Bakuman: Inspirasi Kerja Keras

Sebagian besar orang mungkin memandang sebelah mata terhadap komik. Mereka beranggapan bahwa komik adalah bacaan ringan yang hanya cocok untuk anak-anak. Namun, apakah teman-teman tahu bagaimana sebenarnya kehidupan para komikus itu? Jika teman-teman ingin tahu bagaimana sebenarnya drama kehidupan dibalik sebuah komik, silahkan teman-teman membaca sebuah komik Jepang (atau manga) berjudul Bakuman. Ternyata, hidup seorang mangaka (komikus) di Jepang itu keras Jenderal! (lebih…)

Samurai X Live Action

Jika teman-teman pada jaman dahulu kala sering menonton serial animasi di televisi, pasti teman-teman sudah tak asing dengan Samurai X. Rurouni Kenshin atau lebih dikenal dengan Samurai X merupakan serial animasi Jepang klasik yang menceritakan tentang perubahan seorang samurai pembunuh legendaris (Battosai) menjadi samurai yang menggunakan pedang untuk menciptakan kedamaian. Serial ini diangkat dari manga karya Nobuhiro Watsuki dan merupakan salah satu karya manga yang cukup terkenal di kalangan anak muda di jamannya (jaman saya masih muda, hehe).

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan berita bahwa kisah Kenshin si Battosai akan dibuat versi live actionnya. Orang yang beruntung memerankan Kenshin adalah Sato Takeru yang juga pernah bermain di Kamen Rider Den-O dan BECK live action. Filmnya sendiri baru akan dirilis tanggal 25 Agustus 2012. Supaya tidak penasaran, mari kita lihat trailernya di bawah ini.

Jejak Cahaya di Eropa

Tema perjalanan di luar negeri akhir-akhir ini banyak diangkat ke bentuk buku, baik yang dikemas dalam bentuk catatan perjalanan atau difiksikan berbentuk novel. Beberapa di antaranya inspiratif, mempengaruhi kita untuk ikut berpetualang ke negeri seberang. Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk membaca kisah perjalanan yang berbeda. Kisah ini tertuang dalam buku 99 Cahaya di Langit Eropa.

Buku 99 Cahaya di Langit Eropa merupakan kisah perjalanan Hanum Salsabiela Rais, puteri dari Amien Rais. Saat itu, mbak Hanum sedang menemani suaminya yang sedang mengambil studi doktor di Austria. Jadi, ketika sang suami sedang kuliah atau mengikuti konferensi, mbak Hanum asyik berjalan-jalan menikmati Eropa (hehe.. :D). Fokus yang diangkat oleh mbak Hanum adalah jejak-jejak kejayaan Islam di Eropa pada masa lampau. Jejak kejayaan Islam tersebut beberapa di antaranya terlihat dari beberapa bangunan antik, seperti Mezquita-Catedral, masjid yang beralih fungsi menjadi gereja di Cordoba (Spanyol) dan Hagia Sophia, gereja yang sempat menjadi masjid sebelum dijadikan museum di Turki. Selain itu, diangkat juga beberapa lukisan yang ternyata secara tak sengaja mengandung beberapa tulisan yang meng-Esa-kan Allah. Beberapa misteri juga turut membumbui buku ini, seperti apakah mungkin bahwa Napoleon Bonaparte itu ternyata seorang muslim?

Penyajian yang ringan disertai beberapa referensi sejarah membuat saya teringat bahwa dahulu Islam sempat berjaya di Eropa. Namun demikian, kejayaan tersebut akhirnya runtuh dan sisanya hanya dapat terlihat di beberapa bangunan bersejarah. Buku ini berhasil membuat saya semakin ingin berpetualang ke negeri Eropa. Semoga Allah memberikan kekuatan dan mengijinkan saya untuk menginjakkan kaki di belahan Allah yang kita sebut Eropa. Amien.. 😀

N.B. Review ini juga ditulis oleh sahabat blogger di sini.

Ketika Srintil Menari

Trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah salah satu novel Indonesia yang meninggalkan kesan pada diri saya. Jadi, ketika ada teman blogger yang memberitahukan ada acara pemutaran khusus film yang didasarkan pada novel ini, saya segera mendaftarkan diri sebagai peserta. Film tersebut berjudul Sang Penari (The Dancer).

Film Sang Penari disutradarai oleh Ifa Isfansyah dan didukung oleh artis-artis papan atas seperti Oka Antara, Pia Nasution, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Happy Salma, dan Lukman Sardi. Skenario ditulis oleh Salman Aristo, Ifa Isfansyah, dan Shanty Harmayn. Sedianya, film ini baru akan “resmi” akan diputar di bioskop kesayangan kita pada tanggal 10 November 2011. Namun, sebagai media promosi, pemutararan khusus film ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Pemutaran khusus perdana film ini sendiri diselenggarakan di Yogyakarta, tanggal 16 Oktober 2011 kemarin, dan saya termasuk salah seorang yang beruntung mendapatkan tiket untuk menontonnya (gratis lho.. :D) (lebih…)

Bertahan Hidup dalam Hunger Games

Beberapa waktu belakangan ini, saya sedang asyik membaca beberapa manga bertema bagaimana manusia bertahan hidup (survive) dalam kondisi ekstrem yang tidak pernah mereka jumpai sebelumnya. Beberapa manga dengan tema tersebut, seperti Gantz, BTOOM!, atau Cage of Eden, dibumbui tema psikologi manusia dan sedikit “berdarah”. Saya belum pernah membaca novel dengan tema survival seperti ini sebelumnya, hingga saya menemukan sebuah novel berjudul The Hunger Games. (lebih…)

Prey – Mangsa

Setelah beberapa saat menghilang, akhirnya saya berkesempatan untuk kembali menulis. Kali ini saya akan mereview sebuah novel luar biasa yang ditulis oleh penulis legendaris Michael Crichton. Yap, dia adalah penulis novel Jurassic Park yang mendasari film dengan judul yang sama. Ini adalah novel keempat  karangannya yang telah saya baca setelah Sphere, State of Fear, dan Next. Mungkin lain kali saya akan menulis review novel-novelnya yang lain. Berbeda dengan Naoki Urasawa yang bergenre psikologi-misteri, Crichton cenderung bergenre techno-thriller atau mungkin bisa disebut psikologi-misteri-fiksi sains. Dalam pembuatan novelnya, Crichton tak segan menggunakan referensi ilmiah. Ini yang membuat novelnya kaya dan menarik untuk disimak. (lebih…)

Psikologi Misteri ala Naoki Urasawa

Semua diawali dari sebuah pertemuan tak sengaja. Waktu itu saya sedang mencari-cari bahan bacaan yang bergenre psikologi misteri di sebuah situs. Saya secara acak memilih sebuah manga (komik jepang red.) berjudul PLUTO. Saya agak terkejut karena manga ini sedikit banyak berhubungan dengan manga Astro Boy karya Osamu Tezuka. Manga Astro Boy sudah sangat terkenal sejak jaman dahulu dan  pernah ditayangkan di layar lebar pada tahun 2009. Hal yang menarik dari PLUTO adalah penggambaran yang lebih realistis dan penggunaan sudut pandang orang yang berbeda ketika menceritakan kisah tentang Astro Boy. Pembuat serial PLUTO tak lain dan tak bukan adalah (suara drum) Naoki Urasawa. (lebih…)

BECK: Let’s Rock n Roll

Jaman dahulu kala, saya pernah membaca sebuah seri manga berjudul BECK yang diterbitkan dalam serial Shonen Magz. Manga yang ditulis oleh Harold Sakuishi ini bercerita tentang seorang anak SMA bernama Koyuki yang merasa bosan dengan hidupnya karena tidak memiliki pencapaian apa pun. Dia kemudian menyelamatkan seekor anjing berbentuk aneh, bernama BECK, dan kemudian bertemu dengan Ryuusuke, seorang pemain gitar yang ingin mendirikan band rock terhebat. Koyuki kemudian mencoba mendengarkan lagu-lagu rock dan akhirnya tertarik juga untuk belajar bermain gitar.

Saya kemudian tidak mengikuti lagi cerita BECK tersebut karena sumber manga sudah tidak didapatkan lagi (maklum pinjaman, hehe). Saya hampir-hampir lupa ketika suatu ketika saya menemukan berita bahwa BECK telah dibuat versi Live Action Movie. Mengenang masa lalu, saya pun mencoba menontonnya. (lebih…)