Edge E330. Laptop ini memiliki spesifikasi Intel Core i5 – 3210M, RAM 4GB, dan Harddisk 500 GB. Pada saat itu, spesifikasi ini sudah cukup tinggi. Harganya sekitar 7,6 juta, cukup mahal jika dibandingkan dengan laptop merk lain, tapi hei! ini Thinkpad!

Dalam perjalanannya, laptop ini pernah mengalami beberapa pergantian komponen. Mulai dari keyboard karena ketumpahan susu (baru 1 minggu pemakaian) hingga baterai (tahun kedua). Saya juga sempat menaikkan RAM-nya menjadi 8GB. Menjelang tahun ketiga, tempat kerja saya menyediakan laptop Macbook Air. Walaupun spesifikasinya mungkin tidak terlalu jauh, tapi karena sudah menggunakan SSD, laptop ini berasa cepat sekali. Walhasil beberapa bulan akhirnya saya sempat meninggalkan laptop Thinkpad ini. Hingga pada suatu ketika ada pekerjaan yang ternyata membutuhkan spesifikasi yang sedikit lebih tinggi.

Karena kebutuhan, akhirnya saya mencoba untuk mengganti Harddisk bawaan laptop dengan SSD. Bagusnya adalah konektor ke perangkat penyimpanan yang tersedia (SATA II) ternyata kompatibel dengan konektor SSD (SATA III), walau ada sedikit perbedaan kecepatan. Pergantian Harddisk dengan SSD serasa memberikan kehidupan baru di laptop ini. Kinerjanya berasa jauh lebih cepat, walau harus mengorbankan ukuran penyimpanan (karena harga SSD jauh lebih mahal). Akhirnya, RAM-nya pun saya naikkan juga menjadi 16GB, kapasitas maksimal yang bisa didukung oleh laptop ini. Itulah hebatnya Thinkpad, ternyata kapasitas maksimalnya bisa sampai 16GB, walau laptop lain belum menyediakan kapasitas sebesar itu.

Akhirnya, 5 tahun kemudian, laptop ini masih bisa bekerja normal, cepat, dan responsif, seperti laptop masa kini. Sebagai penutup, berikut saya tampilkan beberapa screenshot terkait spesifikasi laptop ini.

2017-09-23 08_59_22-CPU-Z.png

2017-09-23 09_00_12-CPU-Z

 

 

Iklan
Pos Sebelumnya
Tinggalkan komentar

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: