Apa Bedanya Facebook dengan Twitter?

Pada suatu hari yang cerah, hari seperti biasanya, aku sedang duduk di depan layar komputer menatap tab-tab dalam browser yang terbuka. Sesekali aku mengetik sesuatu yang cukup penting, walaupun sebenarnya itu hanyalah sebuah update status di Twitter atau Facebook. Di belakangku, ada beberapa mahasiswa S3 yang sedang asyik mengobrol dan berdiskusi. Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlontar dari salah seorang ibu mahasiswi, “Apa sih bedanya Twitter dengan Facebook?

Pikiranku kemudian melayang, memikirkan berbagai macam penjelasan yang kira-kira dapat kupakai sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut. Ada beberapa jawaban gila yang muncul, berikut adalah salah satunya. (lebih…)

Bodoh?

Pagi ini, aku mendapatkan kabar bahwa terjadi gempa di daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Karena penasaran, aku pun membuka situs detik.com untuk mendapatkan informasi. Bukannya berita mengenai gempa yang aku temukan, melainkan sebuah artikel yang cukup mengusik diriku. Artikel tersebut berjudul: ‘Facebook-an Bikin Pintar, Twitter-an Bikin Bodoh’.

Artikel tersebut menyamakan aktivitas ber-Facebook dengan bermain game Total War dan Sudoku. Ketiganya dipercaya dapat merawat working memory:

Begitu juga dengan Sudoku dan juga Facebook. Mempertahankan hubungan dengan teman-teman di jejaring sosial ini dipercaya juga bisa ‘merawat’ working memory.

Sedangkan alasan mengapa Twitter dapat membuat bodoh adalah karena kecepatan arus informasi dalam waktu yang singkat.

“Pada Twitter Anda menerima gelombang informasi tiada henti, namun semuanya dibungkus dengan sangat singkat hingga Anda tak harus memprosesnya, ” ujar Dr Alloway seperti dilansirdetikINET dari Telegraph, Senin (7/9/2009).

 
Maksud dari “dibungkus dengan sangat singkat” mungkin adalah batasan 140 karakter pada status Twitter. Dan, memang arus informasi di Twitter sangat cepat, tapi bukankah Facebook juga tak kalah cepatnya?

(lebih…)