Jejak Cahaya di Eropa

Tema perjalanan di luar negeri akhir-akhir ini banyak diangkat ke bentuk buku, baik yang dikemas dalam bentuk catatan perjalanan atau difiksikan berbentuk novel. Beberapa di antaranya inspiratif, mempengaruhi kita untuk ikut berpetualang ke negeri seberang. Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan untuk membaca kisah perjalanan yang berbeda. Kisah ini tertuang dalam buku 99 Cahaya di Langit Eropa.

Buku 99 Cahaya di Langit Eropa merupakan kisah perjalanan Hanum Salsabiela Rais, puteri dari Amien Rais. Saat itu, mbak Hanum sedang menemani suaminya yang sedang mengambil studi doktor di Austria. Jadi, ketika sang suami sedang kuliah atau mengikuti konferensi, mbak Hanum asyik berjalan-jalan menikmati Eropa (hehe.. :D). Fokus yang diangkat oleh mbak Hanum adalah jejak-jejak kejayaan Islam di Eropa pada masa lampau. Jejak kejayaan Islam tersebut beberapa di antaranya terlihat dari beberapa bangunan antik, seperti Mezquita-Catedral, masjid yang beralih fungsi menjadi gereja di Cordoba (Spanyol) dan Hagia Sophia, gereja yang sempat menjadi masjid sebelum dijadikan museum di Turki. Selain itu, diangkat juga beberapa lukisan yang ternyata secara tak sengaja mengandung beberapa tulisan yang meng-Esa-kan Allah. Beberapa misteri juga turut membumbui buku ini, seperti apakah mungkin bahwa Napoleon Bonaparte itu ternyata seorang muslim?

Penyajian yang ringan disertai beberapa referensi sejarah membuat saya teringat bahwa dahulu Islam sempat berjaya di Eropa. Namun demikian, kejayaan tersebut akhirnya runtuh dan sisanya hanya dapat terlihat di beberapa bangunan bersejarah. Buku ini berhasil membuat saya semakin ingin berpetualang ke negeri Eropa. Semoga Allah memberikan kekuatan dan mengijinkan saya untuk menginjakkan kaki di belahan Allah yang kita sebut Eropa. Amien.. 😀

N.B. Review ini juga ditulis oleh sahabat blogger di sini.

Iklan

Backup Paranoia

Detik-detik menjelang awal penelitian akhir telah dimulai. Salah satu hal yang terpenting dalam melakukan penelitian adalah, tentu saja, membuat laporan penelitiannya. Laporan penelitiannya ini biasanya berupa dokumen teks, dibuat menggunakan program pengolah kata.

Beberapa tahun belakangan ini, dokumen teks rawan sekali terkena serangan virus. Virus-virus ini dapat merusak dokumen tersebut sehingga tidak dapat dibuka kembali. Laporan penelitian yang kita buat berbulan-bulan pun dalam waktu singkat dapat lenyap tak berbekas. Selain ancaman virus, ancaman kegagalan sistem juga dapat terjadi. Harddisk bisa rusak dan tidak dapat diakses, komputer dapat rusak dan tidak bisa berjalan, dan sebagainya. Beberapa hal ini saja dapat memicu sebuah pertanyaan, apa yang dapat kita lakukan untuk melindungi data atau dokumen penelitian kita? (lebih…)

Apa Bedanya Facebook dengan Twitter?

Pada suatu hari yang cerah, hari seperti biasanya, aku sedang duduk di depan layar komputer menatap tab-tab dalam browser yang terbuka. Sesekali aku mengetik sesuatu yang cukup penting, walaupun sebenarnya itu hanyalah sebuah update status di Twitter atau Facebook. Di belakangku, ada beberapa mahasiswa S3 yang sedang asyik mengobrol dan berdiskusi. Tiba-tiba sebuah pertanyaan terlontar dari salah seorang ibu mahasiswi, “Apa sih bedanya Twitter dengan Facebook?

Pikiranku kemudian melayang, memikirkan berbagai macam penjelasan yang kira-kira dapat kupakai sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut. Ada beberapa jawaban gila yang muncul, berikut adalah salah satunya. (lebih…)

NoSQL

Tanpa disadari, ternyata aku semakin jarang menulis hal-hal yang berbau teknis di blog ini. Jadi dengan tulisan ini, aku mencoba untuk menulis hal yang sedikit teknis. Tulisan ini hanya sebuah pengantar ke NoSQL, dibuat salah satunya untuk mengakomodasi keingintahuan mas miftahgeek dalam postinganku sebelumnya beberapa hari yang lalu.

Apa itu NoSQL?

Menurut Wikipedia, NoSQL adalah sebuah konsep mengenai penyimpanan data non-relasional. Berbeda dengan model basis data relasional yang selama ini digunakan, NoSQL menggunakan beberapa metode yang berbeda-beda. Metode-metode tersebut menurut Dwight Merriman, salah satu kontributor MongoDB, di antaranya adalah:

  • Key-value stores, more or less pure. I.e., they store keys+BLOBs (Binary Large OBjects), except that the “Large” part of “BLOB” may not come into play.
  • Table-oriented, more or less. The major examples here are Google’s BigTable, and Cassandra.
  • Document-oriented, where a “document” is more like XML than free text. MongoDB and CouchDB are the big examples here.
  • Graph-oriented. To date, this is the smallest area of the four. I’m reserving judgment as to whether I agree it’s properly included in HVSP and NoSQL.

(lebih…)

TPA dan Bilangan di dalamnya

Beberapa hari yang lalu, aku berkesempatan mengikuti Test Potensi Akademik atau yang lebih biasa dikenal dengan sebutan TPA. Pelaksanaan TPA diadakan beberapa bulan sekali dengan biaya test yang cukup mahal untuk kantungku. Karena aku belum pernah mengikuti TPA sebelumnya, akhirnya kuputuskan untuk mencari program TPA yang menyediakan pelatihan sebelum pelaksanaan test. Beberapa hari sebelum test dilaksanakan, aku mendapatkan semacam modul yang berisi beberapa contoh soal yang akan dibahas pada saat pelatihan. Pelatihan TPA sendiri dilaksanakan satu hari sebelum testnya.

TPA terdiri atas tiga bagian soal yang harus dikerjakan dalam waktu tiga jam. Bagian pertama adalah mengenai penguasaan bahasa. Bagian kedua dari TPA adalah mengenai perhitungan yang melibatkan angka. Bagian inilah yang menjadi fokus utama dalam pelatihan. Bagian terakhir berisikan pertanyaan mengenai logika dan permainan dadu seperti test IQ. (lebih…)

Pisang…

Satu sisir pisang tergeletak di atas meja. Pisang tersebut masih berwarna hijau, sepertinya masih keras dan mentah. Aku mendekati ibu penjaja yang duduk di dekat meja itu. Kataku, “Bu, boleh beli pisangnya?”. Si Ibu mengiyakan sembari membungkus pisang yang aku tanyakan. Aku sempat menanyakan apakah pisang tersebut sudah matang atau belum, namun si Ibu sepertinya tidak mendengar. Aku pun pulang dengan membawa si pisang hijau. (lebih…)

Beberapa webcomic untuk menemani hari

Menjalani aktivitas rutin harian, baik itu bekerja, belajar, atau bermain Facebook (^^) memang terkadang dapat membuat kita merasa bosan. Bolehlah di antara aktivitas tersebut kita mengambil waktu sebentar untuk refreshing, dengan harapan untuk meningkatkan produktivitas kita kembali. Salah satu cara yang biasanya kulakukan adalah dengan membaca webcomic yang banyak tersedia di Internet.

Webcomic adalah komik yang diterbitkan melalui website. Webcomic ini biasanya ditulis sendiri oleh seseorang sesuai dengan minat orang tersebut. Komik ini biasanya berisikan humor, sarkasme, atau sindiran yang bisa membuat kita tertawa atau menggaruk-garuk kepala karena tidak mengerti. Beberapa webcomic yang sukses, dalam artian banyak disukai oleh pembaca, biasanya kemudian akan diterbitkan dalam bentuk buku (meskipun tetap ada versi daring (online)-nya) atau menyediakan merchandise yang bisa dimiliki oleh penggemar. (lebih…)

Email!

AROBAZE

Aku percaya bahwa hidup itu adalah sebuah perjalanan. Perjalanan ini terdiri atas berbagai macam petualangan yang selalu dapat kita pilih sesuai dengan keinginan kita. Dari sekian banyak petualangan, ada satu petualangan yang ingin kubagi kali ini. Petualangan di dunia blog yang telah mengantarkanku membuka berbagai macam petualangan lain yang tak kalah mengasyikkan. Lalu kenapa judulnya Email? Sabar bung, silahkan berpetualang membaca tulisanku sampai selesai ^^.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, aku memiliki blog di sini (yang sedang anda baca sekarang). Selain itu, aku juga memiliki blog lain yang kugunakan untuk melatih kemampuan berbahasa Inggris. Blogku yang satu ini juga kugunakan untuk berpetualang dengan dunia WordPress. Aku belajar untuk instalasi dan mengatur WordPressku sendiri. Selain itu, aku juga berpetualang dengan dunia domain dan hosting yang berbayar. Sekedar untuk merasakan bagaimana caranya dan menggali ilmu dari mas-mas customer service yang senantiasa bersedia membantu (he3.. maaf telah merepotkan ^^). (lebih…)