Aku dan Workspace

Setahun belakangan ini, aku sedang membiasakan menggunakan sistem operasi Linux untuk keperluan sehari-hari. Sebelum kulanjutkan cerita ini lebih jauh, aku tegaskan bahwa posisiku dalam perang dingin Open Source dan proprietary software adalah netral. Maksud netral di sini adalah aku menganggap masalah perang dingin ini adalah masalah pilihan, pilih sistem yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Oke, kembali ke cerita utama. Setahun belakangan ini, aku sedang membiasakan menggunakan sistem operasi Linux. Dari beberapa pilihan distro (distribusi) Linux yang beraneka ragam, ada tiga distro favorit yang pernah kugunakan, yaitu OpenSUSE, Fedora, dan Ubuntu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku pun memilih distro favorit sejuta umat, yaitu Ubuntu. (lebih…)

Nasionalisme dalam Bancakan

Ketika seseorang menyebut-nyebut tentang programmer atau software developer, yang terlintas dalam benak anda mungkin adalah seseorang dengan rambut acak-acakan yang menghabiskan sebagian besar harinya di depan layar komputer. Atau mungkin anda membayangkan tentang seorang anti sosial berkaca mata tebal yang lebih peduli ketika server sebuah web mati daripada permasalahan besar yang sedang dihadapi bangsa. Kalau hal tersebut (atau mungkin diriku) yang melintas di benak anda, anda salah, karena tidak semuanya seperti itu. Paling tidak begitu pengalamanku.

Beberapa minggu yang lalu, aku berkesempatan menghadiri acara Bancakan 2.0 edisi kedua. Bancakan 2.0 adalah acara pertemuan antara para start up dan developer di Jogja. Start up di sini adalah perusahaan (khususnya bidang IT) yang sedang dalam tahap berkembang. Pertemuan ini diisi oleh pembicara-pembicara yang punya nama di bidang IT di Indonesia. Di sinilah aku menemukan bahwa para start up dan developer ternyata memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. (lebih…)

Opera, Web Standard, dan HTML5

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar yang diadakan oleh Opera Software yang bermarkas di Norwegia. Acara seminar ini merupakan salah satu rangkaian dari Opera University Tours yang diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan mengenai browser dan teknologi web. Pembicara yang datang pada seminar ini adalah Bruce Lawson (Consumer Product Management Opera) dan Zhibin Cheah (Developer Relations Opera), ditemani oleh mbak Annisa Putri yang menjadi koordinator Opera Campus Crew Indonesia. Tema yang dibawakan dalam seminar ini adalah mengenai web standard, HTML 5 dan fitur-fiturnya, serta sedikit mengenai teknologi Opera browser. (lebih…)

Web Service: Definisi

Ini untuk teman-teman yang kemarin penasaran tentang Web Service.. Susah sekali untuk mendapatkan pengertian yang enak tentang Web Service.. Kebetulan beberapa hari yang lalu, Eureka!! Aku menemukannya.

Web service adalah sebuah service yang tersedia dalam Internet yang menggunakan sistem pesan XML terstandarisasi. Web service tidak terikat pada sistem operasi maupun bahasa pemrograman. Ada beberapa alternatif dalam pertukaran pesan XML. Contohnya, XML Remote Procedure Calls (XML-RPC) atau SOAP dapat digunakan dalam pertukaran pesan. Alternatif lain adalah dengan hanya menggunakan HTTP GET/POST untuk mengirimkan pesan XML .

Meski tidak harus ada, sebuah web service juga diharapkan memiliki dua buah properti tambahan:

  • Sebuah web service harus dapat mendefinisikan dirinya sendiri
    Antarmuka publik web service harus dipublikasikan bersamaan dengan publikasi web service. Service paling tidak harus menyediakan dokumen yang dapat dibaca oleh pengembang lain sehingga mudah untuk digunakan. SOAP service yang dibuat sebaiknya juga menyertakan antarmuka publik yang ditulis dalam bahasa XML yang umum. XML tersebut dapat digunakan mengidentifikasi semua public method, method argument, dan return values.
  • Sebuah web service harus dapat ditemukan

    Web service yang dibuat harus disertai dengan mekanisme sederhana untuk mempublikasikannya. Mekanisme tersebut memungkinkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk menemukan service dan mendapatkan lokasi antarmuka publiknya. Mekanisme tersebut dapat berupa sistem terdesentralisasi atau sistem registry yang terpusat.

Intinya, web service yang lengkap adalah semua service yang:

    • Tersedia melalui Internet atau jaringan privat (intranet)
    • Menggunakan sistem pesan XML yang terstandarisasi
    • Tidak terikat pada sistem operasi dan bahasa pemrograman
    • Mendefinisikan diri sendiri melalui tata bahasa standar XML
    • Dapat dicari dengan mekanisme pencarian sederhana

    Sementara cukup gitu dulu.. Nanti ditambahi lagi..

    Sumber:

    Cerami E. 2002. Web Services Essentials: Distributed Applications with XML-RPC, SOAP, UDDI, & WSDL. O’Reilly.