AKOSS#1:Delapan Mahasiswa Bayangan (1)

Prolog

Cerita yang akan anda baca ini merupakan catatan perjalananku saat mengikuti Lomba ICT aka AKOSS di Semarang. AKOSS merupakan salah satu lomba penunjang PIMNAS XXI 2008. Penyelenggaraannya sendiri merupakan kali pertama dalam sejarah PIMNAS dan diharapkan kelanjutannya dalam PIMNAS selanjutnya.

Catatan yang akan anda baca ini hanya berupa coretan pendek berisikan opini diriku mengenai perjalanan ini. Rencananya catatan perjalanan ini akan kubagi menjadi dua episode. Bagian ini merupakan episode pertama, berisikan persiapan lomba dan dua hari pertama di Semarang. Bagian kedua nantinya akan berisikan kejadian dua hari terakhir, Closing Ceremony termasuk di dalamnya.

DISCLAIMER

Tulisan ini ditulis dengan menggunakan sudut pandangku. Segala kenarsisan yang mungkin akan terdapat pada tulisan ini mohon untuk dimaklumi. Have a nice read!!😀

Hari 0

Hari ini, pukul delapan malam, rombongan PIMNAS IPB akan berangkat ke Semarang. Namun demikian, tim lomba ICT (rombongan Departemen Ilkom untuk lebih tepatnya) akan berkumpul terlebih dahulu pukul tujuh untuk mempersiapkan segala perlengkapan yang akan dibawa.

Rombongan IPB yang berasal dari Departemen Ilkom sebenarnya berjumlah tiga belas orang. Lima orang di antaranya mengikuti PKMT sedang delapan sisanya mengikuti lomba ICT. Dari tiga belas orang tersebut, satu orang dari tim PKMT tidak bisa ikut karena sakit (semoga lekas sembuh ya We..).Rombongan ini akan didampingi oleh dua orang dosen, yaitu Pak Firman dan Pak Hari.

Delapan orang peserta lomba ICT ini mendaftarkan diri ke dalam tiga kategori yang tersedia. Kategori tersebut adalah aplikasi Desktop, Web, dan kreasi Distro. Delapan orang dibagi ke dalam lima kelompok kecil. Tiga kelompok di kategori Web, dan satu kelompok pada kategori Desktop dan Distro.

Siang hari sebelum berangkat, aku membantu temanku yang masuk dalam kategori Distro untuk mempersiapkan komputer yang akan dia pakai. Insan, begitu ia dipanggil masih belum menemukan komputer Departemen yang cocok untuk menampilkan semua kemampuan distro INSANUX miliknya. Acara siap-siap ini untungnya mendapatkan dukungan dari Departemen, mulai dari Pak Jatmiko, Pak Firman, Pak Fatur, sampai Pak Pendi (Terima kasih banyak ya Pak!!). Acara ini akhirnya selesai mendekati Maghrib.

Badanku terasa segar setelah mandi. Rasa capek akibat acara siang hari tadi sudah berkurang. Aku masih punya waktu sekitar satu jam lagi sebelum kumpul di Departemen. Meski rombongan IPB baru akan berangkat pukul delapan, kami telah sepakat untuk berkumpul terlebih dahulu pukul tujuh. Kami mempersiapkan semua perlengkapan yang akan dibawa, lalu mengangkutnya ke GWW, titik keberangkatan.

Waktu satu jam yang tersisa kugunakan untuk mengecek email, blog, dan mempersiapkan barang-barang yang akan kubawa. Aku tak sabar untuk segera berangkat, karena kali ini, aku akan kembali ke kampung halamanku. Saat persiapan selesai, aku baru tersadar kalau bawaanku cukup banyak, satu buah backpack dan satu buah tas jinjing berisi pakaian. Untungnya, Syadid, teman satu kostku, berbaik hati mau mengantarku.

Ada empat orang Ilkom di kostku (ditambah dua orang penghuni gelap :p). Pandu, masuk dalam tim PKMT, dan aku akan ikut berangkat hari ini. Dua yang lain, Syadid dan Ferdi kebetulan memiliki kendaraan yang bisa dipinjam😀. Meski aku sudah memberitahu Pandu untuk berkumpul jam tujuh, ia memilih berangkat terlebih dahulu untuk mengerjakan urusannya.

Akhirnya aku pun berangkat ke Departemen. Syadid mengantarku dengan K 6441 YD-nya. Ketika melewati pintu masuk belakang IPB, Sebuah sepeda motor mencurigakan mengikuti kami. Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata itu adalah Ferdi!! Dia ternyata ikut juga untuk mengantarku. Rupanya ia memang sengaja membuat kami terkejut. Sambil tertawa-tawa karena berhasil mengejutkan kami, ia terus mengikuti kami. Ada rasa senang dan haru yang muncul ketika mengetahui mereka mengantarku (spesial terima kasih untuk Syadid and Ferdi).

Akhirnya, kami pun sampai Departemen. Hanya ada Mirza yang sudah datang, lain tidak. Pak Firman yang sedari siang menunggu di kantor mengatakan bahwa memang belum ada yang datang. Setelah memastikan ada anggota tim yang berada di GWW (which is Alvira), aku dan Mirza pun mengangkut perlengkapan kami ke sana. Dan sekali lagi, aku meminta bantuan para pengendara, Syadid dan Ferdi, yang bersedia menolong kami (Double Thanks!!).

Pukul delapan di GWW. Suasana masih agak sepi untuk ukuran jumlah orang yang akan berangkat dengan empat bis. Tidak adanya koordinasi sempat membuat bingung. Ada daftar yang bertuliskan nama dan bis yang akan dinaikinya. Rupanya tim ICT berbeda bis dengan tim PKMT. Delapan orang akan naik bis IV dan sisanya naik bis III. Meski demikian, kami masih sedikit kebingungan mengenai mekanisme pengangkutan perlengkapan. Pak Firman yang biasanya dapat kami tanyai tiba-tiba menghilang. Aku pun berinisiatif untuk menelepon beliau.

“Bapak sekarang ada di mana?”
“Saya sekarang sudah di dalam bis IV. Anak-anak suruh cepat masuk saja.”
gubrak!! Rupanya pak Firman sudah berada di dalam bis IV.

Dengan segera,aku mengajak rekan tim yang lain untuk mengangkut perlengkapan ke bagasi. Dan beberapa menit kemudian, kami pun sudah berada di dalam bis dan siap untuk berangkat.

Empat bis yang kami tumpangi adalah Pahala Kencana. Bis ini dikenal dengan bis yang menyediakan makan malam dalam separuh (atau seperempat ya?) perjalanan. Oleh karena itu, ketika official IPB memberikan makan malam, aku sempat curiga kalau bis ini nantinya tidak akan berhenti untuk makan malam. Teman-teman yang lain cuek dan langsung menghajar makan malam yang disediakan. Alih-alih makan, aku mencoba mengirimkan pikiranku ke alam mimpi secepat mungkin. I’m exhausted..

Bersambung…

Pos Sebelumnya
Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

9 Komentar

  1. martinbudi

     /  Juli 22, 2008

    niat amat sampe sms, suru liat postingannya..
    pengennya si live report gitu, tapi fine lah.
    wah seru dunk
    rame-rame dibus, kayak studytour (tapi ke kampung halaman :D).

    selamat ya buat yang menang, u menang juga kan rif?..

    btw penghuni gelap di sono siapa???
    gelap-gelap ya orangnya😛
    no offense

    Balas
  2. Insanul

     /  Juli 22, 2008

    “Delapan Mahasiswa Bayangan”, Bayangan? Maksudnya…?

    Kirain Arif dah nulis sampe hari terakhir. Soalnya gak sabar nge-baca tentang “gak penting-penting banget”.

    Balas
  3. @martinbudi:
    he3… gpp yang penting kan langsung laporan dari TKP..😀
    kemaren soalnya ga sempet nulis + susah cari jaringan internet,..

    @Insanul:
    Bayangan? tunggu nanti saja..😀
    Sabar,, nanti kutulis dengan lengkap tentang si “gak penting-penting banget”..😀

    Balas
  4. martinbudi

     /  Juli 23, 2008

    wah ada rahasia apakah dibalik kepergian ke semarang…

    pulang eee bawa oleh oleh

    Balas
  5. sabar tin….🙂
    nunggu komentnya agak banyakan…

    Balas
  6. masithoh

     /  Juli 26, 2008

    nambah satu comment dari ingrid dah terhitung banyak lom rif??
    hehe

    Balas
  7. belum.. hehehehe…
    masih nunggu lagi sambil nulis lanjutannya..

    episode selanjutnya masih dalam proses.. tunggu saja tanggal mainnya…

    Balas
  8. ajeng

     /  September 21, 2009

    lanjutannya mana??

    Balas
    • belum sempet nulis..
      kayaknya udah keburu lupa..
      he3..

      kalo dari sudut pandang mbak ajeng sendiri bagaimana??

      Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: