Dvorak!!

Semua bermula ketika saya membaca sebuah artikel tulisan si Matt Mullenweg (siapa hayoo??) yang menyatakan bahwa dirinya adalah seorang Dvorak typist. Artikel tersebut kurang lebih menceritakan tentang bagaimana dirinya berpaling dari keyboard layout QWERTY ke Dvorak, beserta beberapa alasan dan manfaat yang ia rasakan. Penasaran, saya pun mencari tahu tentang keyboard layout Dvorak dan menemukan beberapa hal yang menarik.

  • Layout keyboard standar QWERTY awalnya digunakan untuk menghindari kemacetan ketik pada mesin ketik. Permasalahan ini sudah tidak ditemui pada komputer (WikiHow).
  • Layout keyboard Dvorak didesain berdasarkan penelitian dari August Dvorak dan William Dealey. Penelitian ini mengkaji huruf-huruf yang sering digunakan (dalam bahasa Inggris). Huruf-huruf tersebut ditempatkan pada lokasi home row (baris awal atau baris tengah), sehingga lebih cepat diakses.
  • Layout Dvorak dipercaya dapat mengurangi resiko cedera saat mengetik, seperti Carpal Tunnel Syndrome dan Repetitive Strain Injuries. Jika teman-teman sering merasakan sakit di pergelangan tangan akibat mengetik, mungkin teman-teman harus mulai berhati-hati.
  • Pengguna Dvorak melaporkan bahwa kecepatan mengetik mereka meningkat bila dibandingkan dengan menggunakan keyboard QWERTY. Hal ini disebabkan distribusi huruf yang sesuai dengan frekuensi pemakaian.

Dvorak Layout

Secara pribadi, saya tertarik untuk mencoba menggunakan keyboard layout Dvorak. Mungkin nanti setelah kuliah saya selesai, saya akan mencoba belajar mengetik lagi menggunakan keyboard Dvorak. Sebagai penutup, silahkan teman-teman membaca sebuah komik yang didedikasikan untuk keyboard Dvorak.

Iklan

Backup Paranoia

Detik-detik menjelang awal penelitian akhir telah dimulai. Salah satu hal yang terpenting dalam melakukan penelitian adalah, tentu saja, membuat laporan penelitiannya. Laporan penelitiannya ini biasanya berupa dokumen teks, dibuat menggunakan program pengolah kata.

Beberapa tahun belakangan ini, dokumen teks rawan sekali terkena serangan virus. Virus-virus ini dapat merusak dokumen tersebut sehingga tidak dapat dibuka kembali. Laporan penelitian yang kita buat berbulan-bulan pun dalam waktu singkat dapat lenyap tak berbekas. Selain ancaman virus, ancaman kegagalan sistem juga dapat terjadi. Harddisk bisa rusak dan tidak dapat diakses, komputer dapat rusak dan tidak bisa berjalan, dan sebagainya. Beberapa hal ini saja dapat memicu sebuah pertanyaan, apa yang dapat kita lakukan untuk melindungi data atau dokumen penelitian kita? (lebih…)

24

April 2004

Sekelompok anak berkumpul di musholla gedung C3 asrama putra. Beberapa orang tampak sibuk mengatur kelompok lain yang lebih muda usianya. Kelompok tersebut duduk melingkar sesuai instruksi dari beberapa orang di depan, agaknya mereka adalah senior dari kelompok tersebut. Beberapa orang dalam kelompok tampak masih diam dan takut-takut. Namun ada juga di antara mereka yang sudah mulai berkenalan dan membuka percakapan dengan orang di sekitarnya.

Satu orang, tampaknya pemimpin dari para senior, mulai memberi isyarat untuk diam dan memperhatikan. Ia mulai menjelaskan bahwa ia adalah mahasiswa jurusan yang sama dengan kelompok tersebut, hanya berbeda satu tingkat di atas para anggota kelompok. Ia kemudian mulai memperkenalkan teman-teman yang berada di sekelilingnya. Mereka rupanya tidak bertujuan untuk melakukan ospek, melainkan hanya ingin melakukan perkenalan sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan yang akan para mahasiswa baru jalani selama kurang lebih empat tahun ke depan. (lebih…)

Bukan Hari Biasa (part 1)

Hari ini sangat aneh. Badan yang tidak begitu sehat waktu pagi membuatku agak malas untuk beraktivitas. Sekitar pukul setengah tujuh pagi, aku mulai menghidupkan komputer dan berselancar di Internet. Aku saat itu berpikir bahwa kuliah baru akan dimulai pukul delapan pagi, jadi masih ada waktu satu setengah jam. Jadi, aku pun dengan malas mulai membaca-baca apa yang terjadi di dunia.

Kira-kira pukul 7.15, aku mulai memutuskan untuk pergi membasuh diri. Aku membayangkan diriku yang biasa datang jauh sebelum kuliah dimulai baru datang beberapa menit sebelum kuliah. Membayangkan beberapa komentar teman-teman sekelas yang mungkin terjadi, atau mungkin tidak. Selesai mandi, pukul 7.20, aku mulai merasakan ada sesuatu yang janggal. Aku sedang bersiap-siap ketika pandanganku menyapu jadwal kuliah yang terpampang di dinding di atas meja.

Jadwal kuliahku disusun berdasarkan hari dan nama mata kuliah. Berbeda dengan jadwal biasa yang ditulis berdasarkan jam, jadwalku ini ditulis dengan menggunakan kode nomor. Kode nomor 1 untuk kuliah pukul 07.00 – 07.50, kode nomor 2 untuk kuliah pukul 07.50-08.50, dan seterusnya. Pandanganku melihat jadwal kuliah pertama hari ini, aku tersentak ketika melihat kode nomornya: 1,2, 3. Artinya kuliah dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.50. Dimulai pukul 07.00 dan sekarang sudah pukul 7.30! (lebih…)

Kejahatan yang “Lain”

Alkisah, aku dan teman-teman mendapatkan tugas dari mata kuliah kriptografi. Sedikit tentang kriptografi, kriptografi adalah ilmu yang mempelajari masalah keamanan data. Nah, di tugas ini kelompok kami mendapatkan tugas untuk membahas keamanan di dunia perbankan, termasuk di antaranya kejahatan di dunia perbankan, contoh kasusnya, dan bagaimana mengatasinya.

Beberapa hari kemudian, salah satu anggota kelompokku, sebut saja Mr. X, menerima sebuah sms dan menunjukkannya kepadaku. Sms tersebut berisi pemberitahuan mengenai acara diskusi mengenai kejahatan perbankan. Acara ini diselenggarakan oleh HIMMPAS dan yang paling penting: gratis. Di pikiran kami, acara ini adalah mengenai kejahatan perbankan yang sedang cukup ramai dibicarakan, yaitu mengenai kasus pembobolan ATM menggunakan skimmer. Karena relevan dengan tugas kami, maka kami pun sepakat untuk menghadirinya.

Jadilah aku dan Mr. X menghadiri acara tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, makalah pun dibagikan. Makalah tersebut terdiri dari dua bagian. Kami membaca sekilas mengenai kedua makalah tersebut. Kami pun termenung, kemudian tertawa dalam hati. Makalah tersebut berisikan kejahatan perbankan, dalam artian kejahatan kerah putih dengan studi kasus Bank Century. Sedangkan kami berpikir bahwa kejahatan yang dimaksud oleh acara ini adalah kasus skimmer.

Akhirnya kami pun duduk dan mendengarkan pemaparan para pembicara. Dua pembicara membicarakan tentang kasus kejahatan perbankan dari sisi ekonomi dan dari sisi hukum. Yah, walau sedikit tidak paham, paling tidak kami mendapat ilmu baru.

Gara-gara Feynman

Feynman? Siapa tuh?

Sejujurnya aku juga tak tahu sebelumnya. Pertemuan pertamaku dengannya terjadi beberapa bulan lalu secara tak sengaja. Saat itu, aku sedang mencari-cari toko buku yang mirip dengan model toko buku Barnes & Noble. Model yang kumaksud adalah model toko buku di mana pembeli bisa memilih dan membaca buku yang diinginkan dengan nyaman. Aku mendengar beberapa kabar bahwa ada toko buku seperti itu di dekat tempat aku menumpang hidup. Namanya MP Book Point.

Aku mengajak temanku untuk berkunjung ke toko buku ini. Ternyata, namanya telah berubah menjadi Mizan Book Corner. Di depan toko buku ini ternyata sedang ada diskon buku murah. Setelah melihat-lihat sebentar, kami pun memutuskan untuk masuk ke dalam toko. Toko ini ternyata tidak terlalu besar. Di samping kanan pintu masuk, terdapat kafe kecil. Buku Perahu Kertas menghiasi display utama toko. Aku masuk terus ke dalam dan menemukan ruangan yang disekat menjadi dua. Sebelah kiri untuk bagian novel dan buku umum, sedangkan sebelah kanan berisikan buku untuk anak-anak. Selain kedua ruangan itu, ada satu lagi ruangan di dalam untuk kegiatan yang sering diadakan oleh pihak toko. That’s all. Tidak ada ruangan lain selain kamar mandi dan musholla kecil. (lebih…)

TPA dan Bilangan di dalamnya

Beberapa hari yang lalu, aku berkesempatan mengikuti Test Potensi Akademik atau yang lebih biasa dikenal dengan sebutan TPA. Pelaksanaan TPA diadakan beberapa bulan sekali dengan biaya test yang cukup mahal untuk kantungku. Karena aku belum pernah mengikuti TPA sebelumnya, akhirnya kuputuskan untuk mencari program TPA yang menyediakan pelatihan sebelum pelaksanaan test. Beberapa hari sebelum test dilaksanakan, aku mendapatkan semacam modul yang berisi beberapa contoh soal yang akan dibahas pada saat pelatihan. Pelatihan TPA sendiri dilaksanakan satu hari sebelum testnya.

TPA terdiri atas tiga bagian soal yang harus dikerjakan dalam waktu tiga jam. Bagian pertama adalah mengenai penguasaan bahasa. Bagian kedua dari TPA adalah mengenai perhitungan yang melibatkan angka. Bagian inilah yang menjadi fokus utama dalam pelatihan. Bagian terakhir berisikan pertanyaan mengenai logika dan permainan dadu seperti test IQ. (lebih…)

Kamen Rider Faiz dan Bilangan Fibonacci

Tulisan ini ditulis oleh seorang pelajar yang sedang berusaha untuk menyukai mendalami mata kuliah yang diambilnya.

Monumen Fibonacci

Monumen Fibonacci

Pada suatu siang, dosen yang sedang mengajar kelasku sedang bercerita tentang bilangan Fibonacci. Bilangan Fibonacci adalah sebuah barisan bilangan di mana baris selanjutnya adalah hasil dari penjumlahan dua buah bilangan sebelumnya. Atau dengan kata lain bilangan ke-n atau F(n) adalah hasil dari F(n-1) + F(n-2). Bilangan pertama dan kedua biasanya diinisialisasi dengan 0 dan 1, walau bukan suatu keharusan. Contoh dari bilangan Fibonacci dengan inisialisasi 0 dan 1 adalah sebagai berikut:

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, …, dst.

Di dalam batas kesadaran yang mulai menghilang, telingaku samar mendengar bapak tersebut menyebut sebuah kata, faiz. FAIZ?? Kesadaranku seketika pulih. Ketika mendengar kata Faiz, otakku segera mengasosiasikannya dengan salah satu jagoan dunia televisi, Kamen Rider Faiz. Apakah ada yang salah dengan asosiasiku? atau karena aku yang kurang berkonsentrasi? (lebih…)