Sebuah Cerita tentang Spam

Kurang dari dua tahun yang lalu, aku dan teman-teman satu angkatan menerima pembekalan praktek lapang dari universitas. Di dalam satu ruangan tersebut kami mendapatkan berbagai macam penjelasan dan pengetahuan teknis agar kami tidak terlalu terkejut dengan kondisi di tempat kerja. Salah satu topik yang menarik perhatian adalah penjelasan mengenai spam.

“Snopes” webcomic is a courtesy of xkcd.com

Spam atau junk mail adalah penyalahgunaan dalam pengiriman berita elektronik untuk menampilkan berita iklan dan keperluan lainnya yang mengakibatkan ketidaknyamanan bagi para pengguna web (Wikipedia). Pengertian spam ini bersifat subjektif, orang per orang. Apabila sebuah email menimbulkan ketidaknyamanan atau tidak diinginkan oleh seseorang, maka orang tersebut boleh menganggapnya sebagai spam.

Spam sudah mendarah daging dalam sejarah email. Di manapun kita membuat email, spam pasti akan menghampiri. Meski demikian, pihak penyedia email memberikan fasilitas khusus untuk menangani spam sehingga dapat mengurangi gangguan spam. Email yang masuk akan difilter dengan menggunakan logika tertentu oleh sistem dan dimasukkan ke folder tertentu supaya tidak mengganggu email utama yang kita terima.

Sepanjang pengalamanku menggunakan email, aku selalu mengira bahwa sistem filter ini diterapkan hanya untuk email yang masuk. Namun, rupanya aku salah.

Beberapa hari yang lalu, aku melakukan upgrade engine pada aggregator blog angkatanku. Meski aku pernah sukses melakukan upgrade sebelumnya, entah kenapa pada situs ini aku mengalami kegagalan. Jadi, dengan modal backup data yang aku ambil sebelumnya, aku mulai memasukkan data ke dalam sistem yang terpaksa aku install baru. Karena berbagai pertimbangan pula, aku terpaksa me-reset semua password anggota yang sudah terdaftar di sana.

Sebagai pengelola yang bertanggung-jawab, aku pun mengirimkan email notifikasi ke semua pengguna terdaftar aggregator. Kebetulan aku menggunakan GMail untuk mengirimkan notifikasi tersebut ke kurang lebih dua puluh alamat email secara serentak.  Pesan sudah ditulis, alamat sudah dimasukkan ke kolom BCC, lalu klik Send.

Beberapa detik kemudian, muncul beberapa email ke dalam inbox secara beruntun. Email-email tersebut ternyata adalah notifikasi kegagalan pengiriman notifikasi yang aku lakukan sebelumnya.

You're spamming!!

You're spamming!!

Sistem memberikan penjelasan sebab gagalnya pengiriman dengan sebuah link. Ternyata sistem menganggap notifikasi yang kukirimkan tersebut adalah spam karena banyaknya jumlah pengirim. Dan satu hal lagi, GMail juga melakukan filter spam untuk email yang keluar dari sistem.

Akhirnya, aku pun mengirimkan email ke milis angkatan untuk memberitahukan notifikasi dan prosedur penggantian passwordnya. Pelajaran kita hari ini: sistem/program melakukan apa yang kita perintahkan kepada mereka, walaupun itu belum tentu yang sebenarnya kita inginkan.

Ga nyambung ya? Anyway, stop spamming!

Iklan