Mengejar Deadline: Budaya Bangsa?

Tulisan ini dipersembahkan untuk kawan-kawan panitia Pesta Sains 2006, khususnya tim khusus..

“Kita harus bersiap-siap mengejar deadline”, kata salah seorang seniorku. “Lagipula, mengejar deadline itu sudah menjadi budaya bangsa kita sejak jaman dahulu kala”, tambahnya lagi.

Saat itu, kami berdua baru saja selesai menggelar rapat koordinasi pada sebuah lomba yang akan diselenggarakan oleh BEM fakultas. Lomba ini terdiri atas berbagai bidang yang meliputi hampir seluruh departemen yang terdapat pada fakultas kami. Diriku saat itu kebetulan menjadi koordinator seksi khusus untuk lomba pemrograman, sedangkan sang seniorku tadi adalah koordinator seksi khusus untuk semua bidang lomba. Dengan kata lain, beliau adalah koordinator pusat dari para koordinator sub lomba. Seksi khusus adalah seksi yang bertugas untuk menyediakan soal dan memberi nilai para peserta lomba. Lanjutkan membaca “Mengejar Deadline: Budaya Bangsa?”

Kamen Rider Faiz dan Bilangan Fibonacci

Tulisan ini ditulis oleh seorang pelajar yang sedang berusaha untuk menyukai mendalami mata kuliah yang diambilnya.

Monumen Fibonacci
Monumen Fibonacci

Pada suatu siang, dosen yang sedang mengajar kelasku sedang bercerita tentang bilangan Fibonacci. Bilangan Fibonacci adalah sebuah barisan bilangan di mana baris selanjutnya adalah hasil dari penjumlahan dua buah bilangan sebelumnya. Atau dengan kata lain bilangan ke-n atau F(n) adalah hasil dari F(n-1) + F(n-2). Bilangan pertama dan kedua biasanya diinisialisasi dengan 0 dan 1, walau bukan suatu keharusan. Contoh dari bilangan Fibonacci dengan inisialisasi 0 dan 1 adalah sebagai berikut:

0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, …, dst.

Di dalam batas kesadaran yang mulai menghilang, telingaku samar mendengar bapak tersebut menyebut sebuah kata, faiz. FAIZ?? Kesadaranku seketika pulih. Ketika mendengar kata Faiz, otakku segera mengasosiasikannya dengan salah satu jagoan dunia televisi, Kamen Rider Faiz. Apakah ada yang salah dengan asosiasiku? atau karena aku yang kurang berkonsentrasi? Lanjutkan membaca “Kamen Rider Faiz dan Bilangan Fibonacci”

Ayo Bicara

200px-Talk_face.svgPada suatu malam yang indah, diterangi cahaya matahari yang dipantulkan oleh bulan, aku pergi ke luar untuk makan malam. Aku menuju ke sebuah warung lesehan di depan sebuah gang. Tempat ini kupilih karena memungkinkanku untuk mencerna makanan sembari memandangi indahnya cahaya bintang.

Tak tahu kenapa, aku mulai berpikir tentang teman-temanku yang telah mendapatkan kesempatan untuk menjelajah dunia lain. Apakah mereka juga melihat bintang yang aku lihat di sini. Aku pun lalu teringat pada obrolan dengan salah satu temanku yang sedang berada di belahan dunia lain. Lanjutkan membaca “Ayo Bicara”

Ada apa di pikiranmu?

Legion of honor thinker

Pada suatu hari, ada seorang karakter penasaran yang mencoba untuk melakukan eksperimen unik. Ia ingin membandingkan hitungan detik di dalam pikirannya dengan waktu yang sebenarnya. Ia mencoba menghitung waktu yang ia perlukan untuk menghitung sebanyak 60 (jumlah detik dalam satu menit) di dalam pikirannya. Dari beberapa kali percobaannya, ia menemukan bahwa rataan waktu yang diperlukannya untuk menghitung sebanyak 60 adalah 48 detik.

Rasa penasaran membuatnya melakukan percobaan lanjutan. Ia kemudian mencoba mencari tahu apakah ada faktor yang mempengaruhi laju hitungannya terhadap waktu. Ia kemudian mengulang percobaannya, kali ini sembari naik-turun tangga (diiringi dengan tatapan aneh orang yang melihatnya), membaca, berlari, dan sebagainya. Rataan waktu yang ia dapatkan ternyata tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Anehnya, ia tidak bisa menghitung sambil berbicara, seolah-olah keduanya adalah pekerjaan yang harus dilakukan secara serial. Lanjutkan membaca “Ada apa di pikiranmu?”

Kesalahan Bukan pada Televisi Anda

“I find television very educating. Every time somebody turns on the set, I go into the other room and read a book.” ~Groucho Marx

Akhir pekan yang panjang ini, aku habiskan dengan menonton sebuah film seri pendek buatan Jepang. Film ini berkisah tentang seorang profesor fisika yang dimintai bantuan oleh kepolisian untuk memecahkan kasus-kasus yang aneh. Salah satu episodenya menceritakan tentang kasus terbakarnya kepala korban secara spontan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata munculnya api tersebut bukan karena suatu hal yang mistis. Peristiwa tersebut dapat dijelaskan secara fisika. Penyebabnya adalah sinar laser yang ditembakkan tepat di kepala korban. Untuk memecahkan kasus ini, si profesor rela melakukan percobaan dengan sinar laser sebanyak 43 kali untuk memastikan peristiwa tersebut dapat terjadi. Lanjutkan membaca “Kesalahan Bukan pada Televisi Anda”

Alone for a Moment

Terkadang pada suatu saat pada hari-hari sibuk dan ramai kita, kita membutuhkan waktu untuk sendiri. Diam, berhenti, berpikir sejenakSo do I. Pergi ke suatu tempat yang menyenangkan, do something fun for myself, remembering some sweet things in the past (I wish I could back to that time.. man.. I just couldn’t forget it), smile and cry for myself, listening to my fav songs (Aqua Timez & YUI are rocks!!), introspeksi, menasehati diri sendiri, merenung, dan akhirnya kembali ke keramaian dengan semangat dan energi baru..

Wew,, there were lot of change in this world.. Not just me but all around me.. New friends, new priority, new attitude, new room (i counted this one too.. :p) and all.. Ahh I wish I could back to that time,, Three and a half years ago.. In that small room of 3 peoples, with my old Motorola phones (and the memories there).. and the Jonjou na Kanjou song (by Siam Shade).. and off course YOU,,..

Right now,,  just feeling betrayed,,.. remembering how stupid I am (from my own perspective),,.. I don’t know it’s right or not.. But I know for sure.. that was the best for me……. … (wasn’t it?)

sometimes i only remember,, the days when i was young..

nowadays no one remembers,, when they were young and stupid..

(The Way You Like It – Adema)

and what the hell am I doing with this post.. sorry to interrupt you..

Our paths they did cross, though I cannot say just why

We met, we laughed, we held on fast, and then we said goodbye

And who’ll hear the echoes of stories never told?

Let them ring out loud till they unfold

In my dearest memories, I see you reaching out to me

Though you’re gone, I still believe that you can call out my name

(Melodies of Life – Emiko Shiratori (OST Final Fantasy IX))

well.. see ya on my next post… *curhat mode: off*

So far and away, see the bird as it flies by
Gliding through the shadows of the clouds up in the sky
I’ve laid my memories and dreams upon those wings
Leave them now and see what tomorrow brings

(Melodies of Life – Emiko Shiratori (OST Final Fantasy IX))