Bukan Hari Biasa (part 1)

Hari ini sangat aneh. Badan yang tidak begitu sehat waktu pagi membuatku agak malas untuk beraktivitas. Sekitar pukul setengah tujuh pagi, aku mulai menghidupkan komputer dan berselancar di Internet. Aku saat itu berpikir bahwa kuliah baru akan dimulai pukul delapan pagi, jadi masih ada waktu satu setengah jam. Jadi, aku pun dengan malas mulai membaca-baca apa yang terjadi di dunia.

Kira-kira pukul 7.15, aku mulai memutuskan untuk pergi membasuh diri. Aku membayangkan diriku yang biasa datang jauh sebelum kuliah dimulai baru datang beberapa menit sebelum kuliah. Membayangkan beberapa komentar teman-teman sekelas yang mungkin terjadi, atau mungkin tidak. Selesai mandi, pukul 7.20, aku mulai merasakan ada sesuatu yang janggal. Aku sedang bersiap-siap ketika pandanganku menyapu jadwal kuliah yang terpampang di dinding di atas meja.

Jadwal kuliahku disusun berdasarkan hari dan nama mata kuliah. Berbeda dengan jadwal biasa yang ditulis berdasarkan jam, jadwalku ini ditulis dengan menggunakan kode nomor. Kode nomor 1 untuk kuliah pukul 07.00 – 07.50, kode nomor 2 untuk kuliah pukul 07.50-08.50, dan seterusnya. Pandanganku melihat jadwal kuliah pertama hari ini, aku tersentak ketika melihat kode nomornya: 1,2, 3. Artinya kuliah dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 09.50. Dimulai pukul 07.00 dan sekarang sudah pukul 7.30!Segera aku memakai sepatu dan melangkah menuju tempat kuliah. Di tengah perjalanan, aku mengingat sebuah fakta dari hasil observasiku terhadap mata kuliah ini selama setengah semester, kuliah biasanya dimulai agak terlambat dari jadwal. Untuk memastikan, aku mengirim pesan kepada temanku:

Pak, kuliah udah dimulai belum?

Aku terus berjalan dan sambil berusaha menenangkan diri. Calm down man, calm down.. You can enter the class even you’re late.. There will be no problem at all… Satu jalan sudah diseberangi. Dua jalan diseberangi. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ah, ini pasti balasan pesan dari temanku. Dengan dag-dig-dug aku membuka kunci keypad dan membuka pesan. Sesaat aku membayangkan dua kemungkinan jawaban: sudah atau belum. Namun, ternyata aku salah. Pesan tersebut bukanlah jawaban yang kutunggu, pesan tersebut adalah pesan dari temanku yang lain:

Kuliah udah masuk belum?

He? Aku sempat terdiam sejenak. Setelah melihat jam terkirimnya pesan, yaitu pukul 7.39, aku pun tak kuasa menahan tawa. Ternyata temanku ini juga bernasib sama seperti aku. Karena aku sendiri tidak mengetahui jawabannya, maka aku memutuskan untuk menahan jawabannya sampai aku mendapat kepastian.

Jalan terakhir sudah terseberangi, akhirnya aku mulai mendekat ke gedung kuliah. Tiba-tiba terdengar lagu Flower-nya L’arc~en~Ciel dari ponselku. Ternyata temanku yang kukirimi pertanyaan yang menelepon.

“Assalamualaikum..”
“Waalaikumsalam, posisi di mana sekarang?”
“Lagi di jalan, Pak. Kuliah sudah mulai belum?”
“Bapaknya baru masuk, cepetan.”
“Oke Pak, terima kasih”

Aku pun mulai mempercepat langkah dan mengambil sapu tangan untuk mengusap kepalaku yang berlumuran keringat. Akhirnya, aku pun dengan selamat sampai di kelas. Bapak dosen sedang sibuk mempersiapkan laptopnya untuk memulai kuliah. Melihat LCD proyektor belum dinyalakan, aku pun lega dan terpaksa mengambil posisi di belakang. Aku kemudian mengirimkan pesan kepada temanku yang kedua:

Kuliahnya udah mulai. Baru.

Slide demi slide mulai berjalan. Beberapa temanku ada juga yang lebih terlambat daripada diriku. Dan akhirnya pada slide keenam, temanku yang kukirimi sms tadi akhirnya datang. Lega, kuliah pun berjalan dengan lancar.

Bersambung..

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

6 Komentar

  1. q juga pernah ngalami itu…hati ini sungguh berdebar…

    Balas
  2. hehe…. sering bgt pas kuliah (jangan ditiru):mrgreen:

    Balas
  3. He, he, seneng banget yak kalo dosennya telat😀

    Balas
  4. eh sekali-kali bolos kuliah gpp lagi pak hahaha…

    Balas
  5. jadi mo kuliah lagi ni..
    kangen lari2 ngejar waktu karena telat.. hahaa..

    Balas
  6. @wahyu:
    he3.. asal tahu kebiasaan bapak dosen ybs kita bisa memperkirakan apa yang akan terjadi…

    @dhila:
    ha3… sering ya??😀

    @miftahgeek:
    sebenernya sih ga terlalu seneng, tapi berhubung ada kasus ini, jadi sedikit lebih tenang..🙂

    @linatussophy:
    he3.. pengennya sih gitu.. tapi kuliah bayarnya mahal..
    jadi sayang kalo ga masuk. Walau cuman satu pertemuan aja..

    @hadi:
    ayo di, kuliah di sini..
    hahaha.. suka kebiasaan ya dulu..
    pas di Sengked udah engga kan? Siapa dulu dong..

    Balas

Ada apa di pikiranmu?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: