Sekali Lagi, Don’t Judge the Book by Its Cover
Pada suatu malam, saya tengah ditemani oleh insomnia saya yang datang tak diundang. Jadilah akhirnya saya menghabiskan malam yang semakin larut di depan pesawat televisi. Saat berganti-ganti channel, saya mendapati salah satu televisi swasta nasional menayangkan sebuah acara berjudul America’s got Talent. Acara ini merupakan acara pencarian bakat dari seluruh penjuru Amerika. Teringat ajang kontes American Idol yang kadang menghadirkan adegan yang menarik, saya pun berhenti sejenak untuk menikmatinya.
Kira-kira saat itu sekitar pukul 12 malam. Babak yang ditampilkan pada saat itu adalah babak penyisihan tahap awal untuk beberapa negara bagian Amerika. Hingga datanglah kesempatan untuk satu orang ini. Ia berpakaian khas orang yang tinggal di pedesaan Amerika, berbaju hangat biru bergaris putih, mengenakan topi baseball, dan membawa gitar. Pada saat diwawancarai, ia mengaku bernama Kevin Skinner yang berasal dari daerah pedesaan Mayfield, Kentucky. Wajahnya terkesan sangar khas orang pedesaan namun lugu ketika berbicara. Dia tampak gelisah mondar-mandir menunggu gilirannya tampil. Hingga tibalah gilirannya tampil di depan juri dan penonton. Baca entri selengkapnya »
Ronggeng Dukuh Paruk
Langit di timur mulai benderang ketika aku melangkah ke luar. Belum seorang pun di Dukuh Paruk yang sudah kelihatan. Langkahku tegap dan pasti. Aku, Rasus, sudah menemukan diriku sendiri. Dukuh Paruk dengan segala sebutan dan penghuninya akan kutinggalkan. Tanah airku yang kecil itu tidak lagi kubenci meskipun dulu aku telah bersumpah tidak akan memaafkannya karena dia pernah merenggut Srintil dari tanganku. Bahkan lebih dari itu. Aku akan memberi kesempatan kepada pedukuhanku yang kecil itu kembali kepada keasliannya. Dengan menolak perkawinan yang ditawarkan Srintil, aku memberi sesuatu yang paling berharga bagi Dukuh Paruk: ronggeng!
(Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari)
Aku masih ingat betul paragraf penggalan dari novel Ronggeng Dukuh Paruk di atas. Saat itu aku masih duduk di bangku SMP. Paragraf tersebut tertulis di dalam Lembar Kerja Siswa (atau lazim disebut LKS kala itu) mata pelajaran Bahasa Indonesia. Begitu lembar tersebut dibagikan, aku segera larut membaca potongan-potongan paragraf karya penulis terkenal Indonesia. Sampai akhirnya guruku yang memanggil-manggil tidak kuindahkan. Akhirnya oleh guruku tersebut aku diinstruksikan untuk menangani administrasi LKS ini di kelas sebagai hukuman. Wah, itu sudah lama sekali. Baca entri selengkapnya »
Problem Solver
Aku sedang mencoba berkreasi dengan ToonDoo, sebuah situs untuk membuat web komik. Ini komik pertamaku yang dipublikasikan.. I hope you like it..
Gara-gara Feynman
Feynman? Siapa tuh?
Sejujurnya aku juga tak tahu sebelumnya. Pertemuan pertamaku dengannya terjadi beberapa bulan lalu secara tak sengaja. Saat itu, aku sedang mencari-cari toko buku yang mirip dengan model toko buku Barnes & Noble. Model yang kumaksud adalah model toko buku di mana pembeli bisa memilih dan membaca buku yang diinginkan dengan nyaman. Aku mendengar beberapa kabar bahwa ada toko buku seperti itu di dekat tempat aku menumpang hidup. Namanya MP Book Point.
Aku mengajak temanku untuk berkunjung ke toko buku ini. Ternyata, namanya telah berubah menjadi Mizan Book Corner. Di depan toko buku ini ternyata sedang ada diskon buku murah. Setelah melihat-lihat sebentar, kami pun memutuskan untuk masuk ke dalam toko. Toko ini ternyata tidak terlalu besar. Di samping kanan pintu masuk, terdapat kafe kecil. Buku Perahu Kertas menghiasi display utama toko. Aku masuk terus ke dalam dan menemukan ruangan yang disekat menjadi dua. Sebelah kiri untuk bagian novel dan buku umum, sedangkan sebelah kanan berisikan buku untuk anak-anak. Selain kedua ruangan itu, ada satu lagi ruangan di dalam untuk kegiatan yang sering diadakan oleh pihak toko. That’s all. Tidak ada ruangan lain selain kamar mandi dan musholla kecil. Baca entri selengkapnya »
TPA dan Bilangan di dalamnya
Beberapa hari yang lalu, aku berkesempatan mengikuti Test Potensi Akademik atau yang lebih biasa dikenal dengan sebutan TPA. Pelaksanaan TPA diadakan beberapa bulan sekali dengan biaya test yang cukup mahal untuk kantungku. Karena aku belum pernah mengikuti TPA sebelumnya, akhirnya kuputuskan untuk mencari program TPA yang menyediakan pelatihan sebelum pelaksanaan test. Beberapa hari sebelum test dilaksanakan, aku mendapatkan semacam modul yang berisi beberapa contoh soal yang akan dibahas pada saat pelatihan. Pelatihan TPA sendiri dilaksanakan satu hari sebelum testnya.
TPA terdiri atas tiga bagian soal yang harus dikerjakan dalam waktu tiga jam. Bagian pertama adalah mengenai penguasaan bahasa. Bagian kedua dari TPA adalah mengenai perhitungan yang melibatkan angka. Bagian inilah yang menjadi fokus utama dalam pelatihan. Bagian terakhir berisikan pertanyaan mengenai logika dan permainan dadu seperti test IQ. Baca entri selengkapnya »
Pisang…
Satu sisir pisang tergeletak di atas meja. Pisang tersebut masih berwarna hijau, sepertinya masih keras dan mentah. Aku mendekati ibu penjaja yang duduk di dekat meja itu. Kataku, “Bu, boleh beli pisangnya?”. Si Ibu mengiyakan sembari membungkus pisang yang aku tanyakan. Aku sempat menanyakan apakah pisang tersebut sudah matang atau belum, namun si Ibu sepertinya tidak mendengar. Aku pun pulang dengan membawa si pisang hijau. Baca entri selengkapnya »
Area X
Saya bukanlah seorang ahli literatur. Saya hanyalah seorang biasa yang suka membaca. Menurut pendapat saya, ada tiga buah jenis novel berdasarkan isi ceritanya: novel sastra, novel fantasi, dan novel pengetahuan. Novel sastra, sesuai dengan namanya, adalah novel yang ditulis dengan aturan-aturan dalam sastra. Novel jenis ini biasanya sering diperbincangkan di kalangan ahli sastra. Novel fantasi bersifat lebih ringan, dibuat berdasarkan daya khayal penulisnya. Novel ini biasanya berisikan kisah petualangan dan makhluk-makhluk fantasi.
Novel pengetahuan memiliki unsur keilmuan di dalamnya. Membacanya dapat menambah pengetahuan kita mengenai hal tertentu. Jenis novel terakhir ini kadang berbaur dengan jenis novel lain dengan batasan yang tidak jelas. Beberapa novel fiksi sains (science-fiction) dapat dikategorikan di dalamnya. Pengarang novel jenis ini di Indonesia masih sangat jarang. Dan saya kebetulan berkesempatan membaca salah satu novel jenis ini. Baca entri selengkapnya »
Opera, Web Standard, dan HTML5
Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan menghadiri sebuah seminar yang diadakan oleh Opera Software yang bermarkas di Norwegia. Acara seminar ini merupakan salah satu rangkaian dari Opera University Tours yang diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan mengenai browser dan teknologi web. Pembicara yang datang pada seminar ini adalah Bruce Lawson (Consumer Product Management Opera) dan Zhibin Cheah (Developer Relations Opera), ditemani oleh mbak Annisa Putri yang menjadi koordinator Opera Campus Crew Indonesia. Tema yang dibawakan dalam seminar ini adalah mengenai web standard, HTML 5 dan fitur-fiturnya, serta sedikit mengenai teknologi Opera browser. Baca entri selengkapnya »




