Ronggeng Dukuh Paruk

Langit di timur mulai benderang ketika aku melangkah ke luar. Belum seorang pun di Dukuh Paruk yang sudah kelihatan. Langkahku tegap dan pasti. Aku, Rasus, sudah menemukan diriku sendiri. Dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuninya akan kutinggalkan. Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aku telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia pernah merenggut Srintil dari tanganku. Bahkan lebih dari itu. Aku akan memberi kesempatan kepada pedukuhanku yang kecil itu kembali kepada keasliannya. Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk: ronggeng!
(Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari)

Aku masih ingat betul paragraf penggalan dari novel Ronggeng Dukuh Paruk di atas. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Paragraf tersebut tertulis di dalam Lembar Kerja Siswa (atau lazim disebut LKS kala itu) mata pelajaran Bahasa Indonesia. Begitu lembar tersebut dibagikan, aku segera larut membaca potongan-potongan paragraf karya penulis terkenal Indonesia. Sampai akhirnya guruku yang memanggil-manggil tidak kuindahkan. Akhirnya oleh guruku tersebut aku diinstruksikan untuk menangani administrasi LKS ini di kelas sebagai hukuman. Wah, itu sudah lama sekali. (lebih…)

Iklan

Mengejar Deadline: Budaya Bangsa?

Tulisan ini dipersembahkan untuk kawan-kawan panitia Pesta Sains 2006, khususnya tim khusus..

“Kita harus bersiap-siap mengejar deadline”, kata salah seorang seniorku. “Lagipula, mengejar deadline itu sudah menjadi budaya bangsa kita sejak jaman dahulu kala”, tambahnya lagi.

Saat itu, kami berdua baru saja selesai menggelar rapat koordinasi pada sebuah lomba yang akan diselenggarakan oleh BEM fakultas. Lomba ini terdiri atas berbagai bidang yang meliputi hampir seluruh departemen yang terdapat pada fakultas kami. Diriku saat itu kebetulan menjadi koordinator seksi khusus untuk lomba pemrograman, sedangkan sang seniorku tadi adalah koordinator seksi khusus untuk semua bidang lomba. Dengan kata lain, beliau adalah koordinator pusat dari para koordinator sub lomba. Seksi khusus adalah seksi yang bertugas untuk menyediakan soal dan memberi nilai para peserta lomba. (lebih…)

Think Tank

A hundred years ago (just kidding..). Pada saat dunia console dikuasai oleh Nintendo dan Sega Mega Drive, ada satu game yang memiliki kesan yang dalam. Game tersebut dikembangkan untuk console Nintendo. Nama game itu adalah TANK 1990. Sounds familiar? To help you remember it, I give you some snapshot.

TANK 1990 intro

Level 1

Rings a bell? TANK 1990 adalah sebuah game bertema perang yang mengambil Tank sebagai tokoh utamanya. Gameplay-nya sederhana, kau harus menghancurkan semua tank musuh sembari melindungi “garuda”. Simple but powerful game play. Ada lebih dari 100 level (tergantung versinya) dengan peta yang berbeda-beda.

Ada beberapa fitur dalam game ini yang cukup menarik. Pertama, mode 2 players. Bermain sendiri saja sudah cukup menyenangkan. Apalagi bermain dengan teman. Pasti jauh lebih menyenangkan. Di sinilah teamwork dibangun. Kedua, mode Construction. Pada mode ini, pemain bisa membangun peta sendiri sesuai dengan imajinasinya. Di sinilah imajinasi dan strategi dibangun.

Seiring dengan berjalannya waktu, tampuk kekuasaan dunia console pun diambil alih oleh console-console baru dengan kemampuan processing dan grafik yang “wah”. Namun rasa rindu akan game jaman dulu seperti TANK 1990 tetap melekat di hati. Dan beberapa hari yang lalu, aku menemukan sebuah game dengan tema yang serupa.

Tank Commander adalah sebuah game bertema perang yang mewarisi gameplay dari leluhurnya, Tank 1990. Game ini dibuat untuk PC dan memiliki penambahan kualitas grafik yang terbilang “wah”. Game ini bersifat free dan dapat didownload secara cuma-cuma di GameTop.com. Dibawah ini adalah beberapa screenshot-nya.

Tank Commander Intro

Level 2

Battle.pngPada Tank Commander, peran “garuda” yang ingin dilindungi digantikan dengan Radar. Bonus-bonus untuk upgrade tank dan lain sebagainya dijatuhkan oleh sebuah pesawat pengangkut yang datang secara random. Pada beberapa level terdapat penambahan objek berupa non-moving defense seperti rocket turret dan EMP turret. Rocket turret menembakkan roket secara random ke semua arah. Sedangkan EMP turret menembakkan shocking bolt yang dapat membuat tank berhenti bergerak untuk jangka waktu tertentu. Serangan kedua objek ini dapat mengenai tank musuh dan tank pemain, so take a caution. Pada game ini, sayangnya, fitur Construction belum kutemukan. Namun, game ini cukup dapat membangkitkan rasa nostalgia.

Udah ya, aku main game dulu.. 😀