Manusia Masa Lalu

“Rif!!”, terdengar panggilan dari orang bersepeda motor itu. Aku baru saja berpapasan dengannya, hendak masuk ke garasi rumah. Aku menengok ke belakang, memandangi pemanggil namaku. Pikiranku mencoba menggali ke dalam, aku tahu bahwa aku merasa pernah kenal dengannya. Sesaat aku menyerah, pikiranku dengan menyesal mengatakan, “Sorry boss, Object Not Found“. Dia membawa motornya mendekat. Nampaknya dia baru saja mengunjungi tetangga sebayaku. Aku mempersiapkan kalimat, “Siapa ya? Kayaknya pernah kenal”. Namun, ketika aku melihat wajahnya dari dekat, pikiranku segera mengirimkan sinyal interrupt dan menghentikan kalimat yang sudah kupersiapkan. Bergegas, pikiranku mengirimkan kalimat baru ke mulutku, “Fajar??!!”.

Fajar adalah teman masa SD ku. Kebetulan, aku, Fajar, dan tetangga sebayaku, Sigit namanya, juga teman sekelas masa SD dulu. Ternyata Fajar adalah teman satu kuliah Sigit. Wew, kenapa si Sigit tidak pernah mengatakannya kepadaku? Mungkin karena kami jarang bertemu, aku mengambil kuliah di luar kota. Yah, pembicaraan masa lalu pun dimulai. Mulai dari kabar si anu dan si itu, sampai rencana-rencana masa depan kami. 

Masa SD ku tidak dapat dibilang menyenangkan walau juga tak dapat dibilang terlalu menyedihkan. Meski demikian, selalu saja terdapat kegembiraan ketika bertemu dengan manusia dari masa lalu kita. Mungkin lain kali akan kuceritakan kisah masa laluku, namun saat ini, aku hanya akan mengatakan, “It’s good to see you again, mate..

Semarang, 8 Juni 2009
dari depan garasi

Prolog

Aku selalu percaya bahwa kepribadian dan keadaaan kita saat ini adalah hasil bentukan dari apa yang kita lakukan dan dapatkan di masa lalu. We’re born from the past. Tidak semua masa lalu yang indah dan lancar menghasilkan masa depan yang indah dan lancar pula. Tidak dapat pula dikatakan bahwa masa lalu yang keras, penuh rintangan, dan tidak menyenangkan selalu membentuk kehidupan yang tidak indah di masa depan. Terlalu banyak faktor yang bermain di antara masa lalu dan masa depan. Life isn’t that simple, life is really sophisticated. Tetapi masa lalulah yang menghasilkan hidup kita di masa kini dan masa yang akan datang.

Dan dari sinilah, cerita ini berasal……