Cita-cita
Berada di persimpangan takdir seperti saat ini melayangkan pikiranku kepada kenangan masa kecil. Dulu ketika masih duduk di bangku TK, aku (dan aku yakin anda juga) sering ditanyai oleh para guru.
…
“Anak-anak, kalian kalau sudah besar ingin menjadi apa?”
Serentak, anak-anak mengacungkan tangan. Berusaha merebut perhatian Bu Guru, bahkan beberpaa anak ada yang berdiri supaya terlihat lebih tinggi daripada yang lain. Bu Guru dengan wajah gembira menanyai mereka satu persatu.
“Kamu ingin jadi apa?”
“Saya ingin menjadi presiden Bu Guru. Saya ingin memajukan dan menyejahterakan bangsa!”
“Wah bagus..Kalau kamu pengen jadi apa?”
“Kalau saya ingin jadi dokter. Jadi nanti kalau Bu Guru sakit, saya bisa mengobati ibu..”
“Wah bagus sekali cita-cita kalian. Bu Guru punya pesan untuk kalian. Gantunglah cita-cita kalian setinggi langit. Terbanglah setinggi mungkin untuk menggapai cita-cita tersebut.”
…
Mengingat saat itu, ah betapa menyenangkannya. Ketika itu, kita masih belum banyak dibebani pikiran dan tanggung jawab. Kita masih bebas, polos, dan apa adanya.
Kembali lagi ke topik, untuk memotivasi diri sendiri, saat ini aku mencoba menuliskan kembali beberapa pekerjaan impianku. Pekerjaan impian di sini memiliki arti yang kurang lebih sama dengan istilah cita-cita yang diperkenalkan kepada kita ketika masih kecil. Berikut adalah beberapa pekerjaan yang menurutku asyik, walaupun mungkin tidak bisa kurasakan.
Forensik
Setiap hari menghadapi kasus pembunuhan yang unik. Setiap hari memasuki tempat kejadian perkara yang berbeda-beda. Mengendus setiap sudut TKP, mencari secercah petunjuk. Mengumpulkan sidik jari, mencari jejak kaki, menganalisis noda darah sepertinya pekerjaan yang mengasyikkan. Setelah semua petunjuk ditemukan, kemudian membayangkan, membuat simulasi bagaimana sebuah kejadian pembunuhan terjadi. Mungkin aku tertarik karena novel The Bone Collector-nya Jeffery Deaver dan beberapa game bertema CSI (Crime Scene Investigation).
Penulis
Dapat bekerja di mana saja ditemukan inspirasi. Merangkai kata untuk mengikat makna. Memberikan motivasi, dukungan, pelajaran, dan teladan dengan menggunakan rangkaian peristiwa fiktif yang dirangkai dengan bahasa yang apik. Buku yang baik adalah buku yang dapat memberikan pengaruh positif kepada orang yang membacanya. Menjadi seseorang yang dapat menyampaikan pesan-pesan di atas menurutku sangatlah hebat. Dan aku tahu, jalan yang harus ditempuh tidak mudah. Deadline yang selalu mengejar menjadi tantangan tersendiri. Di blog inilah aku belajar untuk menulis, siapa tahu nanti ada yang tertarik. He3
Penerjemah
Berbekal dua buah kamus besar di tangan kanan dan tangan kiri. Setiap hari membolak-balik halaman mencari dan menemukan padanan kata yang bersesuaian. Kemudian memadukan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat, paragraf, bab, dan akhirnya buku yang sesuai dengan makna aslinya. Menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca spesifik sesuai dengan bahasa yang kita bisa. Dibilang santai, ya santai, dibilang sibuk ya sibuk. Dan yang pasti pekerjaan yang tidak dibatasi oleh empat dinding dan satu pintu.
Game Tester
Duduk berjam-jam di depan komputer. Memainkan game terbaru sambil mencari kejanggalan. Memberi saran untuk pengembangan game selanjutnya. Saat istirahat ya istirahat, saat kerja, ya bermain game. Wonderful isn’t it? Hobi bermain game merupakan salah satu alasanku masuk ke jurusanku sekarang. Walau sekarang sudah bisa mengendalikan diri (untuk tidak terlalu sering bermain game), membayangkan bekerja seperti itu tetap saja membuatku ngiler. Tapi dengan skill game sekarang, kayaknya tidak mungkin kucapai. Well, it’s a dream job, though.
Reporter
Berkeliling dunia untuk mencari kebenaran akan sebuah kabar. Memberikan kabar mengenai peristiwa dari satu tempat ke seluruh pelosok dunia. Mengasah keterampilan untuk merangkai kata untuk menjelaskan peristiwa dengan benar, tanpa memihak, tanpa ditutupi, dan tanpa pengaruh dari pihak lain. Berpacu dengan waktu untuk menjadi pemberi kabar tercepat dengan kualitas yang tak turun. Di satu sisi, kita selalu dipacu dengan waktu. Namun, di sisi lain kita mendapatkan kesempatan untuk menjelajahi pelosok dunia. Menangkap keunikan dunia. Travelling is one of the best teacher.
Developer[1]
Berhadapan dengan klien yang memiliki banyak keinginan. Membuat desain sistem yang robust. Setiap hari duduk berjam-jam di depan komputer. Menelusuri berjuta-juta baris kode program. Bekerja sama dalam tim untuk mengembangkan sebuah sistem yang perfect, bug free, maintainable, dan scalable. Meskipun untuk menjadi seperti ini sangatlah susah, tetap itu bukanlah sebuah hal yang mustahil. Besides, it looks cool, right?
Pemain igo professional
Tak, tak, tak. Jari tengah dan jari telunjuk bersatu untuk meletakkan biji ke tempat yang dianggap memiliki posisi paling bagus. Menganalisis kifu[2] diri sendiri sebelumnya dan pemain-pemain hebat masa lalu. Mempelajari dan menambah kosakata joseki[3]. Mengikuti pertandingan bertaraf internasional dengan hadiah yang lumayan. Bersaing dengan para pemain lain untuk menjadi yang terhebat. Sesaat terdengar sangat keren. Namun, dengan kemampuanku sekarang, biarlah menjadi keinginan saja :D.
Pengajar
Mempelajari sesuatu yang baru. Berbagi ilmu. Membuat sesuatu yang susah menjadi mudah untuk dipahami. Membangun generasi muda bangsa. Menitipkan pesan moral, motivasi, dan doa agar menjadi generasi yang lebih bermanfaat. Mencari dan memberi yang terbaik[4]. Aku memiliki sebuah keyakinan bahwa sebuah ilmu, bila kita bagikan kepada orang akan mendapatkan paling tidak dua manfaat. Pertama, kita akan menjadi lebih paham. Kedua, kita pasti akan mendapat tambahan pengetahuan dari arah yang tidak kita harapkan sebelumnya.
…
“Mas, mas..”
“iya?”
“Jangan lupa mas. Yang penting lulus dulu..”
End of Dream.
[1] Developer yang kumaksud di sini lebih mengarah ke software developer dengan arti yang lebih luas. Termasuk di dalamnya programmer, system analyst, system architect, dan kawan-kawannya.
[2] Kifu: catatan pertandingan
[3] Joseki: pola-pola yang menguntungkan kedua belah pihak
[4] Wah, kayak slogan IPB aja ya..
Terima Kasih…
<official statement>
<thank you>
<to>Semua temanku yang sudah membantu dalam pelaksanaan pelatihan. </to>
<message>You’re rocks!!</message>
</thank you>
<thank you>
<to>Semua temanku yang belum diberikan kesempatan untuk membantu. </to>
<message>Semoga lain kali teman-teman sekalian dapat membantu pada kesempatan yang akan datang.</message>
</thank you>
<thank you>
<to>Pihak panitia</to>
<message>Semoga kita bisa bekerja sama lagi pada kesempata lain. Acara ini telah memberikan banyak pelajaran kepadaku. Knowledge: you give one, you’ll get a thousand</message>
</thank you>
<thank you>
<to>Semua pihak lain yang tak dapat kusebutkan satu persatu.</to>
</thank you>
<maaf>
<to>Teman-temanku yang belum diberikan kesempatan.</to>
<message> Semoga pada kesempatan yang akan datang kita dapat bekerja sama.</message>
</maaf>
<maaf>
<to>Teman-teman yang sudah membantu pelaksanaan pelatihan.</to>
<message> Maafkan aku atas sikapku yang terkadang bossy dan shitty. Mari kita junjung asas saling pengertian… :p Kapan makan-makan?? :D</message>
</maaf>
<maaf>
<to>Teman-teman yang berjuang mengharumkan nama ilkomerz di pentas COSMIC.</to>
<message> Maaf aku tak bisa menonton teman-teman bertanding. Semoga aku masih diberikan kesempatan untuk menonton kalian sampai juara.. Amien.</message>
</maaf>
</official statement>
arigatou, itsumo soba ni itekurete…
Sang Pelatih
Nama aslinya Susilo[1]. Namun, oleh kami dan teman-temannya yang lain ia biasa dipanggil Susi atau Kotek[2]. Rambutnya lurus menghiasi wajahnya yang selalu tersenyum. Kata-katanya meledak-ledak ketika bercanda. Badannya yang gempal sungguh sesuai dengan cabang olahraga kegemarannya: basket. Dan dari sinilah cerita ini berawal.
Ujian praktek pada masa kami adalah sebuah prasyarat kelulusan SMA. Olahraga hanyalah salah satu di antara beberapa ujian praktek yang harus kami hadapi. Cabang olahraga yang akan diujikan kepada kami adalah lari jarak jauh, bola voli, lompat jauh, senam, dan tentu saja basket[3]. Pada ujian basket, kami harus menampilkan kebolehan kami dalam men-dribble bola secara zig-zag melewati tonggak, pivot, kemudian melakukan lay up untuk memasukkan bola ke dalam keranjang. Untuk membuatnya lebih menarik, ketiganya dilaksanakan secara berurutan dan sekuensial.
Tak perlu didesak, Susilo menawarkan dirinya membantu kami berlatih untuk ujian basket ini. Dan dengan senang hati, kami pun bersedia. Beberapa hari ke depan kami habiskan untuk berlatih dribbling, pivot, dan lay up. Tentunya di bawah bimbingan dan pengawasan ketat dari sang pelatih, Susilo. Sambil penuh gaya dan canda, ia menunjukkan kepada kami beberapa teknik yang dapat kami gunakan. Hingga tak terasa, hari itu pun tiba.
Ujian praktek olahraga dilaksanakan di empat tempat yang berbeda secara paralel. Ujian bola voli dan lompat jauh dilaksanakan di lapangan voli dan arena lompat jauh di halaman depan sekolah. Ujian senam dilaksanakan di aula besar dan ujian basket digelar di lapangan basket baru[4] di bagian belakang sekolah. Sementara itu, ujian lari jarak jauh sudah dilaksanakan seminggu sebelum keempat ujian ini. Murid yang melaksanakan ujian pada hari yang sama terdiri atas dua kelas yang dibagi atas empat kelompok. Masing-masing kelompok melaksanakan ujian yang berbeda secara paralel.
Tiga ujian telah kami jalani. Akhirnya sampailah kami pada ujian terakhir, basket. Kami pun berangkat menuju arena ujian. Lapangan basket ini terletak halaman belakang sekolah dan bersebelahan dengan kantin sekolah. Antara lapangan dan kantin hanya dibatasi oleh pagar kawat untuk menjaga agar bola tidak menyerang ke kantin. Namun pagar ini tidak menghalangi para pengunjung kantin untuk melihat apa yang terjadi di dalam lapangan.
Saat kami memasuki lapangan basket, bel tanda istirahat pertama telah berbunyi. Murid lain yang tidak ujian tampak berhamburan untuk mengisi bahan bakar mereka di kantin. Suasana kantin yang ramai mau tak mau membuat kami sedikit uneasy. Satu persatu nama kami pun dipanggil, termasuk aku. Sedikit tegang aku mencoba mempraktikkan apa yang diajarkan oleh sang pelatih. Saat men-dribbel zig-zag, bola sempat terlepas dari kendaliku, namun dengan segera aku berhasil menguasainya kembali. Pivot aku lakukan dengan perlahan, diikuti dengan lay up, dan bola pun masuk ke keranjang diiringi perasaan lega.
Sampai akhirnya, tibalah saatnya Susilo dipanggil. Diikuti sorak sorai dari kami yang memberi semangat, Susilo berjalan perlahan mendekati arena. Semua rintangan dilaluinya dengan sempurna. Aliran dribble berlanjut ke pivot yang juga berhasil. Kemudian, ia melangkah untuk melakukan lay up. Langkah pertama, kedua, dan ia pun melayang sambil mengangkat bola ke dekat keranjang. Mata kami yang sedari tadi tegang mengamati aksi sang pelatih pun seolah menahan napas ketika bola menyentuh ring. Dan bola pun keluar diikuti oleh pekikan Susilo. Kami tak percaya. Bola tidak masuk ke dalam keranjang. Susilo, sang pelatih, langsung terduduk lemas tak percaya. Kami pun segera berlari mendekatinya[5].
[1] Whazzup bro… How’re u doin’ now?
[2] Sampai sekarang pun aku masih belom mengetahui penyebabnya
[3] Maaf, yang teringat cuma beberapa cabang saja.
[4] Lapangan basket lama bersebelahan dengan lapangan voli dan terletak di halaman depan sekolah.
[5] Thanks bro, for everything. I’ll never forget about you and it..
Tags: memories
Septimus Heap: Magyk (Buku 1)
Judul: Septimus Heap: Magyk (Buku 1)
Penulis: Angie Sage
Penerbit: Penerbit Matahati (2007)
687 Halaman
…
Sang Ratu meninggal! Alther, yang menjadi Penyihir LuarBiasa saat itu, juga ikut ditembak mati. Namun, putri Sang Ratu yang baru saja dilahirkan tiba-tiba menghilang.
Pada saat yang bersamaan, Silas Heap menemukan bayi di pinggir jalan. Teringat putranya yang juga baru dilahirkan, Silas membawa bayi itu serta. Di kegelapan malam, ia berpapasan dengan Marcia, Murid Penyihir LuarBiasa, yang memberikan sebuah pesan rahasia kepadanya.
Sesampainya di rumah, ia mendapati bahwa obat yang dibawanya dari Giles Sang Tabib Wanita sudah tak berguna. Putranya yang juga baru dilahirkan, Septimus Heap, sudah meninggal. Akhirnya, ia pun memutuskan mengasuh bayi temuannya yang diberi nama Jenna.
Sepuluh tahun pemerintahan Wali Utama ternyata memiliki maksud tersembunyi. Ia hendak membawa kembali DonDaniel, mantan Penyihir LuarBiasa yang menjadi necromancer. Untuk melaksanakannya, ia harus menghilangkan putri Sang Ratu yang masih hidup, Jenna. Wali Utama mengutus Sang Pembunuh Bayaran untuk melakukannya. Hantu Alther dan Marcia, yang kini menjadi Penyihir LuarBiasa menggantikan Alther, mengetahui rencana Wali Utama dan berusaha menyelamatkan Jenna dan keluarga Heap. Dalam prosesnya, turut juga menyelamatkan Bocah 412, anggota Laskar Pemuda, yang membeku pada saat bertugas jaga.
Pengejaran Sang Pembunuh Bayaran memaksa Marcia membawa Jenna meninggalkan Kastil. Hal ini menyebabkan DonDaniel akhirnya bisa kembali ke Kastil, meski belum bisa menjadi Penyihir LuarBiasa. Rencana dan usaha pun dilancarkan oleh DonDaniel dan Wali Utama untuk menemukan Jenna. Apakah usaha mereka akan berhasil? Siapakah sebenarnya DonDaniel? Siapakah sebenarnya Bocah 412? Bagaimanakah nasib Jenna?
…
Novel ini menceritakan penyihir dengan versi berbeda dengan kisah Harry Potter atau pun Bartimaeus Trilogy. Legenda dan dongeng masa lalu terangkai dengan cukup bagus walau tidak terlalu dalam. Meskipun cukup menegangkan, ada beberapa bagian yang terasa terlalu santai. Meskipun demikian, fantasi mengenai dunia, makhluk, dan alat-alat penyihir memberikan kesan yang berbeda dan mendalam. Pesan moral, seperti tolong menolong dan menyayangi makhluk hidup, sering sekali disampaikan pada berbagai bagian kisah ini. Akhirnya, novel ini dapat dibaca sebagai penghibur dan pendidik.
—-
Image courtesy of Goodreads
Tags: fantasi, Magyk, novel, Septimus Heap
#4 mod_rewrite enabled
Dalam kisah kali ini, si Dudun ingin belajar cara cepat dan mudah untuk membuat aplikasi web dengan PHP. Ia ingin mencoba desain MVC yang sedang naik daun untuk pengembangan perangkat lunak. Dari penjelajahannya di dunia internet, si Dudun mendapatkan informasi beberapa utilitas yang bisa digunakan. Salah satunya adalah CakePHP.
Memasuki halaman awal CakePHP dan membaca kalimat pembukanya yang kocak, membuat si Dudun tertarik untuk menggali lebih dalam. Bagaimanakah MVC di CakePHP bekerja. Untuk itu, dengan semangat 20081, si Dudun memulai petualangannya dengan mengunduh aplikasi dan tutorial pendukungnya. Pertama kali, ia ingin mencoba tutorial yang ditulis oleh Duanne O’Brien. Setelah semua siap, si Dudun pun mulai mengekstrak file CakePHP ke dalam Document Root webnya2. Pada desktop Ubuntunya3, si Dudun memasukkan file hasil ekstraksi ke dalam folder cake pada lokasi /var/www.
Sesuai dengan petunjuk tutorialnya, ia kemudian mengubah hak akses terhadap file-file tersebut dengan perintah:
# chmod 777 /var/www/cake -R
Sehingga nantinya file tersebut dapat diakses oleh web server4. Kemudian, dengan sigap ia membuka Firefox dan memasukkan alamat http://localhost/cake. Ia bersorak girang ketika halaman yang muncul menampilkan keterangan mengenai CakePHP.

Semangat si Dudun membara lebih panas dan ia pun melanjutkan membaca tutorialnya. Tiba-tiba si Dudun mengerutkan kening. Ia membaca bahwa jika halaman yang tampil masih seperti yang di atas berarti ada konfigurasi yang belum benar, yaitu mod_rewrite.
Si Dudun kemudian melakukan pengecekan sesuai dengan petunjuk si tutorial. Pertama, ia mengecek keberadaan file .htaccess di folder tempat ia menginstall cake. Ia mengetikkan beberapa perintah ke dalam terminal.
# cd /var/www/cake # cat .htaccess
Pesan yang muncul sudah sesuai dengan yang dituliskan di dalam tutorial, yaitu:
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine on
RewriteRule ^$ app/webroot/ [L]
RewriteRule (.*) app/webroot/$1 [L]
</IfModule>
Setelah pengecekan pertama selesai, ia melakukan pengecekan kedua. Is mod_rewrite enabled for the server?
Ia pun memasuki lokasi di mana file konfigurasi apache berada, yaitu di /etc/apache2. Pengalaman masa lalu mengajarkan si Dudun bahwa konfigurasi apache berada pada file httpd.conf. Namun, ketika ia membuka file tersebut ia terkesiap. Tak ada satu tulisan pun di sana. Kebingungan, si Dudun pun mencoba membuka file .conf yang lain. Ketika membuka apache2.conf, ia pun tersenyum. Rupanya file konfigurasi apache berada di sana.
Dengan menggunakan fasilitas pencarian kata dalam gedit, ia mencari baris konfigurasi mod_rewrite. Ternyata baris tersebut tidak ada.. Si Dudun menggaruk-garuk kepala kebingungan.
Pantang menyerah, si Dudun mencoba melakukan investigasi. Insting detektif si Dudun memerintahnya untuk membuka folder mods-enabled. Walaupun sudah melakukan interogasi terhadap semua file, ia masih belum menemukan lokasi konfigurasi mod_rewrite. Insting detektif kembali berteriak. Ia menginstruksikan si Dudun untuk membuka folder mods-available. Ketika mata si Dudun menemukan kata rewrite, ia langsung bersorak gembira. Setelah memastikan bahwa itu adalah file konfigurasi yang dimaksud, si Dudun memasukkan file rewrite.conf tersebut ke dalam folder mods-enable. Belakangan diketahui bahwa semua file konfigurasi pada folder mods-enable akan di load oleh file apache2.conf. Proses kopi-mengopi selesai. Si Dudun masih dibingungkan dengan perbedaan icon antara file lain dengan file rewrite.conf yang baru saja ditambahkannya. Ternyata file-file yang lain hanyalah berupa link yang menuju ke file konfigurasi di dalam mods-available. Namun demikian, si Dudun merasa bahwa ini bukanlah sebuah masalah. Setelah merestart apache5, ia pun me-refresh Firefox. Krik…krik.. tidak ada perubahan.
Penyelidikan dilanjutkan dengan melakukan pengecekan “Does the server allow .htaccess override?”. Kali ini ia mencoba mencari definisi mengenai akses web root. Insting detektif beraksi kembali. Kali ini, ia menyuruh si Dudun membuka folder sites-enabled. Setelah mengetahui bahwa isi di dalam folder ini merupakan sebuah link, si Dudun pun menelusuri link ini. Link tersebut ternyata menuju ke folder sites-available. Pada folder ini, si Dudun mencoba membuka file default. Setelah mengetahui bahwa ini adalah file yang dicari, si Dudun pun mengubah akses6 override web root menjadi:
<Directory /var/www/>
Options Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride all
Order allow,deny
allow from all
# This directive allows us to have apache2’s default start page
# in /apache2-default/, but still have / go to the right place
#RedirectMatch ^/$ /apache2-default/
</Directory>
Si Dudun kemudian merestart apache dan merefresh Firefoxnya lagi. Ia pun bersorak ketika Firefox akhirnya menampilkan halaman yang benar.

Sambil mengusap keringat di dahinya, si Dudun pun sadar bahwa petualangannya baru saja dimulai.
1no offense untuk yang memiliki semangat 45..
2document root web atau web root adalah tempat web server mengakses file. Terkadang disebut juga sebagai htdocs. di Linux, biasanya konfigurasi apache mengarahkan kepada /var/www
3si Dudun sedang terbawa semangat open source ^^
4Pada tutorial yang si Dudun dapatkan disebutkan isu mengenai masalah sekuriti, namun tidak dibahas secara rinci.
5terkadang menggunakan fasilitas System > Administration > Service, atau dengan mengetikkan perintah apache2 -k restart pada terminal.
6untuk mengubah file ini, diperlukan akses sebagai root. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengedit file sebagai root, yaitu dengan mengetik sudo gedit /etc/apache2/sites-available/default.
Tags: Apache, cakePHP, mod_rewrite, Ubuntu
Akhir sidudun
sidudun (http://sidudun.wordpress.com)adalah salah satu blogku yang berisikan tutorial mengenai pemrograman. Blog ini kutulis bersama beberapa temanku. Pada awalnya, kami semangat untuk memasukkan tulisan di sana. Sampai pada suatu ketika banyak sekali pengunjung yang menginginkan kami untuk membuatkan contoh kode yang lengkap. Seiring dengan perjalanan kuliah kami yang mencapai tingkat akhir dengan tingkat kesibukan dan pemikiran yang tinggi, kami tidak dapat menyelesaikan permintaan para pengunjung blog tersebut. Mewakili semua penulis di blog sidudun, aku memohon maaf yang sebesar-besarnya untuk para pengunjung.
Lambat laun, semakin banyak permintaan yang masuk. Mulai dari yang ingin mengerjakan skripsi sampai praktek lapang. Namun, sekali lagi, karena kesibukan para penulis, kami tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. Oleh karena itu, daripada blog tersebut memberikan harapan palsu, aku memutuskan untuk menghapus blog sidudun. Pemberitahuan ini juga sekaligus pemberitahuan kepada rekan-rekan penulisku yang lain. Maaf aku tidak memberitahu kalian sebelumnya. Terima kasih atas kontribusinya selama ini, dan maaf karena aku belum bisa memberikan yang terbaik untuk semua. Semoga kita bisa bertemu lagi pada kesempatan yang lebih baik.
Goodbye…
The Sea of Trolls
The Sea of Trolls
Author : Nancy Farmer
Penerbit : Matahati (2007)
ketenangan desa Jack terusik ketika beserker menyerang dan menghancurkan desa. Olaf si Alis Satu membawa (menculik) Jack dan Lucy sebagai hadiah untuk raja mereka. Perjalanan Jack yang penuh petualangan pun dimulai. Mulai dari bertemu dengan bangsa Pict, bertemu dengan ratu setengah troll, sampai berhadapan langsung dengan naga yang kelaparan.
…
Novel ini kaya sekali akan dongeng dan mitologi bangsa Viking. Mulai dari Troll, Naga, Odin, sampai Beowulf. Pemberian karakter di novel ini sangat kuat. Ada si Jack yang penuh rasa ingin tahu, si Lucy yang hidup dalam dunia dongeng buatan ayahnya, si Thorgil yang berkeinginan kuat menjadi seperti lelaki, dan sebagainya. Novel ini sangat sayang sekali kalau sampai anda lewatkan..