Kereta Lagi…

Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi daerah khusus ibukota Jakarta. Setelah beberapa saat mencari moda transportasi yang murah dan nyaman, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba menggunakan kereta api. Tak terasa sudah hampir beberapa bulan saya tidak menaiki kereta api lagi. Saya sempat membaca berita bahwa PT Kereta Api Indonesia (KAI) memiliki kereta baru rute Yogyakarta – Jakarta. Saya berpikir, kenapa saya tidak mencobanya saja. (lebih…)

Foto yang (tidak) Unik

24867_1392955074035_1536914272_31006776_722376_n“Dun, ada kejadian unik tuh. Ambil gambarnya yuk!”

“Kejadian unik apa?”

“Itu ada mobil yang parkir di bawah rambu dilarang parkir.”

“Hmm”

Mungkin teman-teman pembaca sekalian pernah menemukan kejadian “unik” seperti ilustrasi di atas. Ada mobil parkir di bawah rambu dilarang parkir, ada orang membuang sampah di dekat tanda dilarang membuang sampah, ada orang kencing di dekat tulisan dilarang kencing, ada orang merokok di ruangan dengan tulisan dilarang merokok, dan masih banyak lagi lainnya. Anehnya, jika aku dan teman-teman sekalian pernah menemukan kejadian macam ini, apakah kita dapat menyimpulkan bahwa kejadian ini telah kehilangan “keunikannya”?

Seringnya kejadian ini dalam kehidupan sehari-hari membuatku berpikir, ternyata banyak sekali di antara kita yang belum menyadari pentingnya sebuah peraturan. Peraturan yang baik pasti memiliki alasan yang baik dibalik pembuatannya. Banyaknya kejadian “unik” seperti ini menunjukkan kurang pedulinya kita pada kepentingan umum di mana peraturan tersebut dibuat. Hal ini bukan sesuatu yang layak untuk dibanggakan.

Mari kita mulai menghilangkan kejadian (tidak) “unik” ini menjadi benar-benar “unik” dan akhirnya tidak dapat kita temui lagi foto-foto yang (tidak) “unik”. Mari kita mulai dari diri kita sendiri, dari yang kecil, dan dari sekarang.

Aku dan Workspace

Setahun belakangan ini, aku sedang membiasakan menggunakan sistem operasi Linux untuk keperluan sehari-hari. Sebelum kulanjutkan cerita ini lebih jauh, aku tegaskan bahwa posisiku dalam perang dingin Open Source dan proprietary software adalah netral. Maksud netral di sini adalah aku menganggap masalah perang dingin ini adalah masalah pilihan, pilih sistem yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Oke, kembali ke cerita utama. Setahun belakangan ini, aku sedang membiasakan menggunakan sistem operasi Linux. Dari beberapa pilihan distro (distribusi) Linux yang beraneka ragam, ada tiga distro favorit yang pernah kugunakan, yaitu OpenSUSE, Fedora, dan Ubuntu. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya aku pun memilih distro favorit sejuta umat, yaitu Ubuntu. (lebih…)

Foto Keluarga

Beberapa hari yang lalu saat aku pulang ke rumah, ayahku dengan penuh semangat menyuruhku untuk membuka foto di flash disknya. Foto tersebut beliau dapatkan dari kunjungannya beberapa hari sebelumnya ke tempat pamanku. Rupanya, pamanku ini memberikan foto dalam bentuk digital ini ke dalam flash disk ayahku tadi.

Aku penasaran, mengapa ayahku ini kok begitu bersemangat. Sesaat setelah aku membuka file foto tersebut, aku pun tahu. Foto tersebut ada dua jumlahnya. Semuanya foto keluarga, diambil mungkin sekitar 24 tahun yang lalu. Di foto pertama tampak ayah ibuku dengan dikelilingi saudara-saudari ayahku di belakang mereka. Di bagian tengah ada kakek dan nenekku yang masih tampak muda. Mereka semua berdiri di depan rumah ayah. Semuanya masih tampak sangat muda dan semuanya tersenyum gembira. Gigi-gigi dan mata mereka bersinar-sinar sehingga menyilaukan pandangan yang melihatnya (okay, I’m exaggerating ^^).

Foto kedua agak berbeda, kali ini fotonya diambil di dalam rumah. Di situ terlihat ayah dan ibuku duduk di kursi, ibuku menggendong kakakku yang masih bayi. Di belakang beliau berdua, adik-adik ayahku tampak gembira berdiri, tersenyum seperti foto pertama. Di mana diriku? Saat itu, mungkin aku masih dalam proses perencanaan.

Melihat kedua foto tersebut, mau tak mau aku teringat pada cerita ayahku saat masih muda. Tentang bagaimana ia bekerja keras sampai akhirnya bisa membeli rumah. Kemudian menikahi ibuku dan membantu kuliah adik-adiknya. Coba lihat, betapa bangga dan gembira wajah kakek, nenek, dan adik-adiknya. Aku hanya bisa merenung, apakah suatu saat nanti aku juga akan bisa seperti beliau? Saat ini masih duduk di bangku sekolah, thanks to him too who still believes in me. Belum pernah mengalami masa-masa kerja keras yang benar-benar keras.

Semoga suatu saat nanti aku bisa mengikuti jejakmu Ayah… Happy birthday… Semoga sehat selalu dan senantiasa berada dalam lindunganNya… I’ll make you proud..

NB. Karena beberapa alasan pribadi, foto keluarga yang dimaksud tidak saya tampilkan..

chmod

chmod

Kejahatan yang “Lain”

Alkisah, aku dan teman-teman mendapatkan tugas dari mata kuliah kriptografi. Sedikit tentang kriptografi, kriptografi adalah ilmu yang mempelajari masalah keamanan data. Nah, di tugas ini kelompok kami mendapatkan tugas untuk membahas keamanan di dunia perbankan, termasuk di antaranya kejahatan di dunia perbankan, contoh kasusnya, dan bagaimana mengatasinya.

Beberapa hari kemudian, salah satu anggota kelompokku, sebut saja Mr. X, menerima sebuah sms dan menunjukkannya kepadaku. Sms tersebut berisi pemberitahuan mengenai acara diskusi mengenai kejahatan perbankan. Acara ini diselenggarakan oleh HIMMPAS dan yang paling penting: gratis. Di pikiran kami, acara ini adalah mengenai kejahatan perbankan yang sedang cukup ramai dibicarakan, yaitu mengenai kasus pembobolan ATM menggunakan skimmer. Karena relevan dengan tugas kami, maka kami pun sepakat untuk menghadirinya.

Jadilah aku dan Mr. X menghadiri acara tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, makalah pun dibagikan. Makalah tersebut terdiri dari dua bagian. Kami membaca sekilas mengenai kedua makalah tersebut. Kami pun termenung, kemudian tertawa dalam hati. Makalah tersebut berisikan kejahatan perbankan, dalam artian kejahatan kerah putih dengan studi kasus Bank Century. Sedangkan kami berpikir bahwa kejahatan yang dimaksud oleh acara ini adalah kasus skimmer.

Akhirnya kami pun duduk dan mendengarkan pemaparan para pembicara. Dua pembicara membicarakan tentang kasus kejahatan perbankan dari sisi ekonomi dan dari sisi hukum. Yah, walau sedikit tidak paham, paling tidak kami mendapat ilmu baru.

Life is Like a Boat

Enggak tau kenapa, beberapa minggu belakangan ini aku sedang suka mendengarkan lagu ini. Judulnya adalah Life is Like a Boat, dinyanyiin oleh Rie Fu. Lagu ini pernah jadi soundtrack penutup Bleach episode awal-awal. Berikut liriknya:

Life is Like a Boat

Sang by: Rie Fu

Nobody knows who I really am
I never felt this empty before
And if I ever need someone to come along
Who’s gonna comfort me and keep me strong

We are all rowing the boat of fate
The waves keep on comin’ and we can’t escape
But if we ever get lost on our way
The waves would guide you through another day

Tookude iki wo shiteru toumei ni nattamitai (Far away, I’m breathing, as if I were transparent)
Kurayami ni omoe takedo mekaku shisarete tadake (It would seem I was in the dark, but I was only blindfolded)
Inori wo sasagete atarashii hi wo matsu (I give a prayer as I wait for the new day)
Azayaka ni hikaru umi sono hate made (Shining vividly up to the edge of that sea)

Nobody knows who I really am
Maybe they just don’t give a damn
But if I ever need someone to come along
I know you would follow me, and keep me strong

Hito no kokoro wa utsuri yuku nukedashita kunaru (People’s hearts change and sneak away from them)
Tsuki wa mata atarashii shuuki de fune wo tsureteku (The moon in its new cycle leads the boats again)

And every time I see your face,
The oceans heave up to my heart
You make me wanna strain at the oars,
And soon I can see the shore

Oh, I can see the shore
When will I… see the shore?

I want you to know who I really am
I never thought I’d feel this way towards you
And if you ever need someone to come along
I will follow you, and keep you strong

Tabi wa mada tsudzuiteku odayakana hi mo (And still the journey continues on quiet days as well)
Tsuki wa mata atarashii shuuki de fune wo terashidasu (The moon in its new cycle shines on the boats again)
Inori wo sasagete atarashii hi wo matsu (I give a prayer as I wait for the new day)
Azayaka ni hikaru umi sono hate made (Shining vividly up to the edge of that sea)

And every time I see your face,
The oceans heave up to my heart
You make me wanna strain at the oars,
And soon I can see the shore

Unmei no fune wo kogi nami wa tsugi kara tsugi e to watashitachi wo osou kedo(We are rowing the boat of fate, but the waves keep attacking us)
Sore mo suteki na tabi ne (But isn’t that still a wonderful journey?)
Dore mo suteki na tabi ne (Aren’t any of them a wonderful journey?)

Source: http://www.animelyrics.com/anime/bleach/lifeislikeaboat.htm

Lithium Ion

Judulnya cukup spektakuler ya? Lithium Ion adalah jenis baterai yang sering dipakai dalam kehidupan kita sehari-hari. Baterai lithium ion dapat dengan mudah ditemukan di laptop, ponsel, pda, dan sebagainya. Untuk detail informasi mengenai bagaimana baterai lithium ion ini bekerja, silahkan kunjungi halaman HowStuffWorks yang berkaitan. Artikel ini akan sedikit melenceng dari judulnya. Sepertinya kemampuan membuat judulku sudah mulai menurun. Artikel ini adalah cerita mengenai nasib baterai ponselku. (lebih…)