Septimus Heap: Magyk (Buku 1)

Judul: Septimus Heap: Magyk (Buku 1)

Penulis: Angie Sage

Penerbit: Penerbit Matahati (2007)

687 Halaman

Magyk (Book I), image courtesy of Goodreads..Sang Ratu meninggal! Alther, yang menjadi Penyihir LuarBiasa saat itu, juga ikut ditembak mati. Namun, putri Sang Ratu yang baru saja dilahirkan tiba-tiba menghilang.

Pada saat yang bersamaan, Silas Heap menemukan bayi di pinggir jalan. Teringat putranya yang juga baru dilahirkan, Silas membawa bayi itu serta. Di kegelapan malam, ia berpapasan dengan Marcia, Murid Penyihir LuarBiasa, yang memberikan sebuah pesan rahasia kepadanya.

Sesampainya di rumah, ia mendapati bahwa obat yang dibawanya dari Giles Sang Tabib Wanita sudah tak berguna. Putranya yang juga baru dilahirkan, Septimus Heap, sudah meninggal. Akhirnya, ia pun memutuskan mengasuh bayi temuannya yang diberi nama Jenna.

Sepuluh tahun pemerintahan Wali Utama ternyata memiliki maksud tersembunyi. Ia hendak membawa kembali DonDaniel, mantan Penyihir LuarBiasa yang menjadi necromancer. Untuk melaksanakannya, ia harus menghilangkan putri Sang Ratu yang masih hidup, Jenna. Wali Utama mengutus Sang Pembunuh Bayaran untuk melakukannya. Hantu Alther dan Marcia, yang kini menjadi Penyihir LuarBiasa menggantikan Alther, mengetahui rencana Wali Utama dan berusaha menyelamatkan Jenna dan keluarga Heap. Dalam prosesnya, turut juga menyelamatkan Bocah 412, anggota Laskar Pemuda, yang membeku pada saat bertugas jaga.

Pengejaran Sang Pembunuh Bayaran memaksa Marcia membawa Jenna meninggalkan Kastil. Hal ini menyebabkan DonDaniel akhirnya bisa kembali ke Kastil, meski belum bisa menjadi Penyihir LuarBiasa. Rencana dan usaha pun dilancarkan oleh DonDaniel dan Wali Utama untuk menemukan Jenna. Apakah usaha mereka akan berhasil? Siapakah sebenarnya DonDaniel? Siapakah sebenarnya Bocah 412? Bagaimanakah nasib Jenna?

Novel ini menceritakan penyihir dengan versi berbeda dengan kisah Harry Potter atau pun Bartimaeus Trilogy. Legenda dan dongeng masa lalu terangkai dengan cukup bagus walau tidak terlalu dalam. Meskipun cukup menegangkan, ada beberapa bagian yang terasa terlalu santai. Meskipun demikian, fantasi mengenai dunia, makhluk, dan alat-alat penyihir memberikan kesan yang berbeda dan mendalam. Pesan moral, seperti tolong menolong dan menyayangi makhluk hidup, sering sekali disampaikan pada berbagai bagian kisah ini. Akhirnya, novel ini dapat dibaca sebagai penghibur dan pendidik.

—-

Image courtesy of Goodreads

Iklan