24

April 2004

Sekelompok anak berkumpul di musholla gedung C3 asrama putra. Beberapa orang tampak sibuk mengatur kelompok lain yang lebih muda usianya. Kelompok tersebut duduk melingkar sesuai instruksi dari beberapa orang di depan, agaknya mereka adalah senior dari kelompok tersebut. Beberapa orang dalam kelompok tampak masih diam dan takut-takut. Namun ada juga di antara mereka yang sudah mulai berkenalan dan membuka percakapan dengan orang di sekitarnya.

Satu orang, tampaknya pemimpin dari para senior, mulai memberi isyarat untuk diam dan memperhatikan. Ia mulai menjelaskan bahwa ia adalah mahasiswa jurusan yang sama dengan kelompok tersebut, hanya berbeda satu tingkat di atas para anggota kelompok. Ia kemudian mulai memperkenalkan teman-teman yang berada di sekelilingnya. Mereka rupanya tidak bertujuan untuk melakukan ospek, melainkan hanya ingin melakukan perkenalan sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan yang akan para mahasiswa baru jalani selama kurang lebih empat tahun ke depan. (lebih…)

Iklan

#5 Dunia Blog ini Keras, Jenderal

Pagi itu, suasana di padepokan Ki Kawuryan agak lain dari biasanya. Para murid tampak sibuk membersihkan halaman padepokan. Ada juga yang mengepel lantai pendopo. Ada yang memperbaiki pintu gerbang. Ada pula yang sibuk memperbaiki genteng yang bocor. Di dapur, para murid juga tak kalah mengeluarkan semua kepandaian memasak. Semua tampak serius sekali. Ki Kawuryan tampak senang melihat tingkah laku murid-muridnya. Dalam hati ia ingin kejadian seperti ini bisa terjadi setiap hari, kalau tidak minimal setiap sebulan sekali lah. Penyebab kesibukan luar biasa tersebut adalah berita akan datangnya seorang Jenderal dari keraton. Dia adalah panglima dari pasukan Cakra yang terkenal memiliki kekuatan segelar-sepapan.

Ketika siang menjelang, penjaga gerbang padepokan mengabarkan bahwa sang Jenderal telah datang. Para murid seketika sibuk menata dirinya di halaman padepokan. Mereka ingin melihat bagaimana sang Jenderal dilihat dari dekat. Murid lain yang bertugas di bagian konsumsi mulai menata hidangan di dalam pendopo. Mereka terlihat gembira karena telah berhasil mempersiapkan makanan dalam jumlah besar. Seluruh pasukan sang Jenderal pun kalau datang ke sini pasti akan mendapatkan bagian, pikir salah seorang murid. (lebih…)

#4 Menggabungkan File PDF

Tidak seperti biasanya, selama beberapa bulan belajar di padepokan, baru kali ini si Dudun dipanggil oleh Ki Kawuryan. Beliau adalah pemimpin padepokan yang dikenal memiliki kesaktian dan kebijaksanaan di atas manusia pada umumnya. Semua orang sangat menghormati beliau dan sering datang untuk meminta bantuan dalam menyelesaikan berbagai masalah.

Perlahan si Dudun memasuki pendapa tempat Ki Kawuryan biasa menerima tamu. Beliau terlihat sangat tenang. Ketika menyadari kedatangan si Dudun, beliau mengangguk memberi isyarat agar si Dudun duduk di kursi dekatnya.

“Ada apa gerangan Ki memanggil saya?”, tanya si Dudun.

Uhuk uhuk (suara batuk).. Langsung saja ya ngger, Kamu saya minta menyelesaikan sebuah masalah”, kata Ki Kawuryan. (lebih…)

Refleksi Petualangan si Dudun

Jika anda memperhatikan, di bagian Top Post blog ini ada sebuah judul yang kutulis hampir dua tahun yang lalu. Judul tulisan tersebut adalah #1 Harddisk Problem. Ini adalah kisah petualangan si Dudun yang pertama kali dipublikasikan.

Seri pertama dari petualangan si Dudun tersebut menceritakan tentang pengalaman penulis saat menghadapi kejadian komputer yang tiba-tiba mengalami masalah. Saat itu kebetulan si penulis juga sedang tergila-gila dengan kisah penyelidikan Lincoln Rhyme, seorang crime scene investigator rekaan Jeffery Deaver. Voila, jadilah tulisan pertama tersebut. Si Dudun memecahkan misteri masalah komputer dengan gaya seorang detektif.

Crime Scene (courtesy of xkcd.com)

Crime Scene (courtesy of xkcd.com)

Tak dinyana, ternyata seri pertama ini cukup banyak memancing pembaca. Sebenarnya bukan karena ceritanya yang unik tapi lebih kepada jenis masalahnya yang ternyata banyak dialami oleh orang lain. Jadilah tulisan tersebut sebagai sasaran bertanya bagi para pembacanya. Namun, karena keterbatasan pengetahuan penulis, jadi tidak semua pertanyaan tersebut dapat terjawab (malah mungkin tidak terjawab sama sekali). Namun demikian, tulisan itulah yang membuat diriku menjadi tergila-gila akan menulis.

Dan kini, dua tahun setelahnya, aku memiliki keinginan untuk menulis dengan gaya si Dudun lagi. Senang rasanya bisa menulis dengan sepenuh hati. Kisah petualangan si Dudun akan segera berlanjut. Untuk para penggemar, silahkan tunggu tanggal mainnya …  ^^

comic Crime Scene is courtesy of xkcd.com

#3 Smarty-Captcha

captchaDunia si Dudun tidak bisa jauh dari dunia maya. Hampir setiap ia mendapatkan kesulitan dalam menyelami dunia komputer tak berujung, ia selalu mencari jawabannya di Internet. Seiring dengan berjalannya waktu, si Dudun pun semakin tertarik dengan web. Ia pun ingin mencoba membuat situs web.

Dari hasil berselancar di Internet, si Dudun mendapatkan informasi mengenai bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membuat web site, yaitu PHP[1]. Semakin dalam menggali, semakin si Dudun mendapatkan informasi mengenai beberapa teknik dan alat bantu berbasis PHP untuk mempercepat proses pembuatan web tersebut. Salah satunya adalah teknik template dengan menggunakan Smarty[2].

Singkat cerita, si Dudun membutuhkan sebuah mekanisme anti-spam untuk halaman registrasi situs yang akan dibuatnya. Setelah tanya sana, tanya sini, buka sana, buka sini akhirnya ia mendapatkan sebuah sistem bernama Captcha[3]. (lebih…)

#1 Harddisk Problem

#1 HardDisk Problem

Cerita kita bermula di dunia Maya. Di sini, hiduplah si Dudun yang sedang menjelajah wilayah komputer. Alkisah, si Dudun mendapatkan sebuah komputer baru. Saking senangnya, dia sampai lupa waktu. Si Dudun selalu menghabiskan waktunya di depan komputer (maksudnya di depan monitor, pen.). Entah dia main game, mengetik (kadang program, kadang artikel, kadang tulisan yang ngga jelas), atau nonton film.

Selanjutnya…..