Kereta Lagi…

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi daerah khusus ibukota Jakarta. Setelah beberapa saat mencari moda transportasi yang murah dan nyaman, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menggunakan kereta api. Tak terasa sudah hampir beberapa bulan saya tidak menaiki kereta api lagi. Saya sempat membaca berita bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki kereta baru rute Yogyakarta – Jakarta. Saya berpikir, kenapa saya tidak mencobanya saja. (lebih…)

Iklan

Wirausahawan Petani

Sebelumnya perkenankan saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1432 H. Saya mohon maaf jika ada tulisan dan komentar saya dalam  blog ini yang kurang berkenan di hati teman-teman blogger sekalian.

Saya membawa oleh-oleh dari perjalanan mudik tahun ini. Oleh-olehnya bukan berupa makanan, melainkan sebuah cerita. Ya, saya akan menceritakan dua orang sepupu saya yang berwirausaha. Bidang wirausaha yang mereka geluti mungkin agak jarang ditemui, yaitu bertani.

Sepupu petani saya yang pertama adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia mengaku tidak mau disuruh-suruh oleh orang lain, sehingga ia memutuskan untuk menjalani hidup sebagai petani. Ia menggarap lahan pertanian milik keluarga dan telah berhasil beberapa kali panen. Berikut adalah cuplikan wawancara saya dengannya. (lebih…)

Kereta… Kereta…

Pengalaman terakhir saya naik kereta dahulu kala adalah pada saat saya pergi bolak-balik Bogor-Jakarta. Waktu itu saya masih berstatus mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi negeri di Bogor. Kereta yang biasa dipakai tentu saja KRL Jabodetabek yang terkenal murah, ekonomis, penuh sesak, dan kotor (hehe). Perjalanan dari stasiun Bogor sampai ke stasiun Jakarta Kota bisa memakan waktu hampir 2 jam karena KRL ini berhenti di setiap stasiun.

Banyubiru pada perjalanan pertama

Beberapa tahun kemudian, saya pun akhirnya berkesempatan naik kereta lagi. Semua bermula saat Gunung Merapi yang legendaris itu meletus. Beberapa bulan setelah itu, jalur Yogyakarta-Magelang sering terputus karena aliran banjir lahar dingin yang masih sering terjadi (hingga tulisan ini dibuat). Saya sebagai salah satu orang yang sering pulang-balik Yogya-Semarang akhirnya mulai merasa was-was dan mencari jalur alternatif lain: kereta. (lebih…)

Foto Keluarga

Beberapa hari yang lalu saat aku pulang ke rumah, ayahku dengan penuh semangat menyuruhku untuk membuka foto di flash disknya. Foto tersebut beliau dapatkan dari kunjungannya beberapa hari sebelumnya ke tempat pamanku. Rupanya, pamanku ini memberikan foto dalam bentuk digital ini ke dalam flash disk ayahku tadi.

Aku penasaran, mengapa ayahku ini kok begitu bersemangat. Sesaat setelah aku membuka file foto tersebut, aku pun tahu. Foto tersebut ada dua jumlahnya. Semuanya foto keluarga, diambil mungkin sekitar 24 tahun yang lalu. Di foto pertama tampak ayah ibuku dengan dikelilingi saudara-saudari ayahku di belakang mereka. Di bagian tengah ada kakek dan nenekku yang masih tampak muda. Mereka semua berdiri di depan rumah ayah. Semuanya masih tampak sangat muda dan semuanya tersenyum gembira. Gigi-gigi dan mata mereka bersinar-sinar sehingga menyilaukan pandangan yang melihatnya (okay, I’m exaggerating ^^).

Foto kedua agak berbeda, kali ini fotonya diambil di dalam rumah. Di situ terlihat ayah dan ibuku duduk di kursi, ibuku menggendong kakakku yang masih bayi. Di belakang beliau berdua, adik-adik ayahku tampak gembira berdiri, tersenyum seperti foto pertama. Di mana diriku? Saat itu, mungkin aku masih dalam proses perencanaan.

Melihat kedua foto tersebut, mau tak mau aku teringat pada cerita ayahku saat masih muda. Tentang bagaimana ia bekerja keras sampai akhirnya bisa membeli rumah. Kemudian menikahi ibuku dan membantu kuliah adik-adiknya. Coba lihat, betapa bangga dan gembira wajah kakek, nenek, dan adik-adiknya. Aku hanya bisa merenung, apakah suatu saat nanti aku juga akan bisa seperti beliau? Saat ini masih duduk di bangku sekolah, thanks to him too who still believes in me. Belum pernah mengalami masa-masa kerja keras yang benar-benar keras.

Semoga suatu saat nanti aku bisa mengikuti jejakmu Ayah… Happy birthday… Semoga sehat selalu dan senantiasa berada dalam lindunganNya… I’ll make you proud..

NB. Karena beberapa alasan pribadi, foto keluarga yang dimaksud tidak saya tampilkan..

Bukan Hari Biasa (part 1)

Hari ini sangat aneh. Badan yang tidak begitu sehat waktu pagi membuatku agak malas untuk beraktivitas. Sekitar pukul setengah tujuh pagi, aku mulai menghidupkan komputer dan berselancar di Internet. Aku saat itu berpikir bahwa kuliah baru akan dimulai pukul delapan pagi, jadi masih ada waktu satu setengah jam. Jadi, aku pun dengan malas mulai membaca-baca apa yang terjadi di dunia.

Kira-kira pukul 7.15, aku mulai memutuskan untuk pergi membasuh diri. Aku membayangkan diriku yang biasa datang jauh sebelum kuliah dimulai baru datang beberapa menit sebelum kuliah. Membayangkan beberapa komentar teman-teman sekelas yang mungkin terjadi, atau mungkin tidak. Selesai mandi, pukul 7.20, aku mulai merasakan ada sesuatu yang janggal. Aku sedang bersiap-siap ketika pandanganku menyapu jadwal kuliah yang terpampang di dinding di atas meja.

Jadwal kuliahku disusun berdasarkan hari dan nama mata kuliah. Berbeda dengan jadwal biasa yang ditulis berdasarkan jam, jadwalku ini ditulis dengan menggunakan kode nomor. Kode nomor 1 untuk kuliah pukul 07.00 – 07.50, kode nomor 2 untuk kuliah pukul 07.50-08.50, dan seterusnya. Pandanganku melihat jadwal kuliah pertama hari ini, aku tersentak ketika melihat kode nomornya: 1,2, 3. Artinya kuliah dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.50. Dimulai pukul 07.00 dan sekarang sudah pukul 7.30! (lebih…)

Email!

AROBAZE

Aku percaya bahwa hidup itu adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini terdiri atas berbagai macam petualangan yang selalu dapat kita pilih sesuai dengan keinginan kita. Dari sekian banyak petualangan, ada satu petualangan yang ingin kubagi kali ini. Petualangan di dunia blog yang telah mengantarkanku membuka berbagai macam petualangan lain yang tak kalah mengasyikkan. Lalu kenapa judulnya Email? Sabar bung, silahkan berpetualang membaca tulisanku sampai selesai ^^.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, aku memiliki blog di sini (yang sedang anda baca sekarang). Selain itu, aku juga memiliki blog lain yang kugunakan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Blogku yang satu ini juga kugunakan untuk berpetualang dengan dunia WordPress. Aku belajar untuk instalasi dan mengatur WordPressku sendiri. Selain itu, aku juga berpetualang dengan dunia domain dan hosting yang berbayar. Sekedar untuk merasakan bagaimana caranya dan menggali ilmu dari mas-mas customer service yang senantiasa bersedia membantu (he3.. maaf telah merepotkan ^^). (lebih…)

Ayo Bicara

200px-Talk_face.svgPada suatu malam yang indah, diterangi cahaya matahari yang dipantulkan oleh bulan, aku pergi ke luar untuk makan malam. Aku menuju ke sebuah warung lesehan di depan sebuah gang. Tempat ini kupilih karena memungkinkanku untuk mencerna makanan sembari memandangi indahnya cahaya bintang.

Tak tahu kenapa, aku mulai berpikir tentang teman-temanku yang telah mendapatkan kesempatan untuk menjelajah dunia lain. Apakah mereka juga melihat bintang yang aku lihat di sini. Aku pun lalu teringat pada obrolan dengan salah satu temanku yang sedang berada di belahan dunia lain. (lebih…)

Rusia di Jogja

Aku sebenarnya tidak suka dengan acara yang diadakan tanpa persiapan. Namun, ketika berada di jogja, dan temanku mengajak untuk menonton pertunjukan Rusia sesuai yang ditulis di koran, aku berkata dalam diri sendiri, mengapa tidak?

Dan di sinilah aku, di taman budaya kota Jogja. Di lantai bawah ada pameran lukisan, sedangkan di lantai atasnya pertunjukan dari Rusia akan diadakan. Sejenak kami masuk ke pameran lukisan, namun karena waktu pertunjukan akan segera dimulai, kami pun pergi ke lantai atas.

See? you can see nothing from this position, right?

See? you can see nothing from this position, right?

Ini adalah kali pertama aku masuk ke gedung ini. Ruangan ini berbentuk seperti aula pertunjukan dengan panggung besar di muka dikelilingi oleh deretan kursi yang berjajar rapi membentuk setengah lingkaran. Ruangan gelap, mungkin karena pertunjukan akan segera dimulai. Kami mengambil tempat duduk di tengah, dan ketika menyadari bahwa jarak ke panggung di luar jangkauan mata minus kami, kami pun maju hingga ke baris ketiga dari depan. Di posisi yang baru ini, kami baru menyadari bahwa acara ini adalah rangkaian dari acara Hari Kebudayaan Rusia. Pertunjukan ini adalah pertunjukan penutup di hari terakhir. Tak lama menunggu, acara pun dimulai. (lebih…)