Sabtu Ini

Hari ini adalah hari Sabtu. Sama seperti hari-hari biasanya. Perbedaannya hanyalah Syadid yang sudah pulang dari Jakarta sehingga kostan menjadi sedikit lebih ramai. Aku bangun pukul 5 kurang sedikit, bertepatan dengan suara adzan. Setelah shalat Subuh, aku meneruskan kembali membuat presentasi untuk praktikum nanti sore. Pukul 6, semua sudah selesai.

Pukul 7, aku mengirimkan sms ke salah satu pembimbingku untuk membuat janji bimbingan hari ini di Baranangsiang. Sembari menunggu, aku membeli nasi uduk di tempat langgananku. Sekalian olahraga pagi pikirku. Kira-kira pukul 8, belum ada balasan dari pembimbingku tersebut. Sesuai saran Riku, aku mengirim kembali pesan pukul 7 tadi. Setelah mandi, akhirnya smsku dibalas juga. Beliau akan menemuiku jam 2 an. Senang, aku pun bersiap-siap untuk berangkat pukul setengah 9, karena hari ini, Wawan akan mengadakan seminar tugas akhirnya di Baranangsiang.

Kakiku menginjak Baranangsiang pukul 9.38 (aku cek.. :D). Seminar Wawan akan dimulai pukul 10.00 di Ruang Kom2, ruangan yang biasanya digunakan untuk sidang. Ruangan ini biasanya hanya berisikan meja besar di tengah dengan beberapa kursi merah yang mengelilinginya. Namun pada hari ini, ruangan ini ditambahkan satu baris kursi lipat di belakang. Sejenak aku merasa janggal dengan situasi ruangan ini, namun akhirnya aku pun menempati kursi agak ujung. Sudah ada beberapa Ilkomerz 41 yang datang, namun tidak sebanyak biasanya. Mungkin karena sedang ada MPD di Dramaga?

Rencanaku hari ini adalah menghadiri seminar Wawan pukul 10, bertemu Bapak Pembimbing pukul 2-an, kemudian praktikum pukul 4, lalu pulang ke Dramaga. Perlengkapan yang kubawa: My Second Wife dan arsip yang berisi semua draftku dari awal seminar sampai skripsi. Berat totalnya lumayan jika dibawa ke mana-mana. Namun karena memang ada keperluan, perlengkapan tersebut tetap aku bawa.

Pukul 11 lebih sedikit, seminar Wawan selesai. Overall, seminar Wawan cukup banyak memancing pertanyaan (kebanyakan memang karena dipancing oleh Pak Azis, sang Moderator.. :D). Wawan bisa bertahan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut hingga pertanyaan terakhir yang susah untuk dijelaskan. Tetapi, menurut pendapat pribadiku, seminarnya cukup memuaskan (browniesnya enyak.. :P).

Aku belum memiliki rencana untuk menunggu dari pukul 11 sampai 2. Jadi, aku ikut saja dengan Ilkomerz 41 lainnya yang memiliki rencana untuk jalan-jalan ke Botani Square. Mumpung di Baranangsiang..😛. Di sana, setelah naik turun tangga, akhirnya kami berhenti di sebuah toko pakaian. Ada beberapa oknum Ilkomerz 41 yang ingin membeli pakaian, jadi kami menunggu sambil melihat-lihat pakaian yang ada di sana. Setelah capai melihat-lihat dan oknum-oknum tersebut belum juga menentukan pilihan, aku bersama Ilkomerz 41 sisanya pergi ke luar dan bersandar di pagar sambil mengobrol. Acara tersebut selesai pukul 12 seperempat.

Beberapa dari kami kembali ke kampus untuk shalat Dzuhur. Setelah shalat selesai, semuanya pulang dan tinggal aku yang tersisa di sana. Aku memutuskan untuk makan siang (sedang dalam tahap penggemukan.. :D). Kembali ke kampus, masih ada Putri yang menunggu Pak Rindang. Dia berkata Pras juga akan datang. Beberapa menit kemudian, Pras pun datang. Aku menyambutnya dengan senang. Dia adalah teman seperjuanganku. Kira-kira pukul satu lebih sedikit, Bapak Pembimbingku pun datang. Namun dia menyuruhku untuk menunggu sebentar.

Sambil menunggu, aku ingin memastikan kehadiran Duetku dalam praktikum nanti sore. Aku mengirim sms ke beliau.

“Bapak hari ini bisa hadir praktikum kan?”

Tak lama kemudian, ia pun membalas,

“hari ini memang tidak ada jadwal praktikum. libur.”

Aku bagaikan mendapat petir di siang bolong.

“&*^$(^^*@&!^!@%!%@!” (Ninit Yunita style :P)

Untung aku sms, kalau aku tidak sms? Beberapa menit kemudian, ada seorang anak praktikum yang bertanya, “Mas, hari ini ga ada praktikum kan?“. Aku menjawab dengan lemah, “Ya, tidak ada. Saya baru dihubungi Duetku“.

Dalam lubuk hati, untuk kesekian kalinya, aku merasa tidak dihargai di sini. Bayangkan saja, tidak ada praktikum dan tidak memberitahu? Bagaimana kalau aku tidak sms? Namun, aku teringat pesan temanku untuk selalu berpikir positif. Setelah menarik napas panjang, aku pun berpikir, aku telah belajar lebih dalam mengenai Inheritance, Polymorphism, Final, dll. Soal lain tak usah dipikir.

Tiba-tiba Bapak Pembimbingku muncul di pintu dan bertanya kepadaku, “Kamu janjian dengan saya jam 2-an kan?“, dengan nada bercanda. Merasa terhibur sedikit, aku menjawab, “Iya Pak!“. Beliau kemudian menghilang sebentar. Setelah itu, beliau muncul kembali sambil berkata, “Lima menit lagi langsung temui saya ya!!“. Excited, aku menjawab, “Iya Pak!“.

Lima menit kemudian, aku menemui beliau di kantor dosen. Aku menyerahkan draft skripsi perbaikan terbaruku. Beliau memeriksa dan membandingkan dengan draft sebelumnya yang juga telah aku sediakan. Beliau kemudian menandatangani halaman pengesahan diiringi perasaan gembira dariku. Iseng, aku bertanya pada beliau,

Bapak kapan berangkat?” (beliau akan melanjutkan studi ke Jepang, pen.).

Mungkin akhir September. Visanya belum keluar.

Jadi ga bisa lebaran di sini dong Pak.”

Lebarannya di sana saja.

Setelah urusanku selesai. Aku masih menunggu temanku yang menunggu Pak Rindang. Di sana ada juga dua orang Ilkomerz 42 anak bimbing Pak Rindang. Setelah semua selesai, aku pun pulang ke Dramaga kira-kira pukul 4. Langit sudah ditutup awan.

Sesampainya di Dramaga, hujan pun turun dengan derasnya. Aku jadi teringat sebuah tulisan yang pernah kulihat di blog seseorang (maaf, aku lupa..).

Aku suka hujan, karena hujan menyembunyikan kalau aku sedang menangis

Aku kemudian membuat kalimatku sendiri,

Aku suka hujan, karena hujan mengingatkanku untuk menjaga kesehatanku (ga nyambung ya? :P)

Basah kuyup, aku pun akhirnya sampai di kost-an. First things first, write it out!! One down, one again to go.. !!

Tinggalkan komentar

9 Komentar

  1. hehehee,,, klo kamu lhah paling pilek aja rip. Tapi second wife-mu itu lhoo, gak papa to keujanan??

    Balas
  2. aku saiki juga lagi dalam masa penyembuhan dan..
    second wife, alhamdulillah gpp… ini masih bisa dipake untuk bales koment…😀

    Balas
  3. nana

     /  Agustus 24, 2008

    walah-walah cerita sepanjang itu g ada crita ttg Na y..hehehe

    Balas
  4. Nanao aktingnya kurang banyak sih kemaren.. jadinya ga ditulis.. he3 ..😛
    maap ya nanao, maybe next time, aktingnya bisa diperbanyak…😀😀

    Balas
  5. saya lebih suka hujan dari pada gerimis…🙂

    Balas
  6. Insanul

     /  Agustus 26, 2008

    Saat ini aku resah kalau datang hujan. Karena sudah beberapa hari ini kamarku bocor dan belum diperbaiki. (CURHAT 2008)

    Balas
  7. @My:
    kalau saya ga masalah apakah itu hujan atau gerimis,, asalkan saya tidak kehujanan…😛

    @Insanul:
    cobalah mas Insan naik ke atap, terus diperbaiki..😀
    takutnya ntar barang2 di kamar jadi rusak dan ruangan jadi lembab.. ga baik buat kesehatan…

    Balas
  8. Insanul

     /  Agustus 28, 2008

    Sungguh bijaksana…

    Balas
  9. he3… daripada nunggu tapi ga segera dikerjakan.
    kan mending dikerjakan sendiri kalo bisa…😀

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: