Samurai X Live Action

Jika teman-teman pada jaman dahulu kala sering menonton serial animasi di televisi, pasti teman-teman sudah tak asing dengan Samurai X. Rurouni Kenshin atau lebih dikenal dengan Samurai X merupakan serial animasi Jepang klasik yang menceritakan tentang perubahan seorang samurai pembunuh legendaris (Battosai) menjadi samurai yang menggunakan pedang untuk menciptakan kedamaian. Serial ini diangkat dari manga karya Nobuhiro Watsuki dan merupakan salah satu karya manga yang cukup terkenal di kalangan anak muda di jamannya (jaman saya masih muda, hehe).

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan berita bahwa kisah Kenshin si Battosai akan dibuat versi live actionnya. Orang yang beruntung memerankan Kenshin adalah Sato Takeru yang juga pernah bermain di Kamen Rider Den-O dan BECK live action. Filmnya sendiri baru akan dirilis tanggal 25 Agustus 2012. Supaya tidak penasaran, mari kita lihat trailernya di bawah ini.

Iklan

Kereta Api yang Terakhir

Setelah beberapa saat yang lalu menulis dua cerita tentang kereta, yaitu Kereta.. Kereta… dan Kereta Lagi, seorang teman blogger merekomendasikan kepada saya sebuah film yang berkaitan dengan kereta api. Film tersebut berjudul Kereta Api Terakhir. Judulnya cukup unik ya? Hehe..

Kereta Api Terakhir merupakan film lawas keluaran tahun 1981. Film ini bertemakan perjuangan melawan penjajahan Belanda. Film tentang kereta ini diangkat dari novel klasik yang ditulis oleh Pandir Kelana. Film ini dibintangi oleh bintang-bintang top pada masa itu, yaitu Rizawan Gayo, Gito Rollies, Pupung Harris, dan Deddy Sutomo. Dari semua bintang tersebut, hanya satu yang saya ketahui yaitu abah Gito Rollies, hehe.. (lebih…)

Ketika Srintil Menari

Trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah salah satu novel Indonesia yang meninggalkan kesan pada diri saya. Jadi, ketika ada teman blogger yang memberitahukan ada acara pemutaran khusus film yang didasarkan pada novel ini, saya segera mendaftarkan diri sebagai peserta. Film tersebut berjudul Sang Penari (The Dancer).

Film Sang Penari disutradarai oleh Ifa Isfansyah dan didukung oleh artis-artis papan atas seperti Oka Antara, Pia Nasution, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Happy Salma, dan Lukman Sardi. Skenario ditulis oleh Salman Aristo, Ifa Isfansyah, dan Shanty Harmayn. Sedianya, film ini baru akan “resmi” akan diputar di bioskop kesayangan kita pada tanggal 10 November 2011. Namun, sebagai media promosi, pemutararan khusus film ini diselenggarakan di beberapa kota di Indonesia. Pemutaran khusus perdana film ini sendiri diselenggarakan di Yogyakarta, tanggal 16 Oktober 2011 kemarin, dan saya termasuk salah seorang yang beruntung mendapatkan tiket untuk menontonnya (gratis lho.. :D) (lebih…)

Ketika Waktu Bisa Diulang

Semuanya berawal ketika saya melihat sebuah iklan tentang film yang berjudul Source Code. Karena saya berkecimpung di dunia komputer (sort of), saya mengira film ini berkaitan dengan pemrograman dan kawan-kawannya. Iya, mungkin memang ada komputer yang terlibat, tetapi tidak dominan.

Film Source Code bercerita tentang seorang pria bernama Capt. Colter Steven yang tiba-tiba terbangun di dalam kereta api. Dia sempat kebingungan ketika ia disapa oleh teman satu gerbong, Christina namanya, sebagai Sean Fentress. Delapan menit kemudian, sebuah ledakan terjadi dan dia terbangun di tempat yang berbeda yang disebut kapsul. Di dalam kapsul, ia diberikan informasi bahwa dia memiliki misi untuk mengetahui siapa pelaku pengeboman kereta itu dengan cara kembali ke dalam ingatan jangka pendek Sean Fentress yang menjadi korban tewas. Colter hanya memiliki waktu selama delapan menit saja untuk mengungkap pelaku pengeboman tersebut. Setiap mengalami kegagalan dalam mengungkap kasus, Colter harus kembali lagi ke dalam kereta pada saat yang sama dengan orang-orang yang sama. Dunia dalam kereta ini merupakan dunia kreasi yang diciptakan menggunakan sistem yang disebut Source Code. (lebih…)

BECK: Let’s Rock n Roll

Jaman dahulu kala, saya pernah membaca sebuah seri manga berjudul BECK yang diterbitkan dalam serial Shonen Magz. Manga yang ditulis oleh Harold Sakuishi ini bercerita tentang seorang anak SMA bernama Koyuki yang merasa bosan dengan hidupnya karena tidak memiliki pencapaian apa pun. Dia kemudian menyelamatkan seekor anjing berbentuk aneh, bernama BECK, dan kemudian bertemu dengan Ryuusuke, seorang pemain gitar yang ingin mendirikan band rock terhebat. Koyuki kemudian mencoba mendengarkan lagu-lagu rock dan akhirnya tertarik juga untuk belajar bermain gitar.

Saya kemudian tidak mengikuti lagi cerita BECK tersebut karena sumber manga sudah tidak didapatkan lagi (maklum pinjaman, hehe). Saya hampir-hampir lupa ketika suatu ketika saya menemukan berita bahwa BECK telah dibuat versi Live Action Movie. Mengenang masa lalu, saya pun mencoba menontonnya. (lebih…)

Ketika Kura-kura Terbang

Beberapa hari yang lalu, saya diberitahu oleh seorang teman blogger tentang sebuah film menarik. Film tersebut berjudul Turtles Can Fly. Film besutan sutradara Bahman Ghobadi merupakan film yang dibuat di Irak pertama kali setelah kejatuhan Saddam Hussein.

Film Turtles Can Fly berkisah tentang kehidupan anak-anak di penampungan perbatasan Irak dan Turki pada saat invasi Amerika Serikat dan sekutunya ke Irak. Tokoh central film ini adalah Satellite, seorang anak yang diangkat menjadi pemimpin bagi anak-anak pengungsi lain. Ia memiliki keahlian dalam memasang antena dan mencari siaran berita. Keahlian inilah yang membuat ia dicari-cari orang-orang yang sedang haus akan informasi perang. Salah satu adegan yang lucu adalah ketika Satellite yang sok-sok jago berbahasa Inggris untuk menerjemahkan siaran berita berbahasa Inggris oleh para sesepuh dan kepala kampung. Dengan gaya yang penuh percaya diri, Satellite menerjemahkan berita tentang perang dengan ramalan cuaca bahwa besok akan hujan.  (lebih…)