Bola dan Prediksi

The World Cup 2010 is Here!!

Telat ya? He3. Paling tidak sekarang masih dalam rentang waktu penyelenggaraan Piala Dunia. Saat ini memasuki akhir minggu kedua Piala Dunia. Banyak kejutan yang terjadi dalam pertandingan-pertandingan awal. Semoga saja kejutan-kejutan ini terus ada supaya Piala Dunia ini menjadi lebih seru.

Jadi, untuk memeriahkan Piala Dunia ini, aku akan menulis suatu hal yang erat kaitannya dengan dunia sepak bola, yaitu prediksi. Namun pada tulisan ini, aku tidak ingin menuliskan prediksi siapa pemenang Piala Dunia 2010. Di tulisan ini, aku akan menuliskan kisah tentang salah satu basis pembuatan prediksi. (lebih…)

Iklan

Gara-gara Feynman

Feynman? Siapa tuh?

Sejujurnya aku juga tak tahu sebelumnya. Pertemuan pertamaku dengannya terjadi beberapa bulan lalu secara tak sengaja. Saat itu, aku sedang mencari-cari toko buku yang mirip dengan model toko buku Barnes & Noble. Model yang kumaksud adalah model toko buku di mana pembeli bisa memilih dan membaca buku yang diinginkan dengan nyaman. Aku mendengar beberapa kabar bahwa ada toko buku seperti itu di dekat tempat aku menumpang hidup. Namanya MP Book Point.

Aku mengajak temanku untuk berkunjung ke toko buku ini. Ternyata, namanya telah berubah menjadi Mizan Book Corner. Di depan toko buku ini ternyata sedang ada diskon buku murah. Setelah melihat-lihat sebentar, kami pun memutuskan untuk masuk ke dalam toko. Toko ini ternyata tidak terlalu besar. Di samping kanan pintu masuk, terdapat kafe kecil. Buku Perahu Kertas menghiasi display utama toko. Aku masuk terus ke dalam dan menemukan ruangan yang disekat menjadi dua. Sebelah kiri untuk bagian novel dan buku umum, sedangkan sebelah kanan berisikan buku untuk anak-anak. Selain kedua ruangan itu, ada satu lagi ruangan di dalam untuk kegiatan yang sering diadakan oleh pihak toko. That’s all. Tidak ada ruangan lain selain kamar mandi dan musholla kecil. (lebih…)

Pisang…

Satu sisir pisang tergeletak di atas meja. Pisang tersebut masih berwarna hijau, sepertinya masih keras dan mentah. Aku mendekati ibu penjaja yang duduk di dekat meja itu. Kataku, “Bu, boleh beli pisangnya?”. Si Ibu mengiyakan sembari membungkus pisang yang aku tanyakan. Aku sempat menanyakan apakah pisang tersebut sudah matang atau belum, namun si Ibu sepertinya tidak mendengar. Aku pun pulang dengan membawa si pisang hijau. (lebih…)